SPBU Terapung

Tempat Pengisian BBM

Pasti nggak ada yang heran dengan yang namanya SPBU. Itu lho, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum. Kalau kita bepergian dan BBM kendaraan menipis, pasti harus singgah ke tempat ini dulu untuk isi premium atau solar. Maklum sebagian besar kendaraan kita masih pakai BBM supaya tetap bisa jalan.

Nggak beda dengan di kota, di daerah pedalaman Kalimantan, kendaraan sungai seperti speedboat, perahu klotok atau bandong juga perlu BBM. Nah, mereka beli minyaknya biasanya di SPBU juga. Cuma bukan SPBU yang ada di darat, tapi SPBU yang terapung di tepi sungai.

SPBU terapung ini bermanfaat sekali. Bisa dibayangkan gimana susahnya kalau untuk beli BBM saja, mereka harus turun ke darat dan antri di SPBU. Pengalaman sewaktu naik speedboat 40 PK, bukan speedboatnya diisi minyak dulu baru operatornya cari penumpang. Tapi sebaliknya, kalau sudah dapat 5-6 orang penumpang, operatornya cari minyak. Bisa beli di SPBU ini atau juga di kios eceran lainnya.

Supaya nggak hanyut di sungai, SPBU terapung yang bentuknya seperti kapal atau ponton ini diikat kuat menggunakan tali tambang. Kalau yang ada di gambar itu pas air lagi surut. Jadi bagian tebing sungai kelihatan jelas.

Tapi kalau air sungai lagi pasang, tingginya mencapai tebing rumput berwarna hijau. SPBU itu pun ikut naik dan posisinya hampir sejajar dengan daratan.  Jadi dia fleksibel, posisinya naik-turun mengikuti kondisi air sungai.

Saat ini dan ke depan, SPBU terapung ini makin berkurang pembelinya. Hanya perahu klotok dan bandong yang masih setia singgah di tempatnya. Karena kendaraan itu masih diperlukan untuk transportasi barang dan sembako ke daerah yang belum bisa dijangkau roda empat.

Di lokasi yang transportasi daratnya semakin lancar, penumpang lebih memilih naik mobil. Akibatnya, sebagian besar operator menjual speedboatnya. Mereka membeli kendaraan roda empat dan beralih menjadi pengemudi oplet.

Ya, mereka juga ikut berubah dan menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman. Harus fleksibel, seperti halnya SBPU terapung yang naik turun menyesuaikan kondisi air sungai.

Haruskah kita juga perlu fleksibel dalam menjalani perubahan dalam kehidupan ini?

14 pemikiran pada “SPBU Terapung

  1. jadi ingat pas dinas ke sana mas.
    gagal nyebrang karena katanya lagi pasang. gak bisa (alias gak ada yang mau antar).

    kalau pendapat saya sih sebagai manusia ya kita harus bisa fleksibel. bukankah itu kelebihan manusia? Kalau eyang Darwin bilang kan: ‘Not the strongest, but the most adaptable one that will survive’. teori ini pun berdasarkan kenyataan tentang kepunahan dinosaurus kan. mereka kuat tapi tetap punah.

    Tapi… dalam fleksibilitasnya, seorang manusia harus tetap punya satu hal. PRINSIP HIDUP. ini yang agak susah. karena terlalu fleksibelnya seseorang, mereka jadi bisa dipengaruhi dengan mudah. diajak ke kanan ya ke kanan. ke kiri ya ke kiri. di sinilah perlunya prinsip hidup. atau mungkin lebih tepatnya ‘value of life’.

    1. kalau air pasang, memang rada bahaya. selain arusnya deras, juga banyak sampah-sampah ranting atau batang pohon. kalau nggak hati-hati, bisa menghantam perahu atau speedboat yang dinaiki. kapan lagi nih dinas ke daerah?
      teori seleksi alam yg dibilang mbah Darwin memang terbukti. spesies yang mampu beradaptasi dgn lingkungannya itulah yg bisa survive, sedangkan yg gagal akan punah. komodo dan dinosaurus adalah dua contoh yg mewakili bukti seleksi alam itu, Bro.
      btw, emang benar selain perlu fleksibel kita juga harus punya prinsip dan tujuan yg jelas dalam hidup. biar nggak terombang-ambing seperti daun tertiup angin.
      makasih komennya yg memukau, Bro.

  2. Dewi

    fleksibel menurut aku si bole aja pak,, asal jngan fleksibel buat ngikutin kebiasaan buruk yang cenderung bnyak bermnculan di jaman modern ini

      1. Dewi

        hmmmm….. apa ya?? mari kita cari jawaban nya di kolong meja😆😆
        tapi jane ki, sjak jman batu juga udah ada,,kayak molimo, pergaulan bebas, penipuan via dunia maya (ini bukan jaman batu) # sok teu ih bunda gawul😆😆

  3. Baru tahu mas ada SPBU terapung, ntar kl suamiku pulang tak tunjukkin deh gambarnya, pasti dia nggak percaya😛

    Pernah menjumpai juga mas pasar terapung di sekitar sana ?😛

    1. wah, bisa jadi kejutan untuk suaminya, mbak. penasaran aja gimana ekspresi dan komennya setelah lihat gambar itu🙂. kalau pasar terapung di sini nggak ada, mbak. adanya di daerah Kalsel🙂

  4. SPBU terapung pastinya tetap penting yah. kan speed/ tongkang2 yg nyari ikan/udang masih banyak tho… walopun yg kapal penumpang sudah jarang. tapi ada sensasinya sendiri juga naik boat di tengah sungai yg luas gtu… *mmmh membayangkan di bawahnya dilewati anaconda – keingat pilmnya itu..:D

    1. SPBU terapung itu kebanyakan untuk melayani perahu pengangkut barang atau sembako, mbak. speed sesekali juga ada. wah, kalau anaconda yang di film itu ukurannya lebih gede daripada aslinya, mbak.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s