Hambatan dalam Membuat Sebuah Tulisan

Menulis itu gampang-gampang susah. Gampangnya adalah setiap orang sebenarnya bisa melakukan. Setiap orang punya modal yang sama, yaitu anggota badan berupa tangan yang dianugerahkan oleh Tuhan.

Bandingkan anugerah tangan yang lengkap yang kita miliki dengan gambar anak di atas. Jika anak tersebut dengan kondisi anggota badan yang luka dan tangan diperban masih punya kemauan untuk menggambar, bagaimana dengan kita yang memiliki kondisi fisik lebih baik ?

Tidak hanya itu, dari segi perlengkapan untuk menulis, saat ini kondisinya sudah jauh lebih maju. Kalau dulu sebelum ada komputer, cukup menggunakan mesin ketik.

Sekarang, setelah tersedia komputer desktop dan notebook, kegiatan menulis semakin dimudahkan. Bagaimana tidak, bila ada kesalahan ketik, tidak perlu di tipp ex, cairan putih yang diperlukan untuk menghapus tulisan yang salah. Bila belum selesai, bisa disimpan dahulu sebelum diterbitkan.  Dengan bantuan notebook, menulis pun dapat dilakukan tidak hanya di rumah atau di kantor. Di kafetaria bandara sambil menunggu pesawat, waktu bisa diisi dengan mengetik sebuah tulisan. Di dalam mobil yang terjebak kemacetan, waktu tidak akan terasa lama bila diisi dengan mengetik konsep postingan.

Lalu dimana susahnya?

1. Mencari gagasan atau bahan untuk ditulis.
Ini yang tidak setiap orang bisa melakukan. Gagasan sudah berada dalam pikiran, namun kesulitan saat menuangkan dalam bentuk tulisan.

Sebenarnya gagasan atau bahan tulisan dapat diperoleh dari beberapa sumber. Paling mudah adalah berasal dari pengalaman atau peristiwa yang terjadi pada diri anda.

Berangkat ke tempat kerja menggunakan kendaraan umum dan macet di jalan sehingga terlambat datang, bisa jadi sebuah tulisan. Bertemu dengan teman lama di mall dan mengingat kembali masa-masa kecil juga bisa jadi ide suatu tulisan. Menerima keluhan anak di rumah karena banyak tugas di sekolah juga gagasan yang dapat dikembangkan menjadi tulisan.

Ini yang saya lakukan ketika bertemu dengan bermacam-macam orang dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda.  Pernah saya menulis tentang kegigihan seseorang dalam berupaya mencari nafkah dalam tulisan Pelajaran dari Seorang Tukang Ojek.

Di lain waktu saya bertemu dengan tiga mahasiswi praktek dan saya mendapat ide untuk menuliskan kesan yang saya peroleh dalam postingan Bukan Sekadar Praktek Kerja. Pernah juga saya mengantar tamu dari perusahaan yang lain yang ingin melihat batas propinsi dan saya mendapat ide cerita untuk sebuah tulisan yang berjudul Perbatasan Kalbar – Kalteng.

Begitu banyak gagasan dan ide yang melintas di depan kita setiap hari. Diperlukan sedikit kepekaan dan proses berpikir untuk menangkap gagasan tersebut. Supaya tidak mudah lupa, saya biasa mencatat setiap gagasan tersebut dalam buku kecil.

2. Memulai Menulis.
Setelah gagasan diperoleh, inilah saatnya untuk menuliskan pemikiran anda. Pada tahap ini, ada beberapa gangguan yang biasanya datang. Pertama, keinginan untuk mengedit setiap kalimat atau paragrap sebelum satu tulisan selesai. Banyak waktu kita tersita dan habis gara-gara hasrat ingin menyempurnakan kalimat dalam paragraf atau kata-kata dalam kalimat.

Bila anda sekilas salah menulis huruf, kata atau istilah, jangan berhenti untuk memperbaiki. Teruslah untuk menulis hingga paragrap terakhir. Sekali anda berhenti dan mengedit, anda akan kehilangan alur cerita dan dipaksa untuk mengingat kembali isi tulisan dari awal.

Disini diperlukan kemauan yang kuat untuk menyelesaikan hingga akhir paragrap. Setelah selesai, silahkan anda membaca konsep tulisan dari awal hingga akhir paragrap. Lengkapi kata yang kurang, koreksi huruf yang salah, kurangi kalimat yang berlebihan.

Gangguan kedua adalah dering suara telepon selular karena ada pesan atau telepon masuk. Meski tidak terlalu sering, namun gangguan ini dapat membuyarkan konsentrasi anda menulis. Karena anda akan dihadapkan pada situasi yang cenderung mengharuskan untuk menerima dan membalas pesan masuk atau menerima panggilan masuk dan berbicara.

Bukan berarti tidak boleh menerima sms atau panggilan telepon. Namun tidak setiap pesan atau panggilan tersebut harus seketika itu juga direspon. Ini tergantung pada penting tidaknya pesan atau berita yang masuk tersebut. Jika penting, biasanya penelepon akan menghubungi lagi dan tidak hanya sekali.

Alhamdulillah, ini yang saya lakukan ketika membuat tulisan yang sedang anda baca saat ini. Jika anda dapat mengatasi hambatan tersebut , anda dapat membuat dua tulisan sederhana dalam waktu kurang dari setengah hari.

Referensi gambar :

http://www.kompasiana.com

5 pemikiran pada “Hambatan dalam Membuat Sebuah Tulisan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s