Kenangan di Masjid Raya Cinere

Alhamdulillah, tanpa diduga dan direncanakan, Tuhan memberikan kesempatan pada saya untuk melihat ibukota negeri tercinta, Jakarta. Bukannya saya tidak pernah pergi ke kota metropolitan yang terkenal dengan kemacetannya itu. Terakhir, mungkin tiga tahun yang lalu.

Karena momennya mendekati bulan Ramadhan, saya mau berbagi cerita yang kalau dipikir-pikir semuanya terjadi secara tidak sengaja dan memberikan hikmah bagi saya

Awalnya saya dan lima orang teman diantar kendaraan perusahaan untuk menuju suatu tempat di cinere. Karena saya bawa BB yang sudah dipasang GPS, langsung saya tandai posisi berangkat dari hotel dan tempat yang dituju : Cinere.

GPS langsung membuat track di peta Jakarta dengan garis warna merah. Plus keterangan : Jarak tempuh 21,6 km, waktu tempuh 28 menit. Garis itu menunjukkan rute yang harus dilewati : jalan Hayam Wuruk – Majapahit – Medan Merdeka Barat – Thamrin – Fatmawati – Lebakbulus – Cinere. Rupanya peta Jakarta yang ada di GPS lengkap sekali. Nama jalan kecil atau gang pun tergambar jelas.

Rupanya hitungan waktu tempuh di atas kalau nggak ada kemacetan. Kenyataannya, walaupun sudah berangkat jam 6.30 dari Hayam Wuruk, ternyata tiba di Cinere sekitar jam 8 pagi. Perlu 1,5 jam sampai di lokasi yang dituju. Awalnya waktu berangkat lalu lintas lancar, nggak ada macet. Setelah masuk Depok, kendaraan mulai padat merayap.

Sampai di Cinere, rupanya kantor yang dituju belum buka. Lokasinya pas di seberang Polsek Limo. Ditunggu setengah jam lebih belum buka juga. Rupanya ada dua orang kawan yang pingin ngopi dan buang air kecil. Daripada menunggu kantor buka sambil bengong, terus mereka cari tempat di seberang jalan.

Kebetulan di seberang jalan kelihatan menara mesjid. Langsung mereka menuju ke situ. Pasti disitu ada masjid. Selesai buang air kecil di toilet masjid dilanjutkan ngopi di kantin Polsek Limo. Empat orang lainnya termasuk saya yang menunggu di depan kantor yang masih tutup tadi ikut juga ngopi dan cari toilet.

Nah, pas saya masuk ke halaman masjid, toilet dan tempat wudhunya bukan main bersihnya. Ini saya ambil gambarnya :

Saya baru tahu rupanya bangunan itu adalah Masjid Raya Cinere (MRC). Di komples masjid itu ada juga SMP dan SMA. Nggak cuma buang air kecil, saya sama satu orang kawan sekalian sholat dhuha di situ. Tambah kagum saya melihat interior MRC. Disainnya bagus, rapi, bersih dan karpetnya wangi.

Kelihatan sekali kalau masjid tersebut dikelola dengan professional. Tidak hanya ruang sholatnya, bahkan sampai ke tempat wudhu dan toiletnya. Nggak kalah dengan toilet di hotel berbintang. Semuanya diperhatikan dan dirawat dengan serius. Kok bisa-bisanya masjid besar bisa terawat seperti ini. Saya pun baru tahu jawabannya ketika membaca informasi yang ditempel di tempat wudhu yang isinya seperti ini :

Rupanya pengurus MRC menyediakan nomor telepon untuk meminta saran dan kritik orang-orang yang pernah berkunjung ke situ. Biasanya orang atau pihak kalau dikritik merasa alergi. Di MRC, pengurus justru minta dikritik. Bisa jadi dari kritik dan saran itu, mereka dapat masukan untuk membenahi dan merawat masjid dengan baik.

Urusan bangunan masjid mulai dari tempat sholat, tempat wudhu dan toilet sudah buat saya kagum. Bukan hanya itu. Hal kedua yang membuat saya juga kagum dan senang adalah ketika waktu sholat Dhuhur tiba. Anak-anak SMP dan SMA yang ada disekitar masjid bergegas melaksanakan sholat berjamaah. Saya lihat ada dua shof cewek dan dua shof cowok waktu itu. Gambaran saya tentang anak-anak SMA di Jakarta yang sering tawuran seperti tayangan di tv langsung hilang.

Satu lagi, pas sore hari waktu ashar ada acara pengajian untuk anak-anak. Saya lihat di sekeliling beranda masjid ada 4 kelompok anak-anak SD yang sedang diajar oleh guru mengaji. Mereka mengulang bacaan surat yang dicontohkan oleh gurunya.

Walaupun saya dan teman-teman kebetulan cuma menumpang buang air kecil dan sholat di MRC, tapi saya melihat ada satu hikmah yang diperoleh. Bahwa hadits Nabi Muhammad yang berbunyi “Kebersihan adalah Sebagian dari Iman”, di MRC bukan hanya sebatas slogan, tapi diwujudkan dalam bentuk tindakan.

Sebagai muslim, bagaimana kita akan beribadah atau sholat dengan khusuk kalau lingkungan masjid atau tempat sholat kita tidak bersih?

2 pemikiran pada “Kenangan di Masjid Raya Cinere

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s