Belajar dari Cara Wartawan Bekerja

Bertemu wartawan adalah kesempatan yang tak boleh disia-siakan. Apalagi wartawan dari media cetak nasional “ Kompas” yang oplahnya sekitar 500 ribu eksemplar per hari. Terbanyak pembacanya dibandingkan media cetak lainnya di nusantara.

Kesempatan itu datang tiga hari lalu (20/9) saat wartawan Kompas, Aloysius Budi Kurniawan atau biasa dipanggil Wawan berkunjung ke lokasi kerja. Wartawan Kompas biro Jogja tersebut tergabung dalam rombongan tamu dari UGM dan Kementerian Keuangan.

Tujuannya melihat pembibitan dan penanaman meranti. Dia satu-satunya wartawan diantara para tamu yang sebelumnya mengikuti workshop di Jogja membahas perkembangan penanaman meranti.

Ada hal menarik dari sang wartawan yang saya amati selama di lapangan. Apa itu?

1. Memotret
Setiap kali singgah di suatu tempat, pasti dia memotret. Kamera lensa panjang tidak pernah lepas dari pundaknya. Mobil berjajar dan siap berangkat dipotret, waktu pagi ketika tamu lainnya masih di dalam ruang tamu, dia sudah sibuk memotret pepohonan. Apalagi waktu di lokasi pembibitan dan penanaman. Sering dia berjalan paling depan dibandingkan tamu lainnya.

Selesai memotret, biasanya dia mendengarkan penjelasan dari pihak perusahaan atau dosen UGM. Beberapa poin ditulis dalam buku catatannya. Sesekali bertanya dan setelah itu kembali sibuk dengan dunianya : memotret.

2. Membuat laporan liputan
Setelah kunjungan lapangan, malam harinya kami mengadakan pertemuan. Awalnya saya menduga, pertanyaan akan banyak diajukan sang wartawan. Dugaan saya keliru, waktu itu saat kami berdiskusi, tidak ada satupun pertanyaan atau komentar dari sang wartawan.

Di saat tamu lainnya asyik bertanya pada pihak perusahaan, dia justru lebih banyak diam. Selama 3,5 jam pertemuan, dia lebih sibuk di depan laptopnya. Kalau peserta lainnya minta materi presentasi, dia justru sibuk mengetik. Apa dia nggak tertarik untuk bertanya, berdiskusi atau berkomentar? Kata saya dalam hati.

Pertanyaan saya terjawab pagi hari selesai sarapan. Saat itu, saya ngobrol dengan salah satu dosen FE UGM yang duduk di sebelah sang wartawan saat pertemuan. Dia cerita kalau tadi malam, sang wartawan ini sibuk membuat laporan liputan. Sudah ada tiga judul yang akan dia tulis selama berada di lapangan. Hebat, jadi dia selama pertemuan itu ternyata membuat laporan liputan. Pantas kalau dia lebih fokus untuk mengetik dan bukan bertanya atau berkomentar.

Tak lama kemudian, sang wartawan ini bergabung. Kami bertiga ngobrol. Wartawan tersebut cerita, dia tadi malam juga kirim foto-foto ke redaksi. Kok, kirim foto-foto? Ya, dari capture yang ada, nanti tinggal dibuat tulisan atau kalimat sesuai dengan gambar yang ada. Fasilitas jaringan HSDPA di base camp memungkinkan pengiriman data lebih cepat.

Oh, ternyata seperti itu model kerja wartawan. Dia tidak terlalu terikat dengan agenda formal seperti peserta lainnya. Saat di lapangan, dia ikut ke pembibitan dan lokasi penanaman, sama seperti tamu-tamu lainnya. Berada di lokasi, dia tidak selalu bergabung dengan tamu, tapi sesekali memisahkan diri. Mencari obyek menarik yang belum tentu dilihat oleh tamu-tamu lainnya. Dia berburu kegiatan atau pemandangan yang bisa jadi bahan liputan atau berita.

Tidak selesai sampai di situ. Malam harinya dia tetap ikut pertemuan. Bukan memisahkan diri dan tinggal di dalam kamar sendirian. Tapi pada saat pertemuan, ketika tamu lainnya sibuk berdiskusi, dia sibuk mengetik. Dia tetap menghormati tamu lainnya. Bersama-sama di suatu tempat, tetapi melakukan kegiatan yang berbeda sesuai dengan profesinya.

Sebuah pelajaran saya dapatkan, rupanya begini cara wartawan bekerja. Pagi, siang dan sore memotret dan mencari bahan liputan. Sekali jalan, dua hingga tiga obyek diperoleh. Sehari ke lapangan, dua sampai tiga gagasan didapatkan.

Malamnya, menuliskan liputan dan mengirimkan ke redaksi. Informasi hangat langsung disajikan dari tengah hutan. Tidak ada istilah nanti atau besok. Semuanya dilakukan segera dan tidak ditunda-tunda. Tentunya demi kepuasan pembaca. Agar menerima informasi dengan segera, fresh from the forest.

Sebuah pelajaran menarik dari dunia jurnalistik.

5 pemikiran pada “Belajar dari Cara Wartawan Bekerja

  1. abanxcfendy

    asik tu mas bro, bisa nimba ilmu jurnalistik lebih banyak dari beliau yg senior, ah jadi pingin😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s