Bahagianya Bisa Menelepon

Menelopon

Bagi sebagian orang yang tinggal di kota, menelepon adalah hal yang biasa. Menelepon bukan dianggap kegiatan yang istimewa dan spesial. Menelepon bisa dilakukan di mana saja, di rumah, di kantor atau di dalam kendaraan. Wajar, karena di kota, sebagian besar lokasi bisa dijangkau sinyal handphone, baik GSM, CDMA atau HSDPA.

Beda dengan di daerah pedalaman. Untuk mendapatkan sinyal, orang-orang harus mencari sebuah titik dan meletakkan handphone di tempat itu. Titik sinyalnya bermacam-macam, ada di dekat jendela, di depan pintu rumah atau di tepi jalan. Bergeser 1 meter sudah nggak bisa lagi terima sinyal.

Kalau di kota, menelepon pakai headset gunanya supaya tangan nggak pegal pegang handphone. Di sini, headset dipakai supaya sinyalnya stabil, karena posisi handphone nggak berubah-ubah. Kalau menelepon sambil pegang handphone, tangan dan badan bergerak, sinyalnya juga ikut goyang-goyang. Nggak selalu full, kadang-kadang dua atau tiga balok, bicaranya pun terputus-putus. Ternyata memang nggak mudah untuk menelepon.

Proses yang ribet memang kudu dijalani untuk menelepon. Mulai meletakkan handphone di dekat jendela, menunggu dapat sinyal, sampai menelepon pakai headset. Namun setelah mendengar suara dari seberang sana, keribetan itu seakan hilang dan berganti dengan kegembiraan.

Ya, sebentuk kegembiraan dan kebahagiaan yang dirasakan, karena mensyukuri masih bisa menerima sinyal handphone dan berbicara dengan orang-orang tercinta.

Iklan

30 pemikiran pada “Bahagianya Bisa Menelepon

    1. Iya, mbak. Kadang-kadang malah bisa salah paham. Keluarga nunggu kok nggak nelpon-nelpon.Padahal pengin banget nelpon tapi nggak bisa, karena sinyalnya hilang.

  1. wah lagi-lagi keingat pas di samarinda nih mas. tapi itu duluuu 2002. di pinggiran kota susah banget cari sinyal. yah mirip2 gitu klo lagi mau sms or telp. sama si hape diangkat tinggi tinggi.klo sms dah sent duh bahagianyaaaa…

  2. saya pernah diceritakan oleh sepupu yang bertugas di pedalaman. Katanya kalau mau telepon saja harus ke sutetnya. Dan hanya bisa 11 orang yang menelepon dalam waktu bersamaan, ga bisa lebih. Jadinya mereka pakai waktu untuk menelepon, 1 jam perorang. haha

  3. Wah… ampe segitunya ya?? gue baru Tahu, abis kelamaan dipelihara di kota, jadi kalo nelfon enak-enakan aja!
    Soal SMS gimana Mas? mungkin dikirim sekrang besok baru nyampe kali ya?. O ya! salam kenal.. semangat Mas! demi keluarga ya nggak apa-apa dong galau dikit(gara-gara sinyal), hehee yang penting keluarga bisa konek.
    Hmm gue juga nggak nyebayangin gimana buffering you tube dari sana, hahaha
    πŸ˜€

    1. Itulah kondisinya, Bro. Perlu perjuangan untuk sekadar dapat sinyal dan komunikasi dgn keluarga. Beda dgn di tempat yg sinyalnya lancar, nelpon bisa sambil berbaring atau tiduran. πŸ™‚

      Kalau untuk SMS masih mendingan, bisa langsung sampai saat itu juga. Tapi untuk buffering you tube, perlu waktu 1/2 jam perjalanan untuk dapat sinyal kuat 3G.

      Salam kenal juga, makasih sudah berkunjung

  4. Dulu sahabat ada yang di Meulaboh. Kerja di perkebunan karet. Kalau pakai HP harus pakai antena tambahan biar dapat sinyal. Wah, tulisannya buat kita makin bersyukur saja. Lha, bapak bisa nge-blog trus diamana dapat sinyal internet?

    1. Betul, bro. Inti postingan di atas adalah kita yg dapat sinyal dan bisa lancar nelpon harus bersyukur, termasuk saya.

      Wah, jeli juga pertanyaannya. Saya kerja di lokasi yg dekat dgn menara operatornya, jaraknya sekitar 100 meter. Jangkauan sinyalnya sekitar 5 km.

      Kalau yg difoto, itu di salah satu tempat yg waktu tempuhnya sekitar 45 menit dari tempat saya.
      Dia dapat sinyal dari tempat/menara lain dan nggak bisa dapat sinyal dari tempat saya.

    1. pas ada yg nelpon, langsung dijepret. lihat ekspresi wajahnya sptnya senang dan bahagia banget bisa nelpon.
      benar, waktu itu sy juga heran kok kamu lama nggak ngeblog, Ta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s