Modal Modem

Modem

Di tengah jaman serba digital ini, modem laksana dian di tengah kegelapan bagi saudara-saudara kita yang tinggal di pedalaman. Modem jadi senjata andalan untuk berinternet ria, termasuk ngeblog di tengah hutan. Di tempat ini, sampai saat ini, Telkomsel masih jadi penguasa tunggal operator seluler.

Meski pakai modem, tapi jaringannya sudah 3G alias HSDPA. Banyak yang nggak percaya, kalau di tengah hutan sinyalnya sudah triji. Bener lho, kalau cuma sinyal 2G, mungkin nggak sesering ini bisa bikin postingan. Pernah ada istri teman yang nggak percaya, karena waktu suaminya menelepon di tempat ini, suara kokok ayam sampai terdengar jelas. “Ini di hutan atau di kampung?” tanya istrinya.

Ada plus minusnya juga sih cuma ada satu operator
Plusnya, dengan masuknya operator seluler, walau tinggal di hutan tapi bisa berselancar keliling dunia. Dunia maya maksudnya. Meski jadi orang hutan, nggak cuma berteman dengan orangutan,  tapi bisa punya teman yang tinggal di Krian, Taiwan bahkan juga Jerman. Tebak hayo.., siapa yang dimaksud ? 🙂

Minusnya, kalau ada gangguan sinyal. Alamak, sedang enak-enaknya browsing langsung page error karena koneksi terputus. Kalau kerusakan ringan dan masih diperbaiki, biasanya nggak sampai setengah jam sudah ok lagi. Kalau udah tergolong berat, terpaksa  harus calling teknisi dari Sintang, tiga setengah jam perjalanan menuju camp.

Gimana pun juga kondisinya, apapun keadaannya harus tetap disyukuri. Cuma modal laptop, modem dan tagihan internet 110 ribu per bulan, masih bisa berselancar keliling dunia. Kalau harus keliling dunia beneran, perlu berapa duit ya?

Iklan

4 pemikiran pada “Modal Modem

  1. Ely Meyer

    Kalau bilang saya yang dimaksud teman dr Jerman, bisa GR dong aku mas 😛

    nggak kebayang mas hidup tanpa internet buat aku yg tinggal jauh dr tanah air

    1. Hahahaha, kalau teman yg tinggal di Jerman bukan mbak El, terus siapa lagi? 🙂 Sekali-kali GR gpp

      Sama juga dgn di sini. kalau di pedalaman nggak ada internet, makin ketinggalan jaman dan nggak tahu perkembangan

  2. Hebat ya Pak sekarang, bisa internetan di hutan. Teman saya ada yang pakai satelit. Lalu untuk menelepon harus pakai telepon satelit, Byru kalau ngga salah. Apa masih ada ya sekarang?

    1. Menyesuaikan perkembangan jaman, mbak. Biar nggak ketinggalan. Benar mbak, dulu di hutan juga pakai telepon satelit Ericsson R190, simcardnya kartu Byru. Antenenya warna hitam dan lebih panjang daripada ponselnya. Tapi yg sering pakai boss, soalnya tarif pulsanya selangit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s