Beli Ayam Sekalian Bulunya

Kalau kita beli ayam di pasar untuk lauk-pauk, biasanya bagian tubuhnya sudah dipotong-potong dan dibersihkan. Ada kepala, dada, paha, ceker sampai jeroan. Harganya pun berbeda sesuai dengan potongannya. Jadi yang kita beli potongan atau bagian yang diperlukan.

Tapi di lokasi kerja saya dan desa-desa sekitar, cara membeli ayam lain lagi. Harganya bukan dihitung per potong bagian tubuh, tetapi utuh satu ekor, mulai kepala sampai ceker.

Terus kalau belinya utuh satu ekor, menghitung harganya gimana ? Sesuai berat ayamnya dan dihitung pakai timbangan. Seperti kalau kita beli buah apel, jeruk atau mangga. Biasa yang digunakan adalah timbangan dengan kapasitas sampai 5 kg, seperti yang dipakai untuk menimbang gula pasir atau tepung terigu.

Ayam potong broiler atau biasa disebut ayam putih yang akan dibeli diletakkan di atas timbangan. Selanjutnya dihitung berapa kilogram beratnya. Ayam yang dijual beratnya sekitar 1,5 – 2 kg.

Kalau perkilonya 27.000 rupiah dan ayam yang ditimbang beratnya 1,7 kg, jadi harganya 45.900 rupiah. Makin berat ayamnya, waktu ditimbang biasanya makin jinak. Karena ayamnya susah bergerak, menahan bobot tubuhnya. Biasanya ayam yang sudah berbobot sekitar 2 kg. Makin ringan bobotnya, makin lincah waktu ditimbang. Terkadang malah harus dipegang, supaya jarum timbangan tidak terus bergerak-gerak.

Komentar seorang kawan, ”Kalau beli ayam seperti ini, bukan cuma daging dan tulangnya yang dibeli, tapi sampai ke bulu-bulunya”.

Referensi Gambar :

  • Sniperoze.blogspot.com

Satu pemikiran pada “Beli Ayam Sekalian Bulunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s