Perhatian Yang Berkesan

Kemarin pagi (1/5), sekitar jam 5.30, selesai menyimak pengajian Ustad Yusuf Mansyur di ANTEVE, tiba-tiba lampu indikator gadget di atas meja berkedip-kedip. Langsung saya buka dan rupanya sudah ada empat notifikasi.

Apa saja isinya ?

Pertama, dari dua orang mahasiswa-mahasiswi yang sudah selesai praktek kerja yang minta di add jadi teman. Sebelumnya juga ada dua mahasiswi praktek kerja dari perguruan tinggi berbeda yang minta dijadikan teman.  Kok, minta di add-nya nggak pas waktu praktek ya……

Kedua, dari teman yang kalau fesbukan bisa sampai jam 2 pagi dan nama saya ditandai di komentarnya saat itu.  Yang terakhir, kiriman artikel motivasi dari salah satu bloger.

Saya tertarik dengan teman yang menandai  saya di komentarnya dan langsung saya klik notifikasi tersebut. Rupanya dia baru saja ngobrol dengan temannya yang pernah kerja satu bagian dengan saya, sebut saja si A yang sekarang sudah berhenti dan pindah kerja. Isi obrolannya sederhana, tanya kabar,  kondisi tempat kerja saat ini, sampai akhirnya nama saya pun ikut disebut-sebut.

Sebelum sign out dari facebook, saya juga lihat ada notifikasi teman yang lagi ultah, namanya si B. Saya sempatkan memberi ucapan, mendoakan semoga panjang umur dan banyak rezeki pada teman yang pernah ikut training calon karyawan di tempat kerja saya saat ini.

Tidak sampai semenit,  datang balasannya. Selain menyukai komentar saya, dia pun bilang terima kasih serta mendoakan semoga saya juga diberi keselamatan. Nggak sampai di situ, salah satu temannya sebut saja si C, juga menyapa saya dengan ucapan “ Apa kabar, Pak ?”. Rupanya si C ini teman akrabnya si B dan pernah juga kerja di tempat saya saat ini, satu bagian lagi.  Kok bisa serba kebetulan ya….

Karena siap-siap berangkat kerja, saya nggak sempat lagi membalas sapaan dari si C tersebut.  Maaf banget ya Bro…

Dari cerita di pagi hari tadi, ada dua pelajaran berharga yang bisa saya petik :

  1. Perhatian kecil yang tulus kita berikan pada orang lain yang kita anggap biasa, bisa jadi suatu penghargaan yang tak terkira bagi orang lain.
  2. Walaupun sudah tidak lagi berada di tempat kerja yang sama, namun jalinan pertemanan dan rasa persaudaraan tersebut ternyata masih kuat.

Memang, jalinan pertemanan yang didasari ketulusan terasa lebih berkesan daripada semata-mata karena adanya suatu kepentingan.

Iklan

3 pemikiran pada “Perhatian Yang Berkesan

  1. pertama, saya juga suka ngaji d AnTV pak brsma ust Yusuf Mansur
    kedua, dimanapun kita berkerja dan berkarya, jalinan silaturrahmi memang mesti ttp terjaln. Krn pada dasarnya tantangan berkarya dimanapun sama, ( mnurut saya sih..)

    1. Materi yang disampaikan Ustad Yusuf Mansyur cukup bagus, mudah dipahami serta dipraktekkan.

      Betul, Pak. Dengan adanya internet, meskipun terpisah jarak dan tempat, tetap bisa saling bertegur sapa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s