Harus Fokus

” Laporannya sudah selesai, Pak ? “.  Pertanyaan salah seorang teman kerja kemarin siang (3/4) itu benar-benar mengejutkan saya.  Pertanyaannya biasa saja, tidak ada yang istimewa.  Jawabannya pun  sebenarnya cukup sederhana dan  hanya satu kata :  sudah atau belum.

Sebelum muncul pertanyaan itu obrolan berjalan lancar, namun  saat dia menanyakan urusan laporan, tiba-tiba saya terdiam sebentar. Saya sempat berpikir  dan nggak bisa spontan menjawab.  Cuma dalam hati saya bilang, harusnya kemarin dulu (1/4) sudah selesai.

Bagi dia,  pertanyaan itu tidak ada maksud selain ingin tahu  laporannya sudah selesai dibuat atau belum. Namun bagi saya, pertanyaan itu ibarat sentilan yang langsung mengena ke hati.  Ya, akhirnya terus terang saya jawab laporannya belum selesai.

Ada dua pelajaran yang dapat saya petik dari pertanyaan rekan kerja tersebut.

1.  Bentuk Perhatian

Sering, saya mengartikan perhatian dari pihak lain entah itu teman, keluarga, relasi bisnis itu dalam bentuk pemberian materi atau barang seperti uang, makanan, pakaian dan lain-lain yang bersifat fisik.

Jarang sekali saya menyadari bahwa  sebaris pertanyaan pun seperti  “Apa kabar ? Gimana keadaannya?   Laporannya sudah selesai atau belum ?  Apa masalahnya ? “,  adalah juga bentuk perhatian seseorang terhadap apa yang sedang kita kerjakan atau sesuatu yang sedang terjadi pada diri kita.   Ya, bentuk perhatian, karena seseorang telah bersedia meluangkan  waktunya untuk menanyakan sesuatu hal kepada kita.

2. Mengerjakan Sesuatu Harus Fokus

Pernah menggunakan kaca pembesar ? Bila saya letakkan alat tersebut dengan tepat hingga cahaya matahari berkumpul di satu titik,  maka api akan segera menyala. Bila cahaya yang diterima kaca tersebut tersebar,  perlu waktu lebih lama mendapatkan titik api.

Demikian juga waktu saya membuat laporan. Saya baru menyadari, waktu itu urusan buat  laporan saya kerjakan sambilan, bukan prioritas  yang harus segera diselesaikan.  Meskipun  saya sudah buat target waktu penyelesaian, tapi kalau nggak fokus ya nggak bakal selesai ataupun kalau pun selesai,  ya waktunya lebih lama.

Dan setelah disentil dengan pertanyaan itu, saya baru tersadar, saya sepertinya diingatkan untuk kembali ke jalan yang lurus, maksudnya kembali fokus meneruskan bikin laporan dan  yang lainnya ditunda dulu.

Satu pemikiran pada “Harus Fokus

  1. kurang fokus atau menunda2 pekerjaan …
    inilah yg biasanya membuat kita malah menjadi makin sibuk, di kejar2 dead line, seolah waktu yg 24 jam itu gak pernah cukup😦
    salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s