Ingin Sehat

Sudah tiga hari ini, terutama sore hari selepas jam kerja, saya sering makan Quaker Oatmeal untuk mengganjal perut yang terasa lapar. Cara buatnya mudah. Empat sendok quaker dibubuhi air panas dari dispenser, terus diaduk-aduk sampai berbentuk seperti bubur.

Setelah dicicipi, benar-benar tawar rasanya. Lebih tawar daripada makan bubur. Saking tawarnya, hampir makanan itu nggak saya habiskan. Tapi, saya pikir-pikir, sudah saya beli jauh-jauh dari Pontianak, sayang kalau nggak dihabiskan. Apalagi di lemari masih tersimpan 1 bungkus lagi.

Kenapa makan Quaker oatmeal, bukan mie instant? Bukan mau promosi, tapi ini bagian dari program untuk menjaga kesehatan, khususnya mengurangi kolesterol. Saya memang belum pernah cek darah lagi untuk mengetahui berapa angka kolesterol, asam urat dan gula darah dalam tubuh. Terakhir, lima tahun yang lalu sewaktu kena typhoid.

Tapi, saya pikir nggak perlu nunggu cek darah dulu deh. Setelah ketahuan hasilnya, baru sibuk bergaya hidup sehat : mengurangi makanan yang enak-enak, harus olahraga teratur dan tidak lupa minum obat. Saya cuma belajar dari cerita orang lain yang pernah mengalami gangguan kesehatan, akibat pola makan yang tidak tepat. Apalagi umur sudah kepala empat.

Ceritanya bermacam-macam. Ada yang kakinya bengkak dan sakit waktu dipakai berjalan. Ada juga yang bagian sendi kaki dan tangannya terasa nyeri seperti ditusuk duri. Teman lainnya bilang, bagian belakang kepalanya mulai terasa cenut-cenut dan pusing setelah mengkonsumsi daging.

Semua itu adalah contoh konkret yang menjadi peringatan bagi saya untuk lebih memahami, bahwa ternyata “mencegah itu lebih baik daripada mengobati”. Mencegah itu caranya lebih mudah daripada mengobati. Dan yang pasti, mencegah sakit itu biayanya lebih murah daripada berobat.

Memang, kalau sudah di meja makan dan terhidang berbagai makanan, bicara kesehatan seolah terlupakan. Cerita kolesterol seakan menguap begitu saja. Makanan yang kolesterolnya tinggi seperti udang goreng, telur mata sapi, tumis cumi-cumi seperti bukan sesuatu yang perlu diwaspadai, tapi justru harus dinikmati.  Seperti kata teman saya, “Di sini nggak ada kolesterol. Kolesterol itu adanya di lab”.

Karena ingin sehat, saya nggak cuma membatasi makanan yang tinggi kolesterol, untuk menghindari diabetes atau kencing manis, konsumsi  minuman yang manis-manis  pun dikurangi.  Setiap hari selepas bangun pagi, minum segelas air putih. Di kantor, pagi minum teh hangat dan siang hari ganti minum air putih lagi.

Semua itu saya lakukan supaya badan tetap fit dan sehat. Nggak lupa juga berdoa kepada Yang Maha Kuasa, pemilik segalanya, agar diberi kesehatan. Terus manfaatnya apa, kalau itu semua sudah dilakukan? Nggak muluk-muluk sih. Minimal kalau badan sehat, saya masih bisa ngeblog : bikin tulisan untuk pembaca, kasih komentar atau just blogwalking. 🙂

9 pemikiran pada “Ingin Sehat

  1. wow …. salut nih mas, sedia payung sebelum hujan ya, terus kalau aku dan suamiku diimbangi dengan bersepeda tiap hari, dalam segala cuaca, kecuali kalau jalanan licin tertutup es, baru pakai sepeda dalam ruangan🙂

    1. Wah, senang sekali ya mbak, bisa bersepeda dengan suami tiap hari.

      Ibarat pepatah ” Sekali mendayung, dua pulau terlampaui “. Sambil bersepeda, sekalian olahraga dan refreshing dgn suami…….

      Top banget deh🙂

  2. wah kalo jadi orang hutan kaya gini mah susah
    makan apa adanya di kantin
    beli yang aneh aneh harus jauh turun ke kota
    nyetok juga percuma karena sering ada penjarahan dari warga mess
    hehe payah ya..?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s