Mumet dan Mual

IMG00882-20130303-2035

Postingan ini harusnya sudah terbit sebelum postingan “Kipas Koran”. Karena kejadiannya memang duluan dan ceritanya saling terkait.

Waktu menulis di dalam bis hari Senin siang (4/3), malam sebelumnya aku sempat bikin satu postingan juga. Mengetiknya bukan di laptop, tapi di BB sambil berbaring di kasur. Cerita panjang dan mudah-mudahan nggak bosan bacanya. Langsung saja ya :

Bahan presentasi untuk workshop 5-6 Maret  sudah disiapkan. Materi dan laporan untuk rapat 7-8 Maret, tadi pagi juga sudah kelar. Kerja tim yang sangat memuaskan. Kalian memang super tim. Semangat kerja kalian layak diacungi jempol. Everything is running well.

Aku bilang kalau tanggal 3 semua materi bahan rapat diusahakan sudah siap. Dan ternyata tanggal 3 pagi memang benar-benar  siap.  Nggak lupa, siang tadi  juga sudah konsultasi ke boss.

Benar-benar hari yang cukup melelahkan. Dan rasanya nggak percaya semua itu bisa kelar. Apalagi kemarin kondisi badan sempat drop, harus istirahat dan berobat.

Setelah mengikuti presentasi hasil riset dua mahasiswa anthropologi Neijmegen University, dilanjutkan latihan presentasi dua karyawan yang akan jadi pembicara workshop, badan langsung tepar. Kepala terasa mumet, perut mual, badan masuk angin.

Waktu jam istirahat sekalian makan siang, badan udah bener2 drop. Tapi dipaksa-paksain makan. Kalo nggak, bisa tambah lemes dan roboh waktu pulang ke mess.

Untungnya, pas makan ada karyawan bagian personalia  yang mengingatkan, “Kalau sakit, istirahat saja, pak”. Dengan suara perlahan dan badan masih lemas, saya jawab,” Mungkin nanti siang saya nggak masuk, pak. Minta ijin”.

Pulang ke mess, langsung rebah ke tempat tidur. Sekitar jam setengah tiga bangun, badan masih lemas.

Keputusan harus diambil, aku harus segera berobat. Ambil HP, terus kirim sms ke call center, minta disampaikan ke bagian personalia supaya  dibuatkan surat berobat.

Nggak sampai seperempat jam, datang dua orang dari kantor . Ooo, ternyata mereka bawa  surat berobat sambil mau antar ke balai pengobatan, kalau aku udah nggak mampu jalan lagi.

Sambil memakai jaket, pelan-pelan  masuk ke kendaraan yang akan mengantar.
Tiba di balai pengobatan terus cek tekanan darah, 120/80, masih normal. “Keluhannya apa, Pak? tanya mantri. “Mual, pusing dan masuk angin, Pak” jawabku.

Tiga jenis obat lalu diambilkan di sebelah ruang periksa. Dua untuk hilangkan mual dan pusing dan satu jenis vitamin. Pulang ke mess, langsung aku minum ketiga tablet itu. Malamnya juga sama, minum lagi. Habis itu istirahat total. Nggak baca koran, lihat tivi atau buka internet.

Paginya badan agak membaik, alhamdulillah sudah nggak lemas lagi. Dan malam ini harus istirahat yang cukup.

Karena besok (4/3) jam 5 pagi harus meluncur ke Pontianak. Masih 13 jam perjalanan lagi untuk bisa sampai ke kota khatulistiwa.

Iklan

8 pemikiran pada “Mumet dan Mual

  1. Dunia Ely

    diagnosanya sakit apa ya mas ?

    sekarang sdh sehat kembali khan , ceritanya khan sebelum yg kipas koran itu ya

    1. kecapaian, mbak. alhamdulillah sekarang sudah sehat. benar, cerita dan kejadiannya sebelum kipas koran. waktu itu draft postingannya tersimpan di BB, bukan di laptop.
      sewaktu buka bb dan baca di file tulisan, ooo rupanya ada yg belum diterbitkan.

  2. alhamdulillah klo dah sehat. penyakit itu juga langgananku mas. capek, stress, kurang tidur. biasanya muncul klo banyak kerjaan he he…
    btw, ga suka dikeroki pak? nggak bagus sih tapi kadang nggak hilang klo belum dikero’i..
    tuh obat koq macem2 sih yah? nggak usah habis klo dah nggak ada keluhan. ada antibotik juga kah pak?

    1. dulu waktu masuk angin memang suka dikeroki, tapi sekarang udah nggak lagi. Sekarang pilih minum air rebusan jahe atau tolak angin.
      Antibiotiknya ada dua, mbak. bener, setelah sehat memang nggak aku habiskan antibiotiknya. minum seperlunya saja.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s