Asyiknya Naik Speedboat

Pernah naik speedboat? Di Kalimantan, terutama yang tinggal di daerah pedalaman, speedboat masih menjadi sarana transportasi yang sering digunakan masyarakat. Harap dimaklumi, sebagian besar daerah tersebut dilalui sungai-sungai besar selebar lebih dari 20 meter.

Meskipun untuk menghubungkan lokasi antar kecamatan telah tersedia jalan, namun masyarakat yang tinggal di tepi sungai, terkadang masih menggunakan speedboat. Perjalanan dengan waktu tempuh 1-4 jam menggunakan speedboat adalah hal yang biasa.

Saya sendiri sudah cukup lama tidak merasakan asyiknya naik speedboat. Sekitar tiga tahun lalu, ketika sarana jalan belum memadai, speedboat menjadi andalan transport untuk bolak-balik Nanga Pinoh – logpond. Dengan kapasitas 5 penumpang dan satu motoris, rute tersebut ditempuh dalam waktu 1 jam 15 menit. Waktu itu biayanya 50 ribu rupiah per orang.

Mesin Speedboat

Kenangan naik speedboat terulang lagi kemarin (29/9), ketika mengantar tamu ke seberang kota Nanga Pinoh. Meskipun hanya 15 menit, sudah cukup untuk mengobati kerinduan menikmati asyiknya menyusuri sungai Melawi menggunakan speedboat.

Ada pengalaman menarik saat kita naik speedboat. Pada saat berangkat, penumpang terutama yang duduk di depan harus berdiri ketika speedboat mulai berjalan dan menghentak-hentakkan badannya ke lantai speedboat. Istilah kami, supaya speedboatnya bisa terbang. Tujuannya  untuk mengurangi beban di bagian belakang dan memberikan tekanan ke bagian bawah speedboat, sehingga kecepatannya bertambah.

Ketika laju speedboat mulai bertambah, para penumpang memang terasa terbang. Pada saat inilah speedboat dalam kondisi yang stabil dan kita yang duduk di dalamnya seperti melayang. Seperti halnya naik pesawat terbang, pada saat tinggal landas, rasanya berat sekali. Tapi setelah pesawat di atas awan, suasananya tenang. Hanya terdengar suara mesin pesawat.

Sensasi lainnya ketika naik speedboat, adalah ketika berpapasan dengan speedboat lain. Pada saat gelombang speedboat yang berpapasan menghantam body speedboat, rasanya speedboat seperti hampir terbalik dan penumpang langsung berteriak.

Pernah juga ketika naik speedboat, di tengah perjalanan tiba-tiba hujan lebat. Ngeri sekali rasanya. Bukan apa-apa, pandangan di depan terbatas sekali. Selain itu, sampah-sampah potongan ranting kayu dan batang ikut hanyut. Kelihaian motoris sangat menentukan agar speedboat tidak menabrak sampah-sampah yang hanyut tersebut. Kalau sudah menghadapi kondisi seperti ini, hanya bisa pasrah pada Tuhan. Mudah-mudahan selamat sampai di tujuan.

Banyak pemandangan yang bisa dilihat ketika naik speedboat. Suasana khas di tepi sungai di Kalimantan, mulai SPBU terapung, kapal bandong atau rumah terapung yang bisa berpindah-pindah, dan lanting alias pondok MCK.

Bagi yang pertama kali baik speedboat, Ada satu hal yang perlu disiapkan. Jangan lupa bawa penutup telinga, karena suara mesin speedboat cukup keras dan bising. Bagi yang hobi dengerin musik, bisa pasang earphone atau headset selama di perjalanan.

Namun bagi yang sudah terbiasa, nampaknya suara mesin speedboat tidak berpengaruh banyak. Enjoy aja.

5 pemikiran pada “Asyiknya Naik Speedboat

    1. Berenang pakai gaya bebas saja hahahaha….
      SPBU terapung, fungsinya sama spt SPBU di darat.Tempat pengisian BBM di sungai untuk kapal atau speedboat. Biasanya berupa ponton.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s