Rajin Menulis, Mencegah Pikun

Menulis ternyata tak hanya sekadar menggerakkan jari tangan di atas keyboard komputer. Tak hanya mencurahkan gagasan dalam bentuk tulisan. Atapun mengekspresikan suasana hati ke dalam beberapa paragrap hingga menjadi sebuah cerita.

Hingga suatu saat, sebuah artikel tentang kesehatan saya baca di blog keroyokan Kompasiana. Tulisan dokter Irsyal Rusad, seorang dokter spesies penyakit dalam yang menulis tentang manfaat menulis.

Dalam artikelnya yang berjudul Menulislah sebelum Anda Pikun, dia mengajak agar kita untuk membiasakan menulis. Kenapa? Ada hubungan yang erat antara aktivitas menulis dengan upaya mencegah penurunan fungsi otak, yaitu demensia (pikun). Secara fungsi organ tubuh, otak bekerja menggunakan cara berbeda dengan organ fisik lain, seperti tangan dan kaki.

Jika tangan dan kaki mengerjakan sebuah pekerjaan yang sama berulang-ulang, maka secara fisik ukurannya akan membesar. Orang yang sering berlari atau berjalan bolak balik pada rute tertentu, maka betisnya akan membesar.  Petani yang mencangkul di sawah, maka otot lengannya akan mengeras. Kegiatan yang dilakukan berulang-ulang akan memperbesar ukuran fisik organ tersebut.

Tak demikian dengan otak. Aktivitas bolak – balik berjalan atau berlari pada suatu tempat berulang-ulang tak akan menambah massa otak. Sebaliknya, kegiatan yang sama dan dilakukan berulang-ulang dengan cara yang sama justru menurunkan fungsinya.

Untuk melakukan kegiatan yang sama berulangkali, otak hanya akan bekerja ringan dengan memberi satu perintah yang sama ke organ tubuh lainnya.

Jika hanya seperti itu perintah yang diberikan dan aktivitas yang dilakukan, maka kemampuan dan fungsi otak lainnya akan menurun. Proses berpikir, berimajinasi, daya mencipta, kemampuan mengingat, dan kemampuan sinkronisasi akan mengalami penurunan fungsi. Otak memerlukan pekerjaan yang variatif, tidak monoton dan bersifat menantang. Dan salah satu pekerjaan itu adalah menulis.

So, beruntunglah kalau saat ini sobat blogger di masa muda sudah rajin menulis, terbiasa ngeblog. Karena itu bagus bagi peningkatan kemampuan dan fungsi kerja otak. Ternyata, menulis itu tak hanya mencurahkan isi hati dan menuangkan gagasan, namun juga sekaligus mencegah kepikunan.

Tentunya menulis yang bukan sekadar copas alias copy paste tulisan orang lain atau tulisan copasus, copy paste ubah sedikit.

Sumber gambar :

annida-online.com

7 pemikiran pada “Rajin Menulis, Mencegah Pikun

  1. Kalau begitu saya akan semakin rajin menulis, Mas. Tanda2 kepikunan sdh mulai tampak pada ku yakni sering lupa pd nama2 benda🙂

  2. menulis sebuah tanda peradaban dimulai. tanpa tulisan sulit untuk melacak keberadaan suatu kaum.

    dan sangatlah uniq otak kita ya pak semakin digunakan semakin tidak aus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s