Jamu Gendong, Produk Lokal Khasiat Global

Ada satu hal yang sering saya lakukan ketika badan terasa meriang dan masuk angin, minum jamu. Bukan jamu berbentuk kemasan yang diseduh dengan air hangat, diaduk lalu diminum, tapi jamu gendong.

Jamu yang dijajakan oleh mbak-mbak yang pada saat berjualan selalu punya ciri khas berkebaya dan berjalan kaki sambil menggendong bakul berisi botol – botol jamu buatan sendiri. Mulai dari kunir asem, cabe puyang, beras kencur, hingga yang rasanya pahit sekali.

Saat ini, bagi sebagian orang, minum jamu apalagi jamu gendong mungkin dianggap ndeso. Bisa juga karena tidak terbiasa, sehingga minum seteguk pun sudah terasa aneh. Namun pengalaman yang saya rasakan berbeda, setelah minum jamu gendong pengaruhnya memang nyata. Badan terasa segar dan meriang pun berkurang.

Jamu gendong saat ini bukan lagi minuman yang dianggap ndeso dan hanya dikonsumsi golongan masyarakat kelas menengah ke bawah. Mengutip dari harian Kompas Minggu, jamu gendong saat ini telah “naik kelas” karena disajikan secara khusus di beberapa hotel bintang lima dan cafe di Jakarta, bersanding dengan minuman wine yang berasal dari luar negeri.

Bahkan untuk mempertahankan keaslian rasa jamu gendong, pihak hotel secara khusus merekrut mbak-mbak penjual jamu gendong sebagai karyawan untuk meracik bahan-bahan jamu dan sekaligus menghidangkannya kepada tamu-tamu.

Di tengah membanjirnya berbagai produk minuman berenergi yang dalam iklannya sering menjanjikan dapat memulihkan tenaga dan stamina yang loyo, munculnya produk jamu gendong ke tingkat global patut diapresiasi.

Apalagi dikaitkan dengan trend gaya hidup sebagian masyarakat yang mulai back to nature, di mana kita sebaiknya kembali pada produk-produk alami untuk mengurangi efek samping penggunaan produk makanan, minuman atau obat-obatan.

Minum jamu memang terasa pahit, tapi menyehatkan.

Iklan

2 pemikiran pada “Jamu Gendong, Produk Lokal Khasiat Global

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s