Bermainlah Sepuas Hatimu, Anakku

 

Bagi sebuah keluarga dengan empat anak, tidaklah mudah mengawasi tingkah anak-anak, terutama anak laki-laki nomor tiga dan empat yang berumur 7 tahun dan 5,5 tahun. Namun, Alhamdulillah, Allah juga memberikan kepada kami anak pertama dan kedua perempuan yang masih duduk di bangku kelas 8 SMP dan kelas 5 SD.

Meskipun ada kakak-kakaknya yang sering diminta  menjaga pada saat bermain,  namun ada saja tingkah polah si anak laki-laki yang membuat jantung berdesir.  Saya nggak pernah mengira, kalau si bungsu bakal turun dari tangga dengan cara berjalan mundur sambil berpegangan pada anak pagar. Kakaknya nomor dua yang berada di lantai atas sempat memperingatkan : “Awas nanti kamu jatuh”, tapi dia tetap enjoy aja seperti tidak ada yang ditakutkan. Dan akhirnya, dia  sampai juga di lantai bawah sambil senyum-senyum.

Anak laki-laki yang nomor tiga lain lagi. Waktu bermain ayunan dari tali yang dipasang di antara cabang pohon mangga dan teras rumah, semakin kencang ayunannya, dia bukannya semakin takut, justru makin senang dan tertawa riang. Sepertinya tidak melihat saya dan istri  yang khawatir  jika dia terlepas dari ayunan dan jatuh.

Bermainnya tidak hanya itu, pernah kedua anak laki-laki itu mengajak saya membakar sampah yang sudah mulai menumpuk di depan rumah. Dan saya pun ikuti ajakan mereka. Rupanya tidak hanya membakar sampah, di tempat itu mereka juga bermain seolah-olah sedang berada di dapur membuat jagung bakar. Mereka menyiapkan kayu bakar dari ranting tanaman,  tungku api dari potongan GRC, sampai mencari bunga pohon salak yang mereka anggap sebagai jagung.  Benar-benar di luar dugaan saya.

Melihat keceriaan dan tawa riang anak-anak ketika bermain,  kebahagiaan serasa menyelinap di  hati.  Ya, bermain memang dunia mereka, dunia anak-anak,  sebagaimana kita pernah mengalaminya dulu semasa kanak-kanak.

4 pemikiran pada “Bermainlah Sepuas Hatimu, Anakku

  1. abanxc

    Melihat keceriaan dan tawa riang anak-anak ketika bermain, kebahagiaan serasa menyelinap di hati. Ya, bermain memang dunia mereka, dunia anak-anak, sebagaimana kita pernah mengalaminya dulu semasa kanak-kanak.

    Jika saja tuhan memberikan 1 kesempatan untuk flash back ke masa kecil maka saya akan berusaha mati – matian untuk kembali walau hanya sesaat:mrgreen:

  2. masa kanak kanak memang masa2 penuh petualangan ya Hendro
    dari sana mereka banyak menggunakan imajinasi positif nya ….

    sebagai orang tua , kita sering khawatir,
    namun selama tdk membahayakan, cukup dipantau saja…

    semoga anak2 yg lain juga mampu menikmati hiudp bermain mereka
    ( suka sedih lihat anak2 jalanan, kpn ya mereka punya waktu utk bermain?😦 )
    salam

  3. Jams

    Benar sekali pak, tidak dapat di pungkiri bahwa anak2 adalah harta yang sangat berharga bagi setiap orang tua dan itu semua nikmat dan karunia Allah SWT yang dititipkan kepada kita dan tidak ada kata lain selain Fuji Syukur atas anugrah ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s