Kipas Koran

Koran jadi Kipas

Ada satu kebiasaan yang sering saya lakukan saat bepergian. Bawa koran cetak. Karena hobi baca, koran-koran yang nggak sempat terbaca waktu di camp, 2-3 eksemplar saya bawa di kendaraan.

Seperti waktu di bis dalan perjalanan Pinoh – Ponti tiga hari lalu (4/3). Jadi sambil nunggu bis milik pemerintah itu berangkat, baca koran dulu. Termasuk jaga-jaga kalau bisnya mogok. Lumayan untuk mengisi waktu.

Berangkat dari Pinoh memang tepat waktu jam 9 pagi. Sekitar 3 jam perjalanan, bis mulai tersendat-sendat. Sempat 4-5 kali mati mesin. Diperbaiki dan mesin menyala, jalan sekitar 100 meter terus mogok lagi. Dua supir pun sibuk bolak balik dari belakang setir ke bagian mesin di belakang.

13 penumpang di dalam mulai kepanasan, karena AC juga padam. Ada keluarga dengan dua anak cowok dan pengasuhnya yang mulai gerah. Anak keduanya masih bayi . Karena mesin belum menyala juga, pengasuhnya sibuk cari-cari kertas untuk kipas. Melihat di dashboard bis ada selembar kertas, dia langsung mencomot.

Seorang bapak yang duduk di kursi paling depan mengingatkan,” Itu yang diambil laporan daftar penumpang”. Sambil senyum-senyum si pengasuh bilang,” Udaranya panas, Pak. AC-nya mati. Cari kertas untuk kipas-kipas”.

Walah, kalau cuma mau kertas kipas, kenapa harus ambil daftar manifest penumpang? Belum tau dia kalau selembar kertas itu penting untuk laporan administrasi supir ke bosnya.

Coba saya tawarkan ke si pengasuh koran-koran yang habis dibaca, “ Ini ada banyak koran, kalau mau bawa aja semuanya”. Dia ambil satu eksemplar terus dia bagi lagi ke si bapak dan ibu yang punya dua anak tadi, selebihnya dikembalikan lagi. Laporan daftar penumpang yang sempat dicomot dikembalikan lagi ke dashboard.

Kaget saya kok cuma diambil tiga lembar “Ambil saja semuanya, nggak apa-apa, kok”saya jelaskan. “Udah cukup kok, pak”. Dia pun nggak mau aji mumpung, dikasih satu eksemplar 48 halaman terus diambil semuanya.

Akhirnya koran itu berubah fungsi, menjadi kipas. Lumayan untuk mengurangi rasa gerah di bis. Senyum-seyum saya melihat koran itu berguna tak hanya untuk dibaca.

Bahagia juga rasanya bisa bantu orang lain, meski hanya dengan memberikan koran. Senang juga rasanya apa yang saya bawa, nggak diduga bisa bermanfaat buat orang lain.

Langsung saya merenung. Ternyata bantuan yang diberikan pada saat yang sangat diperlukan, terasa bermakna meski bentuknya sederhana.

20 pemikiran pada “Kipas Koran

  1. Selain buat kipas kipas juga untuk bahan bacaan ya mas, gunanya dobel dobel😛

    Kalau di sini kebalikannya, mobil ada pemanasnya , lain ladang lain belalang:mrgreen:

  2. suka bingung kalau lagi gak bawa apa2 untuk kipasan di bus mas.
    saya sering lupa bawa. akhirnya obrak-abrik tas… sampai ketemu. kalau gak ketemu juga… ya udah. diri aja deh bisanya.

  3. baru ngerti ada laporan manifest penumpang. biasanya klo bus disini kan lalu lalang dan naik turun- naik turun gitu penumpangnya. jadi nggak mungkin ada list penumpang segala. emang ngerjainnya kapan? kecuali klo pake sistem booking gtu yah, tapi ini kan dah harian to mas?

    1. bis antar kota ini memang pakai sistem booking tiket, mbak. jadi penumpangnya duduksesuai nomor kursinya kalau full. ada listnya, nanti pss berhenti di rumah makan, dicek lagi.
      pas siang itu penumpangnya nggak sampai separuh.akhirnya sebagian dari mereka cari kursi lain yg kosong, termasuk aku hahaha

      1. emang jarajnya jauh kah? kayaknya yg jarak dekat gak pake deh. disini yang surabaya – jogja aja nggak pake. khusus bus malam mungkin. maklum blm pernah naik bus jauh jauh.

      2. jaraknya sih sekitar 500 km, 10 jam perjalanan. kalo di Jawa biasanya pakai sistem karcis ya mbak, waktu naik bis baru ditanya turun di mana, terus di karcisnya ditandai dan baru bayar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s