Berani Berapa?

Wani piro alias berani berapa? Kalimat tersebut saat ini menjadi semacam slogan  bagi sebagian dari kita, bila diminta untuk mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan. Kalimat yang awalnya berasal dari iklan salah satu perusahaan rokok tersebut memang bernada humor, namun memiliki  makna yang mendalam.

Betapa tidak, makna yang terkandung dalam kalimat berani berapa adalah kita baru mau mengerjakan yang diminta, bila orang yang memberi pekerjaan tersebut sudah setuju dengan imbalan yang kita inginkan. Kalau si pemberi pekerjaan keberatan dengan jumlah nominal yang kita inginkan sesuai tenaga, waktu dan pikiran yang kita berikan, berarti  tidak terjadi kesepakatan. Selanjutnya,  pemberi pekerjaan akan mencari orang lain yang mau menerima imbalan yang dia tentukan, sementara si  berani berapa akan mencari pihak yang dapat memenuhi keinginannya.  Apakah hal tersebut salah?

Dalam dunia kerja dan usaha yang segala sesuatunya diukur dari transaksi untung rugi, hal tersebut tidak sepenuhnya salah. Namun pertanyaan selanjutnya adalah apakah kita bekerja atau berusaha hanya sekadar menginginkan jumlah nominal rupiah yang bisa kita terima? Apakah kita sudah bekerja mati-matian, membanting tulang, ibaratnya kepala jadi kaki dan kaki jadi kepala, dari pagi sampai malam, hanya sebatas untuk mencari uang? Sungguh sayang sekali, kalau hal itu yang menjadi tujuan utama  kita dalam bekerja dan berusaha. Kalau kita mau hitung-hitungan, hasil yang kita peroleh berupa uang, tidaklah sebanding dengan beratnya proses kerja yang kita lakukan.

Lalu, bagaimana sebaiknya tujuan kita dalam bekerja. Pak Mario Teguh pernah menyampaikan kata-kata indah  : bekerjalah melebihi bayaran yang anda terima,   dan anda akan menerima bayaran melebihi yang anda kerjakan. Apa artinya? Dalam kalimat tersebut terkandung makna, kita diminta tidak membatasi diri untuk bekerja sesuai dengan upah yang kita terima. Jangan sampai terlontar kata-kata, ah masa gaji saya cuma segini kok dikasih tugas yang berat-berat. Nggak sesuai dong antara tantangan dan tentengan.

Padahal pembaca, kalau kita renungkan, jika ada seseorang memberikan tugas atau pekerjaan kepada kita, sebenarnya ada tangan Tuhan di dalam proses pemberian itu. Tuhan ingin membantu kita dengan cara memberikan tugas atau pekerjaan tambahan melalui orang lain, namun kita sendiri yang menolak.  Jika anda menerima tugas atau pekerjaan tersebut dan melaksanakan dengan semaksimal mungkin, maka kalimat ” anda akan menerima bayaran melebihi yang anda kerjakan”, akan anda rasakan. Ya, Tuhan yang akan memberikan bayaran melebihi yang anda kerjakan. Anda percaya hal tersebut ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s