Apapun Masalahnya, Coba Atasi dengan Komunikasi

“ Mas keluar dari grup keluarga ya”, demikian pesan Black Berry Messsenger (BBM) tadi malam (25/4) dari adik ipar yang tinggal di seberang pulau. Berita tersebut cukup mengejutkan dan membuat saya penasaran.

Siapa pun anggota grup yang membaca berita tersebut, akan memiliki persepsi kalau saya tidak mau gabung lagi dengan grup keluarga. Setelah saya cek, ternyata informasi tersebut tidak benar karena saya tidak pernah gabung di grup keluarga. Saya balas pesan tersebut  kalau selama ini saya tidak pernah masuk grup keluarga. Barulah, dia menjelaskan ada dua grup keluarga dalam BBM tersebut,  A dan  B, dan nama saya tidak ada di dua grup itu. Saya baru tahu, rupanya di pihak keluarga besar  ada dua grup untuk berkomunikasi dengan anggotanya. Saya pun baru sadar dan menyadari kekeliruan, rupanya selama ini saya jarang berkomunikasi sehingga tidak tahu informasi dan perkembangan keluarga besar.

Berkaca dari pengalaman di atas, kalau kita perhatikan, sebagian besar permasalahan yang terjadi di dalam rumah tangga maupun tempat kerja berawal dari kurangnya komunikasi. Salah paham, salah persepsi, salah informasi sebenarnya dapat dikurangi bila dua pihak bersedia meluangkan waktu untuk berkomunikasi secara rutin.

Seseorang yang taat berkomunikasi dengan sang penciptaNya akan diberikan kemudahan dan jalan keluar dari permasalahannya. Suami istri yang sering berkomunikasi, akan tahu perkembangan yang terjadi di dalam rumah tangganya walaupun tinggal berjauhan. Orang tua yang rajin berkomunikasi dengan anaknya, akan memahami masalah yang dihadapi anak-anaknya baik di rumah maupun di sekolah. Atasan yang tidak alergi berkomunikasi dapat mengurangi kesalahan persepsi dan pemahaman dari bawahannya. Nggak heran, kalau pada saat ini di beberapa perusahaan, media sosial (facebook, twitter, blog, SMS) sering dijadikan sarana untuk menjalin komunikasi antar karyawan dan menyampaikan informasi terbaru. Karena selain keakuratan, kecepatan penyampaian informasi juga sangat penting dalam pengambilan keputusan.

Memang tidak mudah berkomunikasi secara intensif.  Kemauan mendengarkan adalah modal penting agar komunikasi berjalan lancar. Tidak hanya mendengar (to hear), tetapi mendengarkan (to listen). Sekilas nampak sama antara pengertian mendengar dan mendengarkan, padahal substansinya berbeda.

Mendengar dapat dilakukan sambil mengerjakan kegiatan lain seperti baca koran, mendengar musik, melihat televisi, menatap layar komputer atau mengetik pesan SMS/BBM. Lain halnya dengan mendengarkan, dimana lawan bicara anda akan menghentikan sejenak aktivitasnya dan dengan seksama menyimak isi pembicaraan anda, menanggapi dan bahkan memberi alternatif solusi. Jelas berbeda, bukan.

Kemampuan berkomunikasi sangat penting bagi kita, terutama dalam menyelesaikan berbagai permasalahan. Apapun masalah yang terjadi, akan dapat diatasi bila kita rajin berkomunikasi. Dan komunikasi akan berjalan dengan baik,  bila kita tidak hanya mau didengarkan, tapi juga mau mendengarkan.

Sumber foto : lintas zona baca.blogspot.com

Iklan

2 pemikiran pada “Apapun Masalahnya, Coba Atasi dengan Komunikasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s