Belajar-Mengajar Tak Hanya di Ruang Kelas

Selama ini kita sering berpendapat, pendidikan identik dengan proses belajar mengajar di sekolah dan ruang kelas. Mulai jenjang SD, SMP, SMU hingga Perguruan Tinggi, kegiatan belajar lebih banyak dilakukan dengan metode “guru menyampaikan  materi dan murid duduk manis mendengarkan”.

Ketika saat mengajar tiba, guru berdiri di depan kelas, siswa mendengarkan dan menyimak berbagai pelajaran yang disampaikan.

Berbagai mata pelajaran yang disusun sesuai kurikulum pun disiapkan. Bersumber pada buku-buku pelajaran yang ditentukan, guru pun menyampaikan materi pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia agar dihafal dan dipahami siswa. Cara pemahaman materi yang lebih mengutamakan proses learning by listening oleh siswa.

Dalam kegiatan tersebut, proses pemahaman materi akan sangat ditentukan oleh cara guru menyampaikan dan ketersediaan materi pelajaran.

Sebenarnya, proses belajar mengajar tersebut tidah hanya dapat dilakukan di ruang kelas. Di luar ruang kelas, alam sekitar adalah sumber pengetahuan yang tiada terbatas untuk dipelajari. Banyak contoh yang bisa dilihat langsung oleh siswa-siswa pada saat belajar dari alam sekitarnya, mulai dari berbagai jenis tanaman maupun hewan.

Bisa jadi, selama ini mereka tahu tanaman padi karena mendapat penjelasan dari gurunya atau melihat gambar yang ada dalam buku pelajaran. Namun, dia tidak pernah melihat langsung tanaman tersebut, bagaimana cara menanamnya, di mana tempat hidupnya maupun berapa lama tanaman tersebut bisa menghasilkan beras.

Demikian juga dengan para tenaga pengajar atau guru-guru yang akan menyampaikan materi pelajaran.

Pengenalan alam sekitar akan memperkaya khazanah dan wawasan berpikir mereka. Pengetahuan yang diperoleh pun tidak hanya bersumber dari buku-buku pelajaran. Tapi dari apa yang dia lihat dan amati.

Pelajaran bagaimana pohon tumbuh lebih mudah dipahami bila guru-guru pernah melihat proses yang sebenarnya. Mulai pengadaan bibit, menanam sebatang pohon, hingga pohon tersebut tumbuh besar berumur beberapa tahun.

Jika guru mengajarkan apa itu pupuk ? Mengapa tanaman harus dipupuk ? Bagaimana cara membuatnya ? Semua bisa dilihat dan dipelajari di lokasi pembibitan.

Proses pengenalan terhadap alam sekitar dan lingkungan, dapat dilakukan apabila ada kerjasama antara sekolah atau perguruan tinggi dengan perusahaan milik pemerintah ataupun swasta.

Bagi perusahaan, program pengenalan lingkungan tersebut dapat diagendakan sebagai salah satu perwujudan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility).

Sosialisasi kegiatan pengelolaan lingkungan, selayaknya tidak hanya dilakukan terhadap para birokrat, lembaga swadaya masyarakat dan media massa. Para pengajar dan siswa – siswa juga perlu diikutsertakan dalam program tersebut. Terutama yang tinggal dan belajar di lingkungan sekitar perusahaan, industri milik pemerintah maupun swasta.

Hal tersebut juga sekaligus memperkaya pengetahuan para pengajar dan siswa-siswa dengan melihat dan belajar langsung di alam terbuka.

Proses belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas ataupun gedung sekolah dalam suasana formal. Proses pemahaman materi yang dilakukan sambil bermain dan bercanda ria. Proses belajar yang dilakukan dalam suasana keakraban, rileks, gembira, dan dinikmati oleh siswa-siswa dan guru-guru.

10 pemikiran pada “Belajar-Mengajar Tak Hanya di Ruang Kelas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s