Rehat Sejenak itu Perlu

Bila sobat bekerja di kota besar atau ibukota negara, tentu tak susah menemukan pemandangan berupa bangunan yang sering disebut pencakar langit dan hutan beton. Sebuah istilah yang merujuk pada gedung atau menara yang tinggi menjulang, memiliki beberapa lantai dan berdiri dengan kokohnya di belantara kota.

Setiap orang yang berada di dalamnya, bila ingin rehat sejenak dari rutinitas kerja dapat menengok lewat jendela.  Berbagai pemandangan dan aktivitas di luar sana dapat menjadi penyegar dari kejenuhan dalam bekerja. Gedung-gedung bertingkat, rumah-rumah penduduk, birunya awan di langit dan kepadatan lalu lintas di jalan, adalah pemandangan keseharian yang dapat dinikmati.

Tak terkecuali dengan diri saya. Pada saat rasa kejenuhan melanda dalam bekerja, sering saya rehat sejenak. Berdiri di samping jendela dan memandang view di luar sana. Bedanya, saya tidak bekerja di kota besar, tapi di tengah rimba.

Jadi, pada ketinggian sekitar 350 meter itu, pemandangan yang dilihat bukan deretan bangunan pencakar langit atau hutan beton, tapi hutan yang sebenarnya. Deretan pepohonan yang tampak seperti lukisan dari kejauhan. Gugusan tajuk pepohonan yang didominasi warna hijau dengan bentuk khas. Sekilas kalau dilihat dari atas atau samping berbentuk seperti kembang kol atau brokoli.

Setelah puas melihat pemandangan yang hijau-hijau, biasanya pikiran terasa segar kembali. Kejenuhan pun berangsur-angsur menghilang. Memang dalam menjalani rutinitas kerja, rehat sejenak itu perlu. Waktu 10 – 15 menit cukup untuk melemaskan otot-otot kaki, tangan dan badan. Dan juga menyegarkan pikiran, serta mengurangi kejenuhan yang ada.

Sudahkan rekan blogger meluangkan waktu sejenak untuk rehat, di saat menjalankan rutinitas bekerja, berusaha atau belajar ?

18 pemikiran pada “Rehat Sejenak itu Perlu

  1. berhubung saya nggak di gedung bertingkat, nggak ada yang dilihat nih pak. senengnya bisa menikmati yg hijau hijau… seger di mata, nyess di pikiran.

  2. Kalau saya bekerja dari rumah Pak dan bosnya pun suami sendiri..Jadi saya rehat kapanpun saya suka dan bekerja juga begitu..Tapi kebebasan waktu seperti ini tak selalu bisa membunuh kejenuhan.Bagaimanapun itu kan tetap rutinitas..Yang namanya rutinitas..selalu berujung pada kejenuhan..

    1. Betul, Bu. salah satu kelebihan wirausahawan adalah keleluasaan mengatur waktu kerja dan rehat.

      Btw, sesekali menikmati suasana lain waktu rehat memang perlu. Selain membunuh kejenuhan, siapa tahu ada ide cemerlang yg datang🙂

  3. Saya bekerja di ibukota mulai senin – kamis, sisanya kerja di rumah kaki gunung tangkuban perahu. Jadi rehatnya bisa melihat pemandangan kota atau desa, hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s