Tahun ini Nggak Mudik

Tahun ini, saya dan keluarga tidak mudik ke tempat orangtua di Jogja dan Semarang. Sesuai hasil kesepakatan dengan istri dan anak-anak, rencana merayakan lebaran diputuskan di Pontianak. Sudah cukup lama tidak bersilaturahmi dengan tetangga dan teman-teman kerja. Dingat-ingat, sudah cukup lama juga tidak berlebaran di Pontianak. Terakhir 5 tahun yang lalu.

Tahun lalu? Sama saja. Saya malah lebaran di camp. Kalau yang bekerja di kota, biasanya sang ayah atau suami yang pulang ke rumah dan sudah ditunggu anak-anak dan istri tercinta.

Karena saya kerja di hutan dan tinggal di camp, malah sebaliknya. Keluarga yang datang ke tempat kerja. Istri dan empat orang anak berangkat dari Pontianak menumpang bis malam sekitar 10 jam. Saya yang datang menjemput mereka di Nanga Pinoh.

Tiba di Nanga Pinoh dilanjutkan menggunakan kendaraan kijang carteran ke logpond, tempat pengumpulan kayu bulat yang berada di tepi sungai Melawi. Waktu tempuhnya sekitar 1 jam 15 menit. Dari sini dilanjutkan lagi menggunakan kendaraan perusahaan ke lokasi base camp sekitar 45 menit. Jadi total perjalanan Pontianak – Nanga Pinoh – Base Camp sekitar 12 jam.

Ada yang disenangi anak-anak saya kalau berlebaran di camp. Apa itu? Berlebaran sambil berwisata. Untuk yang nomor tiga dan empat, Nabil dan Andra, cowok-cowok yang umurnya 5 dan 6 tahun, lebaran di camp berarti bermain sepuasnya. Memberi makan ikan di kolam depan kantor dan bermain di sungai Ella Hulu yang airnya jernih. Segala macam permainan di taman sekolah juga dicoba.  Jungkat-jungkit, papan luncuran, ayunan hingga memanjat dinding dari tali.

Bagi dua orang kakaknya yang cewek, liburan di camp berarti bisa menyalurkan hobi. Nadia, sulung yang punya kegemaran memotret senang bisa mendapatkan obyek-obyek baru yang tidak ada di kota. Lingkungan base camp yang berbukit-bukit, taman di sekitar kantor, mess karyawan yang rapi sampai kondisi hutan yang masih asri. Hasil jepretannya lumayan juga. Bagi siapa saja yang punya hobi fotografi, pasti senang melihat begitu banyak obyek bagus yang bisa diabadikan di camp.

Untuk anak kedua, Aysha, liburan di camp berarti bisa bermain-main dengan teman-teman sebaya yang cuma setahun sekali bertemu. Kapan? Kalau tidak waktu libur tahun ajaran baru ya pas lebaran.

Tidak hanya itu, ada satu momen khas yang sering diingat anak-anak waktu lebaran di camp. Apa itu? Berbalas kunjungan. Selesai sholat ied, bisanya ada kunjungan teman-teman kerja ke rumah. Sebagai tuan rumah, menghidangkan berbagai jenis kue dan minuman sudah merupakan tradisi yang tidak pernah ketinggalan.

Setelah bersalaman dan ngobrol-ngobrol sebentar, mereka akan pamit dan berkunjung ke rumah keluarga lainnya. Setelah tamu pulang semua, Giliran saya dan keluarga yang berkunjung ke teman-teman kerja yang lainnya, terutama yang sudah bekeluarga. Waktunya bisa siang atau sore harinya. Dan kunjungan balasan ini afdolnya bisa dilakukan bersama-sama dengan keluarga lainnya yang sudah dikunjungi.

Anak-anak, terutama yang kecil-kecil senang kalau ikut kunjungan balasan. Saya juga heran. Biasanya kalau di Pontianak diajak ke tetangga atau teman istri saya, mereka jarang ada yang mau. Tetapi waktu di camp, diajak berkeliling ke rumah-rumah, mereka justru bersemangat. Setelah diselidiki, ternyata waktu berkunjung keliling ke rumah-rumah, mereka senang melihat dan mencoba berbagai kue yang dihidangkan tuan rumah. Bermacam-macam kue basah, kue kering, manisan, permen baik buatan toko atau buatan sendiri, secara khusus disajikan di atas meja plus minumannya. Minumannya pun beraneka ragam : aqua, minuman kaleng, sirup.

Pengalaman seperti itu yang tidak mereka jumpai ketika berlebaran di tempat kakek neneknya. Peristiwa silaturahmi bergantian atau saling berbalas kunjungan yang tidak dialami ketika anak-anak mudik. Beda tempat memang beda budaya.

Di Jogja atau Semarang, kalau kita ketemu teman dan keluarganya dilapangan selesai sholat Ied, kemudian bersalaman sudah diartikan bersilaturahmi. Bertemu dengan tetangga di depan pagar rumah dan bersalaman sudah dianggap bersilaturahmi.

Namun di Pontianak atau di base camp lain lagi. Namanya bersilaturahmi yang mesti berkunjung ke rumah dan mencicipi hidangan yang disajikan. Tidak hanya itu, ada kunjungan balasan bagi tuan rumah ke tempat tinggal tamunya. Terutma bagi mereka yang sudah bekeluarga. Mirip dengan blogwalking kalau di dunia blogging. Datang dan meninggalkan jejak dengan berkomentar.

2 pemikiran pada “Tahun ini Nggak Mudik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s