Beruntunglah, Kalau Masih Ada Yang Curhat Padamu

Ada yang bilang kalau kita ini adalah makhluk sosial. Makhluk yang tidak bisa hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Bantuan disini jangan hanya diartikan bantuan secara fisik seperti memberi uang, membelikan barang, atau menyediakan makanan. Yang lebih penting lagi, adalah bantuan yang dapat meringankan beban psikis atau kejiwaan seseorang.

Kalau ada seseorang punya masalah, teman kita punya problem, dan belum terpecahkan, itu adalah contoh gampang dari sebuah beban psikis. Memang sih nggak mungkin orang hidup nggak ada masalah. Masalah itu justru tandanya orang hidup.

Tapi kalau masalah yang datang bertubi-tubi, masalah yang dihadapi lebih banyak daripada yang diatasi. Tidak ada tempat atau seseorang yang bisa diajak mendengar dan bicara, lama-lama pertahanan mental seseorang jebol juga.

Masih mengikuti berita fotomodel yang menabrak 7 orang di daerah Tamansari Jakarta? Selidik punya selidik, selain akibat mengkonsumsi narkoba, juga perlu ditelaah lebih lanjut, mengapa justru narkoba yang menjadi tempat pelariannya. Kenapa untuk menyelesaikan masalah dan problema kehidupan harus ditempuh dengan jalan yang justru menimbulkan masalah baru. Mengatasi masalah dengan masalah.

Setelah jadi orang terkenal dan punya banyak harta, kenapa malah tidak merasa bahagia? Secara fisik, kebutuhannya memang telah terpenuhi. Namun secara psikis, begitu berat kekosongan jiwa yang dialaminya. Dan ini adalah salah satu penyakit kejiwaan manusia modern. Merasa terasing dengan dirinya sendiri.

So, kalau kebetulan ada teman kita yang cerita tentang masalahnya, dengarkan. Kalau ada rekan kerja yang mengungkapkan kekesalannya, simak dengan seksama. Kalau ada anggota keluarga, entah suami, istri atau anak-anak sedang ngomel-ngomel, terima dengan sabar. Jangan dipotong, diinterupsi atau malah didebat. Biarkan mereka bicara dan mengungkapkan isi hatinya. Biarkan uneg-uneg di dalam hatinya sedikit demi sedikit mengalir melalu kata-katanya.

Karena pada dasarnya mereka sedang memiliki beban psikis yang perlu disalurkan. Punya masalah yang harus diceritakan. Perlu seseorang yang mau mendengarkan, bukan cuma sekadar mendengar.

Dan setelah uneg-uneg itu terlontarkan, beban psikis itu terungkapkan, hati pun terasa plong. Memang, bisa jadi pada saat itu, kita tak bisa memberi solusi. Tapi kemampuan mendengarkan dan sikap empati setidaknya mampu melegakan hati dan perasaannya. Dan pada saat dia merasa tenang kembali, apa yang seketika itu juga anda rasakan dalam hati? Perasaan bahwa diri anda ternyata berguna bagi orang lain. Perasaan bahwa diri anda dapat bermanfaat walaupun hanya sekadar mendengarkan curhat teman atau rekan anda.

Jadi, nggak ada salahnya bersyukur dan merasa beruntung, kalau ada yang masih mau curhat dan mengemukakan uneg-unegnya kepada anda. Artinya, Tuhan menjadikan anda sebagai jalan bagi orang lain untuk membantu memecahkan permasalahannya. Minimal mencegah seseorang untuk tidak menjadikan dunia narkoba sebagai pelampiasannya. Dan sekaligus menolong diri anda agar tidak memiliki perasaan tidak berguna bagi orang lain.

Sumber gambar :

– seruu.com

Iklan

3 pemikiran pada “Beruntunglah, Kalau Masih Ada Yang Curhat Padamu

  1. saat ada org lain yg curhat sama kita, itu artinya msh ada org yg menaruh kepercayaan pada kita. dan bila sdh di beri kepercayaan, itu artinya kita hrs menjaga kepercayaan itu dgn tdk mengumbarnya pd org lain. begitu mas..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s