Agar Lawan Bicara Lebih Banyak Bercerita

Kalau direnungkan sejenak, ternyata waktu saya sehari-hari justru sering terpakai untuk mendengarkan cerita dari lawan bicara. Ya, lawan bicara tersebut maksudnya bisa teman kerja,  tamu-tamu yang datang silih berganti, warga masyarakat dan juga yang pasti dengan istri.  Caranya pun bermacam-macam, ada yang tatap muka, lewat telepon atau bahkan melalui internet.

Dan yang namanya mendengarkan cerita, waktunya bisa setiap saat dan spontan. Tempatnya pun bisa di kantor, ruangan makan, di gazebo, tempat olahraga, tempat ibadah ataupun di dalam kendaraan (kalau di tempat yang satu ini, saya malah lebih susah mendengarkan cerita karena sering tertidur). Yang namanya bicara atau ngobrol, kalau ketemu bahan omongan yang cocok dan banyak kesamaannya, pasti waktu sejam dua jam terasa sebentar.

Lalu pertanyaannya, apakah kalau seseorang itu sering ngobrol atau mendengarkan orang lain bicara lalu identik dengan buang-buang waktu. Kalau ada orang yang sering mendengarkan orang lain bercerita, terus dicap nggak produktif. Apakah istilah No Action Talk Only (NATO) itu selalu dipersepsikan jelek ? Apakah  Omdo alias omong doang itu selalu berkonotasi negatif ?

Lalu, bagaimana dengan seorang dosen dari Jogja yang selama 2,5 jam menceritakan pengalamannya tinggal selama empat bulan di salah satu desa di Kalbar untuk meneliti keberhasilan petani sawit yang membawa pengaruh bagi perkembangan dan kemajuan wilayahnya?.  Apakah itu bukan suatu informasi yang menarik ?

Bagaimana dengan seorang auditor yang selama 1,5 jam di dalam kendaraan berkisah, bahwa yang namanya sertifikasi ekolabel  itu sangat diperlukan untuk membenahi sebuah sistem kerja di perusahaan. Apakah itu bukan suatu hal yang harus didengarkan dan ditindaklanjuti ?

Bagaimana pula dengan seorang teman dari NTB yang sudah lama tidak bertemu dan di tengah dinginnya udara malam, bercerita tentang kampung halamannya yang dilanda kerusuhan, akibat kurangnya sosialiasi pada saat sebuah perusahaan tambang beroperasi. Apakah itu bukan sebuah pelajaran berharga yang harus disimak, agar tidak terjadi hal serupa di tempat lain?

Bisa jadi, selama ini kita cenderung lebih banyak berbicara daripada mendengarkan lawan bicara kita. Sebagai orang tua, lebih banyak berbicara daripada mendengarkan keluhan anaknya. Sebagai suami, jarang memberikan sang istri kesempatan untuk berdiskusi. Sebagai guru, lebih banyak berkomunikasi satu arah di depan kelas dan kurang meluangkan waktu bagi anak didiknya untuk menyampaikan pendapat yang berbeda.

Padahal, jika kita ingin mendapatkan sebuah informasi atau perkembangan tentang sesuatu hal, justru kita harus memberikan kesempatan lawan bicara untuk lebih banyak bercerita. Memang hal ini tidak mudah, karena perlu kesabaran dan kebesaran jiwa untuk mengendalikan rasa ego kita.

Terus, apa kuncinya supaya lawan bicara banyak bercerita? Nggak susah kok, berikan pertanyaan padanya. Cara tersebut sering saya praktekkan, dan hasilnya memang oke. Dengan hanya melontarkan satu pertanyaan singkat, lawan bicara pun sering merespon dengan cerita yang lengkap. Ibaratnya tanya satu kalimat, jawabannya satu paragrap. Sebuah jawaban atau cerita yang isinya lebih dari yang saya tanyakan, dan bahkan bisa dijadikan sebuah tulisan.

Akan lebih baik lagi kalau pertanyaannya terkait dengan minat, kesukaan dan latar belakang lawan bicara kita. Kalau lawan bicara nggak hobi nonton bola, ya jangan ditanya gimana kok Bayern Muenchen bisa kalah dari Chelsea di final Piala Champions,  padahal bermain di kandang sendiri. Kalau dia nggak tahu Lady Gaga, ya jangan ditanya konsernya di Jakarta kok gagal. Sekali pertanyaan nggak nyambung dan susah dijawab, suasana pembicaraan pun jadi tidak hangat.

Jadi kesimpulannya, salah satu cara untuk menggali informasi adalah dengan bertanya dan mendengarkan. Ada satu pesan teman saya yang perlu disimak bahwa, tidak semua galau itu identik dengan kondisi bingung atau resah, karena ada galau yang artinya God Always Listening And Understanding. Tuhan selalu mendengarkan dan memahami…….

Referensi gambar :

http://i.istockimg.com/file_thumbview_approve/10567140/2/stock-photo-10567140-primary-school-asking-teacher.jpg

Iklan

2 pemikiran pada “Agar Lawan Bicara Lebih Banyak Bercerita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s