Yudhi Hendro Berbagi Cerita

Karena setiap detik begitu berharga…


Tinggalkan komentar

Menjemput Impian Cemerlang

Urusan menunggu jadi terasa lama kalau tidak ada yang dikerjakan. Nah, sambil nunggu tamu yang mau datang malam ini, saya sempatkan posting cerita waktu menghadiri perpisahan anak-anak TK dan SD hari Jumat (22/6) yang lalu.

Pemberitahuan undangan perpisahan memang baru saya terima sore hari 1,5 jam sebelum acara dimulai. Ada berita BBM masuk, “ Pak, nanti jam 7 malam ada acara perpisahan di sekolah. Mohon bisa hadir ”. Belum sempat saya balas berita itu, karena perut sudah terasa keroncongan dan buru-buru makan malam.

Sambil makan,  saya masih ragu-ragu untuk menghadiri acara  itu, datang…… enggak…….. datang…… enggak. Masalahnya, waktu pulang kerja badan masih terasa letih, karena pagi sampai sorenya full mengikuti acara pak Bupati melantik Kades (baca postingan : Belajar dari Pengalaman orang Lain) di desa yang berada paling ujung di wilayah kabupaten.

Tapi keputusan harus diambil, malam ini saya harus hadir. Selesai makan malam, langsung kembali ke kamar untuk ganti baju, terus balik lagi ke tempat parkir kendaraan dan berangkat bersama-sama rekan kerja ke tempat perpisahan. GOR yang biasanya untuk main futsal, malam itu disulap jadi tempat perpisahan.

Saya lihat, anak-anak dan orangtuanya juga sudah hadir di GOR. Penampilan anak-anak malam itu kelihatan berbeda. Pakaian beraneka ragam, mulai seragam putih merah, pakaian adat, pakaian olahraga, sampai model baju cewek yang lagi trend seperti di televisi juga ada. Kaos dengan rok jeans pendek dan celana model legging. Benar-benar peniru ulung anak-anak ini.

Di panggung ada hiasan balon dan bunga di depannya, dua anak tangga untuk memasuki panggung di sebelah kiri dan kanan. Juga lukisan bergambar pemandangan dan berbagai hewan di bagian latar belakang, ditambah kalimat Pelepasan Siswa-siswi TK dan SD Sari Lestari dengan tema “Menjemput Impian Cemerlang”.  Benar-benar kreatif para guru dan murid-muridnya.

Setelah menunggu sekitar setengah jam, sekitar jam 19.30 acara pun dimulai. Dibuka dengan tari-tarian khas daerah oleh anak-anak, sambutan Kepala Sekolah dan wakil perusahaan. Setelah itu, anak-anak mulai kelas 1 – 6 SD secara bergiliran menampilkan atraksi panggung yang memikat. Paduan suara, tari-tarian modern, sampai drama musikal semuanya ditampilkan anak-anak dengan begitu bersemangat.

Walaupun masih belia, tapi anak-anak itu punya minat dan keinginan yang kuat untuk menunjukkan kebolehan mereka di depan audiens. Tidak tampak rasa canggung dalam diri mereka ketika tampil di atas panggung dan ditonton orang banyak. Suatu modal yang bagus bagi perkembangan jiwa dan mental mereka, minimal rasa percaya diri telah tumbuh dan bersemi dalam dirinya sejak usia belia.

Setelah melihat penampilan anak-anak di acara perpisahan itu, saya berpikir. Ternyata, dunia pendidikan tidak hanya identik dengan upaya mengeksplorasi kemampuan anak-anak untuk berprestasi di bidang akademik. Bakat dan minat anak-anak di bidang non akademik juga akan muncul dan berkembang, jika guru-guru dan orangtua jeli memperhatikan potensi anak didiknya.

Tidak semua anak pintar matematika, juga tidak semua siswa mendapat nilai bagus untuk pelajaran IPA. Ada anak yang lemah di bidang matematika, tapi dia punya kelebihan di bidang tarik suara. Anak yang lain sangat sulit untuk memahami IPA, tapi dia sangat senang jika diminta gurunya bermain drama.

Setiap anak adalah unik, karena memiliki bakat dan minat yang berbeda. Tugas orangtua dan guru untuk menggali potensi tersebut, agar anak dapat “ Menjemput Impian Cemerlang “, sesuai dengan bakat dan minatnya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 222 pengikut lainnya.