Siswa Kelas I Ikut Bimbingan Belajar, Apakah Perlu?

Lewat telepon seluler (ponsel), istri saya cerita, dia baru saja memberi ultimatum anak-anak, terutama yang kelas 6 SD dan 3 SMP. “Pokoknya kelas 1 SMP dan 1 SMA nanti , nggak ada yang namanya ikut les atau bimbingan belajar ”, ujarnya.

Saat ini saja, untuk menghadapi Ujian Nasional (UN) tahun 2013, anak-anak sudah harus menyisihkan  2-3 hari seminggu untuk ikut bimbingan belajar. Mereka harus mempersiapkan diri dari sekarang, padahal UN berlangsung sekitar 8 bulan lagi.

Terkadang, muncul rasa iba juga setelah melihat anak-anak habis pulang sekolah, terus les dan pulang ke rumah keletihan dan tertidur. Bagi si sulung, sewaktu kelas 2 SMP, karena jarak dari sekolah ke tempat les dekat, pulang sekolah nggak langsung ke rumah. Tetapi beli makan siang dan istirahat di sekolah. Setelah itu, langsung ke tempat les dan selesai baru dijemput ibunya.

Anak-anak yang saat ini duduk di bangku kelas 6 SD , 3 SMP dan 3 SMA, baru masuk tahun ajaran baru sudah dihadapkan pada pilihan : ikut bimbingan belajar atau tidak, ikut les atau belajar sendiri. Ikut les privat atau bimbingan belajar. Semuanya punya tujuan yang sama, dapat nilai bagus pada waktu UN dan SNMPTN, serta diterima di sekolah atau perguruan tinggi yang diinginkan.

Dan jika pilihannya adalah ikut bimbingan belajar atau les, orangtua yang harus siap-siap untuk menyediakan dana yang tidak sedikit.

Apalagi kalau memilih ikut bimbingan atau les jangka panjang, sekitar 8-9 bulan. Seperti atlet yang menjalani Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) yang akan dikirim mengikuti turnamen atau kejuaraan. Bedanya kalau atlet, hanya fokus pada satu bidang atau cabang olahraga, misal bulutangkis, atletik atau sepakbola. Selama itu pula, dia akan konsentrasi berlatih fisik dan teknik didampingi sang pelatih.

Tetapi kalau anak-anak sekolah, mereka harus mempelajari berbagai mata pelajaran. Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris. Semua mata pelajaran yang akan diujikan pada saat UN. Selain mata pelajaran itu sudah diajarkan di sekolah, dia harus belajar lagi di bimbingan.

Memang kalau ditinjau dari sisi persiapan, tidak ada salahnya merencanakan beberapa bulan sebelumnya mengikuti bimbingan untuk menghadapi UN atau SMPTN.

Namun, jika hal tersebut sudah dimulai ketika anak-anak baru kelas 1 SMP atau 1 SMA, muncul pertanyaan yang jadi bahan diskusi saya dengan istri lewat telepon. Apakah pelajaran yang sudah diberikan di sekolah tidak cukup? Apakah tidak muncul kejenuhan belajar saat anak-anak duduk di bangku kelas 3? Apakah kondisi badan dan pikiran yang letih saat dipacu mengikuti bimbingan sejak kelas 1, bisa kembali segar saat menghadapi UN atau SNMPTN?

Referensi Gambar :

  • cikarang.biz

15 pemikiran pada “Siswa Kelas I Ikut Bimbingan Belajar, Apakah Perlu?

    1. Kadang-kadang anak yang jadi korban dari gengsi dan ambisi ortunya.
      Potensi dan prestasi anak, seharusnya tidak hanya dinilai dari angka-angka yg diperoleh saat ulangan atau UN.

  1. ada banyak kasus dimana guru juga mengajar di lembaga bimbingan tertentu. Nah saat mengajar di sekolah, dia memberikan soal latihan/ulangan yang sudah pernah dibahas di lembaga bimbingan. Ada juga yang di sekolah dia ngajar “kulit luar” saja terhadap sebuah materi pelajaran, sementara di tempat bimbingan dia kupas tuntas sampai dalam. Ini sebenarnya pemaksaan secara halus agar anak2 ikut bimbingan di tempat dia mengajar.

    Jika guru di sekolah mengajar secara benar dan orang tua bisa membimbing dan mengawasi anak-anaknya belajar di rumah, pastilah lembaga bimbingan belajar nggak bakal laku

    1. Betul mbak, kalau proses belajar mengajarnya benar, sebenarnya pelajaran dari sekolah sudah cukup. Sekolah terkadang juga memberikan tambahan pelajaran/les saat menjelang UN.
      Apalagi di jaman digital seperti sekarang ini, informasi tentang pelajaran sekolah tidak sulit diperoleh.
      Saya kasihan sama anak-anak sekarang. Beban belajar mereka terlalu besar.
      Buku-buku yang dibawa anak SD ke sekolah, lebih berat daripada buku anak SMA atau bahkan mahasiswa.

  2. trie

    Pendidikan diindonesia jika kita cermati sebenarnya mundur, saat ini siswa hanya disuguhi teori teori diatas kertas dan berorientasi pada nilai nilai yang tidak membuat siswa cerdas. dulu un bukan momok yg ditakuti tetapi saat ini un membuat semua sekolahan berbuat curang agar siswanya bisa lulus semua.
    kenapa kita tidak memberikan pelajaran yang orientasinya hasil akhir ( setelah tidak sekolah) jadi para siswa tau mau kemana atau berbuat apa pasca sekolah.

    1. Sependapat. Untuk menunjang hal tsb, saat ini sekolah-sekolah kejuruan atau SMK perlu diperbanyak.
      Anak-anak SMK lebih trampil dalam merancang dan membuat produk. Lulusannya pun lebih banyak terserap dalam dunia kerja.

  3. gak ada salahnya ikut les/Bimbel, kalo anaknya tidak merasa keberatan apalagi atas permintaan si anak sendiri, kita juga tidak bisa hanya mengandalkan pendidikan dari sekolah saja karena ada juga anak-anak yang merasa kurang cukup puas dengan pelajaran yang diajarka gurunya disekolah, kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung apa yang baik buat anak-anak kita, tidak semua orang tua punya kesempatan mengajari anak-anaknya dirumah setiap malam karena ada juga orang tua yang hanya bisa 4x dalam sebulan mengajari anak-anaknya, kalo seperti ini kasihan anaknya juga kan?, jadi Les/Bimbel atau apalah yang tujuannya baik untuk anak, dan si anak tidak merasa keberatan dengan semua itu saya rasa gak ada masalah.

    1. Menarik sekali pendapat yg disampaikan mbak Asra. Memang, kalau pelajaran di sekolah dan cara penyampaiannya dinilai kurang, ditambah kesibukan orangtua, les atau bimbel bisa menjadi solusi.
      Sepanjang hal tersebut juga sesuai keinginan anak, saya pikir juga nggak masalah.

      Salam kenal.

  4. eka

    saya siswi kelas 3 smp untuk menghadapi un saya ingin belajar sendiri dan selalu berdo’a supaya saya bisa masuk sma negeri tetapi saya tidak mau ikut bimbel karena saya ingin berusaha sendiri untuk menghadapi un
    apakah menurut bapak saya mampu untuk menghadapi un dan nilai saya bisa baik?

    1. terima kasih Eka, sudah berkunjung ke blog saya.
      kalau Eka belajar dengan rajin, sering ikut try out dan selalu berdoa, Insya Allah bisa mendapat nilai UN yang baik dan diterima di SMA negeri seperti yang diinginkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s