Apa Kabar, Ibunda ?

“ Ini di mana, di camp apa di Ponti ? ”, tanya ibunda setiap kali saya menelepon beliau. Itulah pertanyaan pertama yang pasti saya terima sebelum saya menanyakan kabar beliau.

Seperti halnya tadi pagi, setelah saya jawab kalau sekarang saya berada di camp dan belum sempat menanyakan kabarnya, beliau langsung bercerita sedang dalam perjalanan untuk menghadiri acara pernikahan. Dan ibunda pun bilang nggak bisa ngobrol berlama-lama karena ada beberapa temannya yang ikut dalam perjalanan itu.

Meskipun hari ini hari libur, bukan berarti nggak ada kegiatan sama sekali atau bersantai ria. Selesai bangun pagi dan sholat subuh, saya sudah buat catatan ada delapan hal yang harus saya kerjakan pada hari ini. Dan menelepon ibunda adalah agenda yang harus saya sempatkan di antara tujuh kegiatan lainnya di hari libur ini.

Ya, terasa ada kerinduan untuk menelepon orang tua khususnya ibunda tercinta.

Ibunda yang selalu mendoakan anak-anaknya,

Ibunda yang sering mengingatkan saya apakah sudah melakukan sholat tahajud, sholat dhuha dan bersedekah,

Ibunda yang tidak lupa mengirim hadiah kepada cucu-cucunya yang berulang tahun,

Ibunda yang membagikan kembali uang kiriman bulanan dari anak-anaknya untuk saudara-saudaranya yang lebih memerlukan,

Ibunda yang jarang menolak jika diajak bepergian mengunjungi saudara lainnya yang sedang sakit, menengok keluarga yang anaknya baru melahirkan atau melayat sanak saudara yang meninggal,

Begitu banyak perhatian dan kasih sayang yang telah ibunda berikan, namun begitu sedikit waktu yang saya sempatkan untuk berbicara dengan beliau…meski lewat telepon.

Saya teringat seseorang yang pernah menasehati, “Bahagiakanlah dan muliakanlah kedua orang tua terutama ibu ketika beliau masih hidup, sebelum rasa penyesalan itu muncul ketika beliau telah dipanggil untuk menghadap Yang Maha Kuasa dan kita belum berbakti kepadanya”.

Seuntai doa dan harapan,  senantiasa ananda panjatkan ke hadirat Allah SWT :

Ya, Allah, ampunilah dosa dan kesalahan orangtua kami. Sayangilah beliau sebagaimana beliau menyayangi kami sewaktu kecil.  Amin Ya Robbal ‘Alamin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s