Manufacturing Hope : Merangkai Harapan Ala Dahlan Iskan

Pembaca yang rajin mengikuti artikel “Manufacturing Hope” di surat kabar yang tergabung dalam Jawa Post News Network (JPNN), tentu tak asing dengan tulisan Menteri BUMN, Dahlan Iskan. Artikel yang muncul di halaman pertama tersebut menceritakan perkembangan perusahaan BUMN pada saat ini. Kisah inspiratif beberapa pimpinan BUMN dalam menggerakkan roda kemajuan perusahaan milik negara tersebut, diungkapkan oleh menterinya dalam bahasa yang mudah dicerna  pembaca.

Sebagai menteri yang berlatar belakang jurnalis, Dahlan Iskan begitu piawai mengemas sepak terjang bawahannya dalam membenahi perusahaan plat merah tersebut. Kondisi BUMN yang awalnya sekarat, ibarat pepatah hidup segan mati tak mau, sedikit demi sedikit mulai unjuk gigi dan menunjukkan prestasi.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) adalah sebuah contoh menarik. Perusahaan milik negara tersebut menuai pujian penumpang pada angkutan mudik lebaran dan arus balik tahun ini. Sebelumnya, kereta api terutama kelas ekonomi identik dengan kesemrawutan. Penumpang berjubel melebihi kapasitas tempat duduk, anak-anak dan bayi dimasukkan lewat jendela, toilet kotor, gerbong kereta kumuh dan berhawa panas. Tidak hanya itu, setiap berhenti di stasiun, pedagang asongan berebut masuk ke dalam kereta.

Saat ini kondisi PT KAI sudah berubah. Di bawah komando direktur utama yang baru, Ignatius Jonan, naik kereta api terasa nyaman. Pemesanan tiket bisa dilakukan online, seperti pesawat terbang. Tidak perlu mengantri di stasiun seperti dulu. Nama yang tercantum dalam tiket harus sama dengan KTP, SIM atau data identitas diri lainnya.

Jangan coba-coba masuk kereta membawa tiket yang namanya berbeda dengan kartu identitas, kalau tidak ingin ditolak. Bagi para perokok, dipersilakan untuk puasa merokok selama berada di dalam kereta. Karena Jonan menerapkan aturan dilarang merokok di seluruh rangkaian gerbong kereta, termasuk kelas ekonomi non AC.

Semua proses pembenahan dan kemajuan di PT KAI tersebut diceritakan dengan gamblang oleh Pak Dis, nama panggilan Dahlan Iskan, di Manufacturing Hope. Bagi jajaran direksi dan staf PT KAI, hal tersebut tentu sangat membanggakan. Betapa tidak, sang pimpinan tertinggi memberi penghargaan tidak dalam bentuk materi : memberi bonus, menaikkan gaji atau insentif, tetapi pujian setinggi langit di media massa. Pujian yang ditulis di media cetak dan online itu memberikan tambahan semangat dan inspirasi bagi karyawan PT KAI.

Tidak hanya di PT KAI, Pak Dis juga menulis pembenahan manajemen di BUMN lainnya di bidang pelayaran, pelabuhan dan pangan.

Dari sisi manajemen organisasi, kiat Pak Dis dalam menceritakan kisah BUMN dalam Manufacturing Hope tersebut memiliki beberapa manfaat dan keuntungan.

Pertama, penghargaan bagi karyawan. Pengakuan dan pujian sang pimpinan tertinggi secara terbuka di media massa merupakan motivasi yang membakar semangat karyawannya untuk berprestasi. Mereka akan merasa dan berpikir bahwa pimpinan dan masyarakat menghargai apa yang telah mereka kerjakan. Tanpa banyak menghabiskan waktu dan biaya mengirim karyawan untuk mengikuti pelatihan, diklat atau kursus pengembangan sumber daya manusia, tulisan di media massa menjadi sarana yang efektif untuk memotivasi.

Kedua, publikasi kinerja perusahaan. Secara tidak langsung, tulisan Pak Dis telah menjadi media promosi bagi perusahaan. Masyarakat tahu bagaimana kondisi BUMN saat ini. Permasalahan yang terjadi, apa solusinya dan bagaimana hasilnya. Semuanya diulas dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Tidak hanya di media cetak, tulisan Pak Dis juga dapat dinikmati di media online. Di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, penyampaian tulisan melalui media online adalah cara cerdas untuk menjangkau pembaca yang tersebar di penjuru dunia.

Ketiga, peningkatan laba perusahaan. Kinerja karyawan yang meningkat akan berdampak pada pelayanan terhadap konsumen. Selain memiliki fungsi sosial melayani masyarakat, BUMN adalah badan usaha atau perusahaan yang bertujuan mencetak laba. Semakin puas konsumen, semakin sering dia menggunakan produk atau layanan jasa yang disediakan.

Masyarakat sebagai konsumen yang berpikir kritis, pasti akan ngomel-ngomel jika mendapatkan layanan yang tidak semestinya. Padahal mereka sudah membayar. Lain halnya jika masyarakat puas. Mereka akan bercerita dari mulut ke mulut, tulis ucapan terima kasih di surat pembaca atau kirim SMS ke perusahaan tersebut.

Sebagai contoh PT KAI. Setelah menerapkan sistem satu penumpang satu tempat duduk pada tahun ini, jumlah penumpang berkurang hingga 6.000 orang tahun ini. Namun penumpang merasa puas dengan kondisi di dalam kereta. Tidak berdesakan, gerbong ber-AC dan tidak ada pedagang asongan. Pada saat yang sama, walaupun jumlah penumpang menurun drastis, justru pendapatan mereka meningkat 110 % dibandingkan pada tahun lalu.

Keempat, pemicu BUMN lainnya agar berprestasi. Dengan menceritakan proses pembenahan dan kemajuan sebuah BUMN di media massa, hal tersebut melecut BUMN lainnya untuk berprestasi. Sebuah bentuk komunikasi yang sangat efektif. Informasi diberikan secara terbuka. Setiap orang yang bekerja di BUMN dapat mengetahui kondisi BUMN lainnya secara langsung. Tidak hanya dapat diakses jajaran direksi, karyawan dan staf pun dapat menerima informasi terbaru perkembangan BUMN dari media. Suasana saling berlomba untuk menunjukkan kinerja terbaik akan tercipta.

Sebuah bentuk penghargaan menarik dari seorang atasan bagi bawahannya. Sebuah perhatian berharga dari seorang pimpinan tertinggi BUMN untuk para jajaran direksi dan stafnya. Meski hanya lewat tulisan, namun pengaruhnya sangat signifikan. Meski melalui media massa, tapi sungguh berdampak nyata.

Sumber gambar :

http://www.google.co.id/imgres?q=gambar+dahlan+iskan&hl=en&client=firefox-a&sa=X&rls=org.mozilla:en-US:official&channel=s&biw=1280&bih=609&tbm=isch&pr

8 pemikiran pada “Manufacturing Hope : Merangkai Harapan Ala Dahlan Iskan

  1. Assalaamu’alaikum wr.wb…

    Sangat beruntung mempunyai pemimpin yang memahami kehendak rakyat dan berusaha memberi perkhidmatan terbaik bagi keselesaan rakyat umum.

    Penghargaan dan pujian secara ikhlas dan terbuka sangat menginspirasi para pekerja untuk lebih bersemangat kerana diberi sokongan walaupun bukan berbentuk materi.

    Mudahan para karyawan akan terus menerima kata-kata motivasi dan semangat selain memberi insentif yang bisa mengangkat martabat dan kehidupan mereka yang tentu penat dan lelah membantu pihak perusahaan merealisasikan segala perancangan agar berjaya dilaksanakan.

    Salut buat Bapak Menteri Dahlan Diskan dan semua rakyat Indonesia jika banyak perubahan yang dapat dicapai dalam pembangunan Indonesia.

    Salam sejahtera dari Sarikei, Sarawak.😀

    1. Wa’alaikum salam

      Betul bunda, beliau adalah pemimpin yang melayani publik dan merakyat. Dengan bukti nyata yang beliau tulis di Manufacturing Hope, beliau juga memberikan harapan serta optimisme bagi masyarakat bahwa ke depan, keadaan akan lebih baik.

      Salam bahagia dari Pontianak.

  2. abedsaragih

    Inilah contoh kepepimpinan yang harus ada dan bertahan di negara ini untuk membuat perubahan dan pertumbuhan bagi daerah yang sedang digarapnya🙂

  3. saya juga ikut meneladani strategi pak Dis untuk membakar semangat mahasiswa. Ternyata tulisan pak dahlan juga bermanfaat bagi orang umum di profesi lain. sangat menginspirasi. Kata yang sangat saya ingat bahwa membangun harapan itu langkah yang paling tepat dan modalnya murah karena hanya berupa niat baik dan keikhlasan. Semoga pak Dis selalu sehat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s