Syukuri yang Telah Kita Miliki

Rencananya, tadi malam mau menulis lagi, namun godaan datang. Selesai makan malam dan menyalakan televisi, rupanya ada pertandingan bulutangkis Axiata Cup.  Saat itu, pilihannya ada dua, menulis atau menonton.  Kalau dua-duanya dikerjakan, malah nggak fokus. Akhirnya, pilihannya menonton siaran langsung bulutangkis, apalagi lawannya negeri Jiran, Malaysia. Saya penasaran,  waktu main bola di final piala AFF dan final SEA GAMES, memang timnas kita kalah. Kalau di cabang bulutangkis gimana nih, bisa menang nggak ?

Setelah menonton semifinal kedua, turnamen ini pakai sistem kandang dan tandang,  antara tim Indonesia Garuda lawan Malaysia Tiger yang akhirnya dimenangkan Simon Santoso cs, rasa kantuk pun tak tertahankan lagi. Padahal saat  itu, waktu baru menunjukkan jam 9 malam, masih tergolong awal untuk orang – orang yang terbiasa begadang.  Biasanya sih, kalau lagi nongkrong di depan komputer, bisa sampai jam 12 malam. Itu belum seberapa, ada teman yang biasa begadang di depan komputer sampai jam 3 pagi, saking asyiknya berselancar di dunia maya hingga tak terasa waktu sudah pagi.

Diselimuti dinginnya udara, malam itu pun saya tertidur pulas hingga akhirnya terbangun jam 3.30. Alhamdulillah, Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk bangun pagi, menghirup segarnya udara dan mendengarkan lengkingan suara owa – owa di tengah rimba.

Rasa kantuk dan merasakan dinginnya udara di malam hari, seharusnya perlu kita syukuri. Apa yang saya alami tersebut, sering saya anggap sebagai hal yang sudah sewajarnya kita terima. Padahal, kalau kita mau merenungkan sejenak, dua hal tersebut merupakan contoh dari sekian banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita secara cuma – cuma.  Kita bisa bayangkan seandainya kita tidak diberikan rasa mengantuk oleh Allah, sehingga mata kita terjaga selama 24 jam tanpa henti.

Rasa kantuk adalah alarm yang diberikan Allah untuk  mengingatkan diri kita bahwa kita mengalami keletihan dan perlu istirahat. Kita bersyukur tidak perlu beli obat tidur hanya untuk membuat kita mengantuk dan bisa tidur. Karena bagi sebagian orang yang mengalami kesulitan tidur, minum obat tidur adalah salah satu solusinya.

Apabila kita sudah bekerja melebihi batas kemampuan fisik kita, maka tubuh akan mengirimkan sinyal berupa rasa kantuk yang memberitahukan kita agar istirahat atau tidur. Jika kita mengabaikan sinyal tersebut, dan terus memaksakan diri untuk beraktivitas, korbannya adalah diri kita sendiri.  Badan kita terasa kurang segar, lesu, tidak fit dan susah konsenstrasi. Apabila itu terjadi,  dengan sendirinya  produktivitas kerja pun menurun.

Seperti halnya rasa kantuk, kemampuan merasakan udara dingin juga perlu kita syukuri. Artinya,  organ atau alat panca indera kita masih berfungsi normal, bisa membedakan udara dingin, sejuk atau panas. Belum mati rasa istilahnya.

Memang istirahat itu perlu. Setelah cukup tidur dan bangun pagi, badan dan pikiran  pun terasa segar. Akhirnya, buat tulisan pun bisa fokus dan lancar. Alhamdulillah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s