Ngengat dan Kumbang Bertanduk

Sering saya lihat berbagai macam serangga berdatangan di sekitar rumah dan tempat kerja. Ada kupu-kupu, ngengat, keriang (kalau di jawa namanya garengpo), lebah, kumbang bertanduk, sampai laron. Semuanya seperti bergiliran berkunjung. Serangga-serangga tersebut bahkan sampai masuk ke dalam kamar tidur dan terbang berputar-putar mengelilingi pijar lampu hemat energy di atas ranjang.

Itu belum seberapa, yang terparah waktu serangga tersebut sampai hinggap dan bersembunyi di dalam sweater yang saya taruh di atas kasur. Ceritanya habis makan malam dan sebelum tidur, sweater itu saya pakai karena kalau sudah di atas jam 12 malam biasanya udara terasa dingin.

Kok, tiba-tiba ada benda bergerak dan merayap di punggung saya. Pasti ada binatang yang masuk ke sweater yang saya pakai. Secara reflek, langsung saya ke depan cermin dan melihat bagian punggung.

Ternyata benar, seekor ngengat berwarna coklat muda langsung terbang begitu sweater cepat-cepat saya buka. Masih ada bekas-bekas serbuk halus dari tubuh ngengat yang menempel di sweater dan kaos. Rupanya waktu di dalam sweater tadi, ngengat tersebut juga merasa pengap dan ingin cepat-cepat keluar.😀

Masih untung, cuma ngengat yang masuk ke dalam sweater. Nggak bisa dibayangkan deh, kalau yang ngumpet di dalam sweater tadi si kumbang bertanduk seperti gambar di atas. Bisa bentol-bentol badan saya kena gigitan atau tandukan si kumbang.🙂

Tapi saya paling suka lihat si kumbang bertanduk ini kalau lagi telentang dan kesulitan untuk membalikkan badannya. Kaki-kakinya yang posisinya di atas, bergerak-gerak dan sepertinya nggak pernah diam untuk minta pertolongan.

Setiap ada benda yang mendekat, dia coba untuk meraih dan mencengkeram untuk membalikkan badannya. Karena kasihan, biasanya saya balikkan langsung badannya pakai pulpen atau kertas.

Serangga – serangga tersebut kalau dilihat secara seksama, memang bagus juga warna dan bentuknya. Bagi tamu-tamu yang datang, biasanya mereka senang melihat serangga-serangga tersebut menempel di dinding bangunan atau merayap di lantai. Sesekali mereka memotret. Ada juga yang dikoleksi dan dibawa pulang. Nggak tahu untuk apa.

Yang jelas, saya pernah lihat di bandara Supadio, banyak hiasan gantungan kunci berupa kupu-kupu, ngengat, kumbang bertanduk berukuran kecil yang sudah diawetkan dan dijual di ruang boarding pesawat.

6 pemikiran pada “Ngengat dan Kumbang Bertanduk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s