Menjelajahi Dunia Kompasiana

Tanggal 25 Agustus 2012 menjadi momen penting dan tak terlupakan. Pada hari itu tulisan saya yang pertama sebagai seorang kompasianer langsung masuk kategori highlight dalam rubrik Muda.

Benar-benar diluar dugaan, tapi bikin saya puas dan senang. Betapa tidak, bagi seorang kompasianer pemula seperti saya, tampilnya tulisan di highlight adalah bentuk pengakuan dan penghargaan atas hasil karya seseorang. Sebuah bentuk apresiasi dari media online yang terpercaya, mempunyai jangkauan luas dan memiliki reputasi tinggi.

Pada hari itu, satu paket kegiatan untuk menjelajahi dunia kompasiana saya lakukan. Mulai pertama kali mendaftar, melakukan konfirmasi ulang, mendapatkan akun, hingga buat tulisan. Rupanya tulisan perdana saya yang berjudul “Haruskah Anak SMP Menunggu Hingga Umur 17 Tahun untuk Mendapatkan SIM C”, dinilai admin sebagai hal yang penting.

Sampai dengan pagi ini (27/8), judul tersebut masih nongol di highlight rubrik muda dan disimak sekitar 290 pembaca. Ketertarikan saya dengan kompasiana berawal ketika saya membaca edisi cetaknya yang terbit seminggu sekali. Sampai saat ini, sudah sekitar 5 tahun ini saya berlangganan harian Kompas. Walaupun sering membaca edisi online-nya, saya tidak berhenti berlangganan Kompas edisi cetak.

Setiap hari Kamis, edisi cetak kompas memuat satu halaman khusus kompasiana. Halaman yang ditujukan bagi pembaca yang aktif menulis di website www.kompasiana.com. Halaman yang mengusung slogan esensi dan bukan sensasi tersebut menarik minat saya karena tema tulisan yang disajikan isinya tidak terlalu berat, sebagian besar berupa pengalaman pribadi dan bervariasi.

Saya juga baru mengetahui, rupanya jumlah kompasianer sudah mencapai lebih dari 120 ribu orang. Di media tersebut, selain dapat mengekspresikan suara hati kita dengan menulis, kita juga memperoleh informasi suatu kejadian dari sisi yang lain yang belum ditampilkan oleh media lainnya. Pokoknya mengasyikkan sekali.

Memberikan komentar atas suatu isi tulisan dan mendapatkan teman baru juga merupakan manfaat lain kita menjadi kompasianer. Bagi saya, kompasianer adalah kommbinasi dari seorang facebooker dan blogger.

Seorang facebooker akan selalu mengupdate status terhadap sesuatu kejadian yang ia rasakan atau pikirkan. Sementara blogger lebih mengedepankan pada sisi menceritakan, mengkaji atau memberikan informasi lebih mendalam kepada pembaca tentang sesuatu peristiwa.

Bagi peminat dunia maya yang sudah kenyang sebagai facebooker dan banyak makan asam garam menjadi blogger, tidak ada salahnya terjun untuk menjadi kompasianer dan menjelajahi dunia baru yang lebih menantang dan mengasyikkan : dunia Kompasiana.

Sumber gambar :

http://www.kompasiana.com

6 pemikiran pada “Menjelajahi Dunia Kompasiana

  1. Tulisan p Yudi sudah semakin bagus dan nyaman dibaca. Wajar jika berhasil menjadi hightlight di kompasiana. Sy Yakin masih ada beribu ide dari pak Yudi dengan pengalaman yang ada. Salam ..

    1. Terima kasih atas apresiasinya.
      Untuk bisa seperti itu, saya memang terus belajar dan memaksa diri untuk menulis, Pak.

      Ide sudah ada, tinggal kemauan yang diperlukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s