Karena Sukses adalah Sebuah Perjalanan…

Sukses dapat diartikan sebagai keberhasilan seseorang dalam meraih sesuatu. Ada tiga poin penting yang berperan dan perlu kita cermati disini, yaitu seseorang, proses dan sesuatu yang ingin diraih.

Seseorang sebagai subyek, proses adalah tahap-tahap yang harus dijalani atau dilalui dan sesuatu dapat berupa materi misalkan uang, kendaraan, rumah, nilai ujian, jumlah tulisan. Bisa juga berupa nirmateri seperti kepuasan batin, kebahagiaan dan kenikmatan hidup.

Tak bisa dipungkiri, selama ini kita mengukur kesuksesan dengan cara membandingkan apa yang telah kita raih dengan apa yang telah diraih orang lain. Jadi ukurannya adalah perbandingan antara diri kita dengan orang lain.

Seorang bapak yang telah bekerja sebagai karyawan selama 20 tahun dan belum memiliki kendaraan roda empat dianggap tidak sukses, ketika dibandingkan dengan karyawan lainnya yang masa kerjanya baru 10 tahun, namun sudah memiliki mobil.

Seorang anak yang mendapat nilai 6 untuk matematika dianggap tidak sukses karena ada anak lain yang mendapat nilai 9. Contoh lain, seorang blogger yang beberapa kali mengikuti kontes ngeblog dan belum pernah sekalipun memenangkan lomba dianggap tidak sukses dibandingkan blogger lainnya yang ikut serta dan sering jadi juara.

Perbandingan – perbandingan kesuksesan tersebut menurut saya kurang tepat. Karena aturan sukses berbeda pada setiap orang.  Bisa jadi, sang bapak yang telah bekerja 20 tahun tersebut belum punya mobil, karena sebagian gajinya ditabung atau diinvestasikan untuk biaya pendidikan anak-anaknya yang semakin tahun semakin tinggi. Jadi, dia berkorban untuk masa depan anaknya dan  memilih untuk mengendarai sepeda motor untuk bepergian.

Di sisi lain, karyawan yang telah memiliki mobil meskipun baru 10 tahun bekerja, bisa saja dia punya usaha atau pekerjaan lain yang menjadi tambahan pendapatan bagi dirinya. Jadi, kita perlu  lebih cermat dan berpikir rasional dalam mengukur kesuksesan seseorang, karena latar belakang keduanya berbeda.

Demikian juga dengan seorang anak yang mendapat nilai 6 untuk pelajaran matematika. Bisa jadi, di mata pelajaran lainnya seperti IPS dia mendapat nilai 9. Sementara temannya yang mendapat nilai 9 untuk pelajran matematika, justru hanya mendapatkan pelajaran 6 untuk bahasa Indoensia.

Seorang blogger yang belum memenangkan lomba tidak dapat dikatakan tidak sukses bila dibandingkan dengan blogger lain yang menang lomba dan mendapat hadiah. Oleh karena selama ini blogger tersebut memang lebih berorientasi untuk berbagi atau sharing pengalaman dan pemikiran tanpa ada kenginan kuat untuk memenangkan lomba. Hadiah lomba baginya ibarat bonus yang diterima dan bukan menjadi tujuan utama dia membuat postingan dan mengikuti lomba.

Terus bagaimana menentukan ukuran sukses seseorang? Saya jadi teringat sabda Nabi Muhammad SAW :

Barangsiapa yang hari ini lebih baik daripada kemarin dan esok hari lebih baik dari hari ini, maka dia termasuk orang yang beruntung.

Tak ada salahnya menggunakan ukuran kesuksesan sesuai dengan yang disampaikan oleh Nabi Muhammad, yaitu progres atau kemajuan diri seseorang dalam satu rentang waktu. Karena ukuran tersebut kebih obyektif dan fair. Yang dibandingkan adalah proses perkembangan diri dan kemajuan seseorang pada hari ini dan kemarin, serta hari esok dengan hari ini. Jadi bukan membandingkan diri kita dengan orang lain.

Ukuran kesuksesan berdasarkan standar tersebut adalah progres diri kita dalam berbuat sesuatu. Sebagai contoh, seorang blogger yang saat ini telah membuat postingan 2 kali seminggu secara rutin, padahal sebelumnya hanya sekali seminggu. Ini berarti ada progres yang bernilai 100 % dibandingkan sebelumnya. Sebuah kesuksesan karena dia berhasil meningkatkan produktivitasnya dalam menulis menjadi dua kali lipat.

Kesuksesan tersebut tidak stagnan atau sudah mentok, namun masih bisa berkembang dan ditingkatkan. Dia bisa meningkatkan lagi kemampuannya membuat tulisan menjadi tiga kali seminggu. Dengan demikian, kurang tepat kalau ukuran kesuksesan tersebut dinilai dengan membandingkannya dengan jumlah tulisan blogger lainnya.

Di sinilah diartikan bahwa sukses adalah sebuah perjalanan, karena setelah berhenti sejenak untuk membuat satu tulisan dalam seminggu, selanjutnya dia akan bergerak dan berusaha lagi untuk membuat dua tulisan dalam seminggu.

Tak hanya itu, peningkatan produktivitasnya selain ditandai dari jumlah tulisan yang meningkat, juga dapat berupa topik atau tema penulisan yang lebih bervariasi. Bila sebelumnya dia hanya menulis tentang otomotif, pada tahap selanjutnya dia mulai belajar untuk menulis tentang gaya hidup.

Demikian juga dengan seorang anak yang mendapat nilai 6 untuk matematika. Akan lebih obyektif bila dia ditelusuri, sebelumnya dia memperoleh nilai berapa untuk pelajaran itu. Bila nilai sebelumnya adalah 5, maka dia dapat dikatakan sukses ketika saat ini mendapat nilai 6, karena perolehan nilainya meningkat. Bila dia lebih sungguh-sungguh belajar, mendapat nilai 7 atau 8 bukanlah hal yang susah diraih.

Jadi pembanding ukuran kesuksesannya adalah dengan nilai matematika sebelumnya, bukan  dengan nilai matematika temannya.

Memang tidak mudah untuk mengubah pola pikir bahwa ukuran kesuksesan ditandai dengan perubahan diri ke arah yang lebih baik. Dan bukan membandingkan diri kita dengan apa yang telah diraih orang lain. Semua memerlukan proses dan waktu, karena sukses adalah sebuah perjalanan.

BANNER EVIINDRAWANTO1 First Give Away Jurnal Evi Indrawanto

First Give Away : Jurnal Evi Indrawanto

 

 

26 pemikiran pada “Karena Sukses adalah Sebuah Perjalanan…

  1. Yups mas.. menurut orang Jawa ojo sawang sinawang. Jika parameter kesuksesan kita hanya dengan membandingkan kondisi orang yang sudah sukses, menurut saya kita tidak akan pernah merasa sukses..

    sukses juga tak bisa diukur dengan hasil materi atau prestasi apa yang telah kita dapat, tapi sukses itu tentang sebuah rasa bahagia dalam hati.

    terima kasih sudah turut menyemarakkan GA mbak Evi ya.. sudah saya catat sebagai peserta.. Semoga anda juga sukses nanti di gelaran ini.. aamin.

    salam kenal mas Yudhi🙂

    1. Menarik sekali pendapatnya, Mas Lozz… Kesuksesan diri kita memang kita sendiri yang menentukan dan bukan atas dasar ukuran yg ditetapkan orang lain.
      Btw, sudah lama saya nggak ikut GA. Sekali BW di blognya mbak Evi, kok langsung muncul ide untuk posting tentang apa itu sukses. Prosesnya begitu singkat, mulai berselancar di blognya, muncul gagasan hingga akhirnya bikin postingan…
      Makasih nama saya sudah tercatat sebagai peserta… dan semoga postingan ini bermanfaat..
      Salam kenal juga mas Lozz🙂

  2. jadi ingat nasihat seseorang, jgn membandingkan diri dengan orang lain, tetapi dengan potensi diri, apakah sudah di maksimalkan …
    semoga sukses ngontesnya pk …

  3. Wah, ada GA seru nih. Ikutan ah. Btw, kalo menurut saya sukses seseorang tuh tergantung sama masing2 orang pak. Ada orang yang berpendapat menyekolahkan anak ke jenjang tertinggi itu sebuah kesuksesan walaupun secara ekonomi keluarganya pas-pasan🙂

    1. itu juga sebuah bentuk kesuksesan, mbak. nggak banyak ortu yg ekonominya pas-pasn bisa menyekolahkan anaknya hingga jenjang yg lebih tinggi…
      jangan sampai terlewat GA-nya, mbak.🙂

  4. Kalau dilingkungan kita sekarang, sukses itu kalau sudah berhasil membenamkan kepala seseorang kedalam lumpur kehinaan😦

    Pak Yudhi bisa katakan sukses, karena sudah rutin menulis dan ops…mulai ikutan give away…

    1. yang seperti itu jangan sampai dicontoh, mas.
      Makasih, apresiasinya, Mas.
      Benar, sekarang mulai melangkap ke tahap berikutnya…semoga langkah ini juga sukses

  5. Sependapat pak, sukses adalah sebuah perjalanan, dan sebaiknya memang sebagai orang muslim mengambil parameter kesuksesan dari keteladanan Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Bagiku, ukuran kesuksesan adalah saat nanti waktunya kita “pulang” dalam keadaan khusnul khotimah…Aamiin YRA. Thx pak Hendro atas pencerahannya..salam kenal

  6. Kesuksesan versi saya adalah ketika saya bisa memasak yang enak2 bagi suami saya setiap hari Om Yud, hehe.. sayangnya blm terlalu sukses😀

    Salam silaturahmi ya Om Yud..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s