Melayani dengan Setulus Hati

Agar transfer uang lebih mudah dan tidak perlu antri di ATM, saya pun mendaftar layanan SMS banking di salah satu bank pemerintah yang jaringannya tersebar sampai ke pelosok negeri. Apalagi untuk ke ATM terdekat,  saya perlu waktu 2,5  jam dari tempat kerja.

Selesai urusan di kantor sekitar pukul 15.00, saya buru-buru ke bank dan ambil nomor antrian untuk ke Customer Service Officer (CSO).  Saya sengaja pergi agak sore dan dapat antrian nomor 91.  Pengalaman selama ini, kalau ke bank hari Senin sekitar jam 8 atau 9 pagi, antriannya pasti sudah banyak

Sambil menunggu giliran, saya amati di depan ada tiga meja CSO dengan dua wanita yang sibuk melayani nasabah dan satu meja di tengahnya kosong. Dugaan saya mungkin petugasnya lagi istirahat. Di layar monitor, saya lihat saat itu giliran nasabah nomor antrian 83 dan 84 yang sedang dilayani, berarti masih ada 6 orang lagi sebelum giliran saya.

Sampai pukul 15.30, dua petugas CSO tadi masih melayani nasabah sesuai antrian. Sementara,  hanya saya sendiri yang masih duduk di kursi antrian  menunggu giliran. Sekitar pukul 15.35, barulah petugas CSO yang bernama Rika datang menuju meja di tengah yang kosong tadi.  Lega rasanya, setelah menunggu ½ jam lebih, akhirnya nomor antrian saya dipanggil juga. Setelah mengucapkan salam, menanyakan keperluan dan mendengar penjelasan saya, dia pun langsung menanggapi dengan cepat keluhan dan maksud saya.

Satu persatu mulai dari cek kartu ATM, cek saldo rekening sampai ke pendaftaran SMS banking, semuanya dikerjakan dengan penuh konsentrasi.  Ketika muncul masalah saat gadget saya tidak bisa mengunggah aplikasi SMS banking, tiga kali ganti PIN karena salah, dia pun  menawarkan diri membantu.  Demikian juga ketika aplikasi sudah terpasang tapi ketika saya coba ternyata belum berhasil.  Dia pun berinisiatip membantu dan berhasil.

Dari cara kerjanya, terlihat dia sangat profesional dan tidak menampakkan tanda keletihan. Kalau hal itu semua dia kerjakan di waktu pagi hari ketika badan dan pikiran masih segar,  bisa dimaklumi.  Namun,  ini terjadi di waktu sore hari,  saat bank hampir tutup, saat konsentrasi dan kondisi fisik orang bekerja biasanya mulai menurun.  Dengan sabar dan tersenyum, dia tetap melayani keperluan saya dan mengatasi masalah yang ada hingga tuntas.

Melalui tulisan di blog ini, tak ada salahnya saya ungkapkan rasa terima kasih, karena anda telah melaksanakan tugas dengan baik,  sesuai slogan tempat anda bekerja :  “Melayani dengan Setulus Hati”.

3 pemikiran pada “Melayani dengan Setulus Hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s