Penyamaran sang Belalang

Jika dilihat sepintas, serangga berupa belalang pada foto di atas memang sulit dikenali. Dia telah melakukan penyamaran atau kamuflase yang sempurna dengan menjadi bagian dari lumut hijau yang hidup di batang pohon mahabai.

Untuk tetap survive dari ancaman pemangsa atau predator, beberapa hewan memiliki naluri berupa kemampuan berlari dengan cepat, kemampuan terbang  atau memiliki tenaga yang kuat untuk bertarung dengan pemangsanya.

Bagi hewan lain termasuk serangga yang tidak memiliki kekuatan dan kecepatan fisik, penyamaran  merupakan kekuatan yang dimiliki   untuk mengelabuhi dan menghindarkan dirinya dari ancaman pemangsa atau predator.

Seperti foto di atas yang diambil secara langsung di dalam kawasan hutan, pada saat ada pemangsa yang mendekat, belalang tersebut akan diam seperti patung. Kepala, badan dan kaki belalang tersebut langsung beradaptasi secara harmonis menyerupai posisi dan warna lumut yang hidup  di batang pohon. Setelah pemangsanya menjauh dan ancaman berkurang, dia akan bergerak lagi.

Sungguh, suatu kemampuan luar biasa dari seekor serangga untuk tetap bertahan hidup dari sergapan pemangsanya. Seperti teori yang dikemukakan oleh Charles Darwin : Survival is the Fittest, makhluk hidup yang dapat bertahan hidup adalah dia yang paling kuat kemampuannya. Paling kuat kemampuannya tidak hanya berarti kuat fisiknya, kuat tenaganya, atau kuat larinya, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perubahan lingkungan sekitarnya.

3 pemikiran pada “Penyamaran sang Belalang

  1. Apa kabar ,Hendro?
    ini kunjungan balik bunda
    terimakasih sdh singgah di blog bunda 🙂

    Tuhan menciptakan ‘senjata’ pada setiap makhluk ciptaan NYA, agar bisa bertahan hidup
    dan dari sana juga ,datang siklus kehidupan yg alami ya Hendro
    salam

  2. Hahaha…keknya kita lebih hebat dari belalang penyamarannya pak. Belalang menyamar untuk mempertahankan hidup dari ganggung musuh-musuhnya, kalau kita menyamar untuk mencelakakan sesama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s