Bisa karena Dipaksa

Terkadang,  beberapa orang berpendapat,  kalau ingin bisa melakukan sesuatu atau menjadi sesuatu, maka pertama-tama dia harus menyukai apa-apa yang akan dilakukan. Dari rasa suka ini akan muncul passion atau kecintaan untuk melakukan yang terbaik  dengan sepenuh hati, sehingga apa yang dia lakukan akan memberikan hasil yang membanggakan.

Kalau ingin bisa menulis artikel, maka dia harus menyukai membaca agar memiliki wawasan yang luas. Kalau ingin bisa bicara bahasa Inggris, maka dia harus menyukai bahasa Inggris. Kalau ingin menjadi atlit, maka dia harus suka olahraga. Ya,  semuanya dimulai dari perasaan suka pada saat akan mengerjakan sesuatu. Kalau ingin bekerja sebagai wartawan, maka dia harus orang yang suka berkomunikasi dengan orang lain. Kalau dia ingin menjadi programer, maka dia harus suka dengan ilmu komputer dan bahasa pemrograman.

Memang apa yang dikatakan itu tidak salah,  kita ingin bisa mengerjakan apa yang kita sukai, kita ingin bisa menjadi apa yang kita senangi.  Namun, dalam kehidupan ini, keadaan yang kita alami tidak semuanya berlangsung seperti yang kita inginkan. Ada kalanya supaya bisa, kita harus melakukan yang tidak kita sukai, dan meninggalkan yang kita sukai.  Supaya bisa mengejar  pesawat yang tinggal landas pk. 06.00, anda dipaksa harus bangun pk. 04.00, padahal anda biasanya suka bangun pk. 06.00.  Supaya bisa mendapatkan pembeli yang lebih banyak, anda buka toko lebih awal, pk. 07.00  dan tutup lebih akhir pk. 21.30, padahal toko lainnya buka pk. 08.00 dan tutup pk. 20.30.

Bagi anda yang sedang diet untuk mengurangi berat badan, anda harus mengurangi porsi makan anda dan olahraga teratur, padahal anda termasuk orang yang doyan makan dan tidak suka olahraga.  Anda dipaksa untuk makan sesuai porsi yang ditentukan dan rutin berolahrga, agar berat tubuh anda bisa mencapai berat ideal. Apalagi bila anda mengidap jenis penyakit tertentu seperti diabetes,  hipertensi, kanker paru-paru. Anda dipaksa memilih : ingin bisa sehat dengan mengubah pola makan atau kondisi anda bertambah parah karena masih suka mengkonsumsi makanan yang seharusnya dihindari.

Idealnya, kita bisa memiliki pekerjaan cocok maupun tubuh yang sehat didasari atas pilihan dan keputusan yang kita sukai.  Kenyataannya, kadang-kadang hal tersebut justru bisa terjadi karena kita dipaksa.

2 pemikiran pada “Bisa karena Dipaksa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s