Menit-menit Terakhir

Dalam olahraga sepakbola, gol-gol yang tercipta biasanya terjadi gara gara konsentrasi dan fisik pemain mulai menurun pada menit-menit terakhir. Pada babak pertama maupun babak kedua waktu normal atau waktu tambahan (injury time), menit-menit terakhir adalah saat yang kritis untuk pemain. Lengah sedikit, gawang sendiri bisa kebobolan.

Tak hanya dalam pertandingan sepakbola, dalam urusan mengerjakan tugas di sekolah ataupun pekerjaan juga dikenal istilah menit-menit terakhir. Bedanya, menit-menit terakhir dalam sekolah atau bekerja berarti mengerjakan tugas pada hari-hari terakhir menjelang batas waktu. Mengerjakan PR, belajar, membuat laporan, membuat rencana kegiatan semuanya dikerjakan di saat – saat akhir menjelang deadline.

Orang bule bilang “in the last minute”. Mengerahkan segala daya dan upaya agar tugas dapat diselesaikan karena sudah kepepet dengan deadline. Konsentrasi penuh dan kalau perlu lembur sampai pagi untuk menyelesaikan pekerjaan supaya selesai.

Bicara mengerjakan tugas di menit-menit terakhir, mamanya Aysha sempat uring-uringan gara-gara tahu kalau PR Aysha belum dikerjakan sehari sebelum masuk sekolah. Sebagian soal memang sudah dikerjakan waktu liburan, cuma nggak tuntas. Masih ada 10 nomor yang belum selesai. “Lha, kemarin-kemarin waktu hari libur kenapa nggak diselesaikan?”, omelnya pada anak kedua kami.

Setelah ketahuan PR-nya belum selesai, malamnya Aysha langsung buru-buru mengerjakan sambil ditunggui mamanya. Untung mamanya Aysha sempat tanya, sehari sebelum hari pertama masuk sekolah. Kalau nggak ditanya, bakalan nggak diselesaikan PR itu.

Urusan kerja juga nggak jauh beda, apalagi yang menyangkut koordinasi dengan bagian lain. Sudah tahu kalau tiap orang punya tugas masing-masing, tapi baru sibuk menyelesaikan pekerjaan pada hari-hari dan menit-menit terakhir.

Kalau tugas itu sifatnya mendadak dan batas waktunya mepet, kerja habis-habisan di menit-menit terakhir masih bisa diterima. Tapi ini lain, tugas rutin yang sudah jadi kerjaan sehari-hari dan deadlinenya juga sudah jelas.

Masa setiap tugas harus dikerjakan pada saat menit-menit terakhir alias waktunya sudah mepet? Apa nggak justru malah stress?

Sekedar berbagi informasi, kalau tulisan ini dibuat bukan pada menit-menit terakhir, lho. Judulnya sudah lama saya tulis di buku catatan. Setiap ada hal menarik yang melintas di dalam hati atau di dalam kepala, langsung saya tulis di buku. 🙂

Sudah ada tujuh judul tulisan yang mengantri dan “Menit-Menit Terakhir” ini menempati urutan pertama untuk ditampilkan. Setelah ada waktu agak luang walaupun 1 – 2 jam, baru saya jadikan postingan.

Iklan

9 pemikiran pada “Menit-menit Terakhir

    1. Ely Meyer

      mungkin mas, tapi memang lbh enak kalau sebelumnya sih, kalau bisa , kadang ide muncul saat jam terbit sudah mepet

  1. yang nyebelin tuh udah dikerjakan request bos tapi ga segera direspon. nah tiba2 last minute mau pulang tuh, e e kitanya dipanggil buat discuss.
    *pengalaman pribadi 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s