Pelanggan Setia

Kenapa sih tetap naik Damri? Padahal ‘kan sering mogok. Demikian pertanyaan dan alasan yang sering dilontarkan teman-teman saya di kantor.

Damri, nama perusahaan bus milik pemerintah (BUMN) yang salah satu rutenya adalah Pontianak – Nanga Pinoh  PP.

Setiap bulan, saya dan tiga orang teman ditugaskan mengikuti rapat di Pontianak. Dari empat orang itu, dua orang sering menumpang Damri. Dua orang lagi biasanya naik bis yang dikelola swasta.

Saya termasuk pelanggan Damri juga, tapi tidak sefanatik teman saya. Teman saya yang suka naik Damri bisa saya golongkan pelanggan setia. Susah mengajak dia untuk naik selain Damri. Kalau dalam sepakbola, seperti fans berat suatu kesebelasan. Kalau penggemar AC Milan disebut milanisti, fansnya Inter Milan namanya internisti, Aremania untuk pendukung Arema Indonesia,  dia termasuk Damri mania begitulah.

Apa bedanya pelanggan biasa dengan pelanggan setia ? Kalau pelanggan biasa seperti saya, masih ada kemungkinan memilih bis lainnya. Tapi kalau pelanggan setia, ibaratnya dia punya prinsip, berat sekali untuk pindah ke selain Damri. Bahkan, cenderung tak bisa ke lain Damri.

Sebenarnya, ada beberapa pilihan untuk menempuh perjalanan dari Pinoh – Pontianak sejauh sekitar 500 km. Jika naik bis, ada enam perusahaan yang melayani trayek tersebut PP.

Cuma satu yang punya pemerintah (BUMN) : Damri. Lima lainnya swasta  :  Tanjung Niaga, Adau Transport Service (ATS), Maju Terus (Marus), ABM dan yang baru Tri Star Melawi (TSM).  Waktu tempuhnya sekitar 10 jam dan berangkat setiap hari.  Dan harga tiketnya sekitar 120 ribu rupiah per orang.

Khusus untuk Damri, sehari ada dua trip. Pagi berangkat jam 9.00 dan malam jam 19.00. Lainnya berangkat sore dan malam hari. Keberangkatan bis pun ada urutannya, lho.

Pertama ABM berangkat jam 18.00, ATS jam 18.20, Tanjung Niaga jam 18.30, Marus, Damri, dan terakhir TSM jam 19.00. Selain bis umum, ada juga kendaraan kijang travel.

Kalau mau lebih cepat, bisa naik pesawat terbang, tapi ke Sintang dulu sekitar 1,5 jam dari Nanga Pinoh. Setelah itu terbang dengan Kalstar atau Indonesia Air Transport.

Waktu tempuhnya singkat, cuma 35 menit dengan harga tiket sekitar 600 ribu rupiah. Sebenarnya dari Nanga Pinoh ada juga pesawat ke Pontianak, tapi rutenya Nanga Pinoh –  Ketapang – Pontianak PP. Itupun seminggu cuma dua kali.

Menurut Pontianak Post (14/7),  sekarang ini pemerintah sedang menjajagi rute penerbangan langsung Nanga Pinoh – Pontianak PP. Bandara yang ada akan direnovasi. Landasan pacunya diperpanjang 300 meter menjadi 1.300 meter. Lebarnya ditambah 7 meter menjadi 30 meter.

Terus, apa yang bikin saya dan teman tadi susah pindah ke lain Damri ? Untuk saya alasannya simpel : bisa tidur selama di perjalanan. Memang benar, kalau bis Damri bagi sebagian orang sering dibilang mogok. Bagi saya nggak terlalu berpengaruh. Bahkan terkadang saya nggak tahu kalau bisnya lagi mogok, lha saya lagi tidur.

Tapi kalau bicara rasio sesuai pengalaman, perbandingannya 10 : 1. Hitungannya dalam 10 kali perjalanan naik Damri, kejadian mogok paling banter 1 kali karena rusak mesin, pecah ban atau masuk angin. Itu masih wajar.

Memangnya yang naik kendaraan lainnya dijamin nggak bakal mogok. Apa penumpang yang pernah naik pesawat terbang juga berangkatnya selalu on time, nggak pernah delay akibat kerusakan teknis pesawat ?

Kalau dibilang sering mogok, kenapa banyak orang masih pilih naik Damri?  Sebulan yang lalu, ada dua bis yang berangkat dari Nanga Pinoh. Satu bis malah penumpangnya 90 % anak-anak SMU yang mau ikut tes SNMPTN di Pontianak.

Terakhir, waktu saya berangkat dari Nanga Pinoh sekitar seminggu yang lalu (10/7) juga sama, Damri sampai mengerahkan 2 bis untuk mengangkut penumpang.

Bahkan menurut mekanik Mercedes Benz,  jumlah bis Damri Stasiun Pontianak termasuk ketiga terbesar di Indonesia, setelah Damri Bandara Soekarno-Hatta dan Damri Lampung.

Nah, kalau saya cerita pengalaman di atas, bukan berarti saya habis dikasih hadiah atau tiket gratis oleh Damri. Atau saya minta orang lain naik Damri, lho. Apalagi dianggap promosi.

Adalah hak setiap orang untuk memilih naik kendaraan apa. Tidak ada unsur paksaan dalam memilih angkutan di perjalanan. Banyak pilihan, kok.

Sumber foto :

http://www.bismania.com

2 pemikiran pada “Pelanggan Setia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s