Tiket Mudik dan Arus Balik tak Selalu Naik

Bagi para sobat yang sering pulang ke kampung halaman waktu lebaran, tentu harus menyiapkan dana lebih dari biasanya untuk membeli tiket mudik. Harga tiket bis, travel, kereta api maupun pesawat  seminggu sebelum dan setelah lebaran biasanya melambung tinggi dibanding hari-hari biasa.

Musim – musim puncak (peak season) seperti lebaran, natal, imlek dan libur tahun ajaran baru memang  saat yang tepat untuk berkumpul sekaligus berlibur bersama keluarga. Namun demikian, tak jarang para pemudik harus menyiapkan  dana lebih dan merogoh kocek lebih dalam untuk membeli tiket transportasi.

Tak hanya untuk tiket berangkat, tiket pulang atau biasa dikenal dengan arus balik setelah lebaran juga harus dipesan para mudikers dan arus balikers jauh-jauh hari sebelumnya.  Pada H-7 dan H+7,  biasanya kenaikan harga tiket masih cukup tinggi. Minimal 25 % dari harga tiket  normal. Istilahnya, kena tuslah  atau tambahan harga. Bahkan ada yang naiknya hingga 100 %.

Kata teman saya yang biasa menangani pemesanan tiket, saya terlambat untuk beli tiket lebaran. Lebaran kurang dari 2 minggu,  tiket baru dipesan tanggal 7 Agustus untuk keberangkatan tanggal 16 Agustus. Tiket pun baru saya ambil tanggal 11 Agustus.

Walaupun terlambat pesan dan beli tiket, ada satu hal yang bikin saya senang. Ternyata harganya tidak naik. Wah, berarti  sama saja harga tiket mudik dengan hari-hari biasa. Saya coba bandingkan dengan harga tiket waktu bulan Juni 2012 yang masih saya simpan, seperti gambar  di bawah ini  :

Belum ada kenaikan, tidak ada tuslah, masih 120 ribu rupiah. Ditambah lagi dapat bonus deretan kursi paling depan. Nomor 1 A. Damri memang memberikan nomor kursi 1 baris dari 1A – 1D. Ada 9 baris  kursi  dan  baris paling belakang di samping toilet.

Terus terang aja, kalau boleh memilih, saya lebih suka duduk di kursi baris tengah.  Jarang sekali duduk di baris paling depan. Susah tidur karena kena sorot lampu kendaraan dari arah depan.  Tapi karena orang lain cari tiket saja susah, masa tiket yang sudah ada di tangan harus ditukar? Setelah saya rasakan, enak juga duduk di kursi depan, untuk kaki berselonjor lebih nyaman.

Tidak hanya tiket mudik,  waktu saya ambil tiket arus balik ke Nanga Pinoh tanggal 22 Agustus , harganya juga tetap. Padahal masih dalam periode H+3 setelah lebaran.

Untuk tiket balik  ini saya memang sudah pesan tiga minggu sebelumnya. Kemarin (21/8), saya ke kantor Damri untuk ambil tiket, dan ternyata  harganya  masih 120 ribu.

Secara umum, sulit terbantahkan bila ada orang yang berpendapat bahwa tiket transportasi lebaran plus arus mudik pasti naik.

Namun pengalaman saya naik Damri membuktikan,   ternyata  harga tiket mudik lebaran dan arus balik tidak selalu naik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s