Berinvestasi dengan Menulis

wallpaper_menulis

Selama ini, kita sering mengartikan investasi dengan berapa banyak uang yang ditempatkan di beberapa instrumen keuangan seperti deposito, saham, properti, emas atau tanah.

Dengan menempatkan uang di beberapa instrumen tersebut, tentu kita berharap setelah mencapai jangka waktu tertentu, hasilnya akan menguntungkan .

Sebenarnya, menulis juga salah satu bentuk investasi. Bahkan lebih besar manfaatnya dibandingkan investasi keuangan. Betapa tidak? Investasi keuangan hasilnya cenderung hanya dinikmati oleh si investor alias pemilik modal.

Tidak demikian halnya dengan investasi menulis. Selain aktualisasi diri, menulis biasanya didasari keinginan seseorang untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan. Artinya ada keinginan untuk berbagi untuk sesama.

Di sini terlihat bahwa tujuan seseorang menulis tidak hanya untuk menerima hasil, namun juga memberi manfaat. Tidak hanya untuk kepentingan pribadi, namun juga berguna bagi orang lain. Selain si penulis, pembaca juga dapat merasakan manfaat tulisannya. Minimal, pembaca mendapatkan pengetahuan dari kisah dan pengalaman penulisnya.

Dari aktivitas menulis, juga akan terjalin interaksi antara penulis dengan pembacanya. Pertemanan terjadi antara penulis dengan pembaca atau antara sesama blogger di dunia maya. Sebuah jalinan pertemanan melintasi batas usia dan negara yang didasari sebuah kesamaan untuk saling berbagi pengalaman.

Dari dunia blogging inilah saya kenal beberapa teman yang duluan ngeblog, seperti mbak Ely Meyer yang menetap di Jerman dan sering mengupload foto yang bagus tentang suasana di negerinya Angela Merker itu. Sama dong mbak hobinya dengan saya, fotografi.

Juga berteman dengan blogger dari Jawa Timur, Febrian Hadi, arek Suroboyo yang juga sering menyambangi lapak saya. Tetangga sebelahnya, ada mbak Ina yang tinggal di Sidoarjo yang banyak bercerita seputar kisah sehari-hari dalam keluarganya. Ada juga kenal dengan mbak Ika, wirausahawan yang tinggal di Purworejo yang tulisannya banyak menyemangati dan menginspirasi.

Nggak cuma itu, saya juga kenal dengan Om Wijay, nama panggilan Wijaya Kusuma yang berprofesi sebagai guru di Jakarta dan mbak Indri Hapsari dosen di Surabaya yang bisa bikin tiga tulisan dalam sehari. Hebaaat…….

Dua orang blogger sekaligus kompasianer tulen yang bikin bangga saya, karena idenya untuk menulis seperti nggak ada habisnya. Dan kebanggaan itu semakin bertambah ketika keduanya following blog saya. Wow…

Interaksi dan jalinan pertemanan antar penulis di dunia maya ini dapat semakin intens dan bahkan berlanjut hingga ke dunia nyata. Ini salah satu impianku yang belum tercapai, bisa kopdar alias ketemu langsung dengan salah satu blogger baik disengaja maupun secara kebetulan. Kebetulan itu maksudnya bisa ketemu dalam satu kendaraan umum, dalam satu tempat wisata, atau waktu mengikuti satu acara. Semoga saja………..

Silaturahmi sesama blogger pun akhirnya terjadi, baik yang difasilitasi oleh sebuah komunitas maupun pertemuan atas inisiatif pribadi. Ini adalah bentuk silaturahmi dan keuntungan nir materi yang didapat dari kegiatan menulis. Menulis dapat mempertemukan dua orang yang sebelumnya tidak pernah saling mengenal.

Manfaat nir materi menulis tak hanya itu. Tulisan yang berkualitas, menginspirasi dan memotivasi tidak hanya melambungkan nama penulisnya, namun juga dapat membuat pembacanya memiliki wawasan, persepsi dan sikap yang lebih baik.

Perubahan kebiasaan tersebut adalah imbalan nir materi yang sangat berharga dan memuaskan bagi penulis. Sebuah perubahan sikap pembacanya yang dihasilkan dari pengaruh dan kekuatan dari materi yang ditulis.

Jika kebiasaan menulis dilakukan secara konsisten, maka imbal hasil berupa materi sebenarnya tinggal menunggu waktu. Mendapat hadiah uang tunai, buku, gadget, royalti penerbitan buku serta diundang sebagai narasumber dalam berbagai seminar atau pelatihan adalah sebagian imbal hasil materi yang sepadan bagi penulis.

Sebuah apresiasi yang wajar bagi seseorang yang telah menginvestasikan waktu, tenaga dan pikirannya untuk menulis.

Sumber foto :

http://www.wedangjae.net

Iklan

20 pemikiran pada “Berinvestasi dengan Menulis

  1. adduh tersanjung saya… makasih udah disebut namanya.
    btw, jadi ingat tulusan teman waktu di multiply : “MENULIS ADALAH MENGASAH ILMU”.

    Menulis, walaupun cuman kegiatan sehari-hari, ajaibnya kadang bisa menginspirasi yang lain.

    1. Sekali-kali namanya disebut dalam postingan nggak apa-apa, mbak 🙂

      Saya masih teringat postingan mbak yang cerita waktu anak-anak main dengan anak tetangga terus anak tetangga itu memecahkan kaca. Sang ayah anak tetangga datang dan mau ganti kaca yg pecah tapi keluarga mbak bilang, “Nggak usah. Namanya juga anak-anak”. Begitu tepo selironya.

      1. he he…. iya yah beda tipis sih…cerita itu si tetangga adalah tetangga nyata, di wp tetangga maya. tapi psycologisnya sama koq.

  2. Ely Meyer

    kalau buatku mas, menulis tiap hari bikin hatiku senang sekali, itu saja sdh menjadi hadiah terindah buatku

  3. Ely Meyer

    semoga ya mas
    krn bikin senang itu mas jadi kalau sehari nggak nulis senangnya hilang satu deh , walau nulisnya masih asal asalan 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s