Ketika Bunga Bangkai Mekar

“Berjalan-jalan menikmati hutan hujan tropis serta melihat bunga bangkai adalah momen yang paling istimewa dan kesempatan yang jarang didapat”, ungkap  Dr. Sadanandan Nambiar (paling kiri) dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO)  Australia pada saat mengunjungi areal salah satu perusahaan pemegang Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Alam (IUPHHK-HA) di Kalimantan Tengah.

Dalam kunjungan bersama  Dr. Eko Bhakti Hardiyanto (paling kanan) dari Universitas Gadjah Mada (UGM), selain berkesempatan melihat bunga bangkai yang sedang mekar, keduanya juga melihat pengelolaan hutan alam  dengan sistem Tebang Pilih dan Tanam Jalur (TPTJ) dan kegiatan Pembinaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH)  oleh  perusahaan yang  berlokasi di kabupaten Katingan dan Kabupaten Seruyan tersebut.

Bunga bangkai yang tumbuh  di areal tersebut  tersebar dalam radius 10 – 20 m, mulai yang berbentuk umbi hingga batang yang sudah mekar. Jenis ini tidak tumbuh sepanjang tahun  dan termasuk dalam kategori jenis yang terancam sehingga perlu dilestarikan keberadaannya. Di areal tersebut, bunga bangkai terakhir tumbuh pada tahun 2010, namun pada tahun 2011 jenis tersebut tidak tumbuh.

Menurut wikipedia Indonesia, bunga bangkai atau suweg raksasa atau batang krebuit  (nama lokal untuk fase vegetatif), Amorphophallus titanum Becc., merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan (Araceae) endemik dari SumateraIndonesia, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga (majemuk) terbesar di dunia, meskipun catatan menyebutkan bahwa kerabatnya, A. gigas (juga endemik dari Sumatera) dapat menghasilkan bunga setinggi 5 m.

Nama bunga bangkai berasal dari bunganya yang mengeluarkan bau seperti bangkai tikus yang membusuk. Bau  tersebut sebenarnya dimaksudkan untuk mengundang kumbang dan lalat penyerbuk bagi bunganya dalam proses penyerbukan.

Banyak orang sering salah mengira  dan menganggap  bahwa bunga bangkai adalah “Rafflesia arnoldii“, mungkin karena orang sudah mengenal Rafflesia sebagai bunga terbesar dan kemudian menjadi bias dengan ukuran bunga bangkai yang juga besar.

8 pemikiran pada “Ketika Bunga Bangkai Mekar

    1. Memang beda, Pak. Bunga Rafflesia arnoldii yang selama ini kita lihat warnanya merah dan tumbuhnya melebar, tidak punya daun, batang dan akar. Sedangkan bunga bangkai tumbuhnya meninggi, warna bunganya yang menjulang adalah krem dengan warna mahkotanya merah keunguan.

    1. Betul, dua-duanya termasuk jenis langka, cuma yg lebih sering diekspos : bunga bangkai identik dgn rafflesia. Padahal, sebenarnya adalah amorphpophallus yg jarang kita lihat.

  1. farhah faridah

    Wah, kirain cuma ada di Kebun Raya Bogor xixixixi…dan baru tahu knapa disebut bunga bangkai, krn bau bangkai tikus hahahaha…… Seingatku, dari kejauhan lihat bunga bangkai di KRB, ga tercium bauna. Dasar aku ini bener2 awam ya hehehe..Tq Yudhi tulisana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s