Selesai Kuliah, Terus Kerja atau Kuliah Lagi?

Begitu pertanyaan yang terkadang muncul pada saat masih mahasiswa. Untuk menentukan pilihan, selesai kuliah lebih baik bekerja atau kuliah lagi bukanlah perkara gampang.

Ada beberapa pertimbangan yang layak dicermati sebelum memilih salah satunya. Di antaranya adalah :

1. Kondisi Ekonomi Keluarga
Bagi yang berasal dari keluarga yang mampu secara ekonomi, biaya kuliah untuk meneruskan ke jenjang Strata 2 (S2) tampaknya bukan masalah utama. Beberapa orangtua menghendaki anaknya bisa langsung ambil S2 apalagi jika umurnya masih muda dan berprestasi. Kesempatan untuk memilih kuliah lagi, apalagi ke luar negeri terbuka lebar.

Pendapat orangtua bisa saja akan berbeda dengan sang anak. Bisa jadi dia lebih memilih untuk bekerja daripada kuliah lagi, karena ingin mendapatkan pengalaman kerja.

Setelah mendapatkan pekerjaan, dia bisa kuliah sambil kerja. Jika ini yang dipilih, maka perlu kompromi lebih lanjut mengenai biaya kuliahnya di S2, apakah masih ditanggung sepenuhnya oleh orangtuanya, tanggungan dia atau fifty-fifty.

Lain cerita dengan lulusan yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. Tanggung jawab orangtua untuk menyekolahkan hingga jenjang S1 tampaknya berakhir hingga di sini, apalagi jika adik-adiknya masih membutuhkan biaya pendidikan yang tidak sedikit.

Pilihan untuk bekerja setelah lulus kuliah adalah pilihan yang rasional. Selain mengurangi beban orangtua karena dapat membantu keluarga termasuk adik-adiknya, memasuki dunia kerja juga sebagai kesempatan untuk menabung jika ada keinginan untuk melanjutkan ke jenjang S2.

2. Tawaran beasiswa
Tak semua lulusan perguruan tinggi mendapat tawaran beasiswa melanjutkan ke jenjang S2. Lulusan yang memiliki prestasi akademik tinggi yang berpeluang besar untuk meraih kesempatan ini.

Biasanya beberapa perguruan tinggi menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di luar negeri dan memberikan beasiswa bagi staf pengajarnya yang ingin melanjutkan studi. Syaratnya, lulusan tersebut harus menjadi staf pengajar terlebih dahulu. Mekanisme pertukaran mahasiswa S2 juga merupakan kesempatan untuk meraih beasiswa.

Seandainya tanpa menjadi staf pengajar di suatu perguruan tinggi, apakah bisa mendapatkan beasiswa tersebut? Bisa saja, sepanjang persyaratan yang diminta dapat dipenuhi dan lolos tes yang diadakan oleh lembaga pemberi beasiswa.

3. Persyaratan Kerja
Di lingkungan perguruan tinggi, staf atau tenaga pengajar yang dibutuhkan biasanya diutamakan yang berkualifikasi S2. Jika seorang fresh graduate ingin melamar posisi tersebut, pilihan untuk kuliah lagi setelah lulus adalah suatu keharusan.

Saat ini, hampir dikatakan sedikit sekali perguruan tinggi yang menerima lulusan S1 untuk langsung mengisi posisi sebagai dosen. Argumennya, masa lulusan S1 mengajar S1. Setelah diterima, biasanya tugas sebagai asisten dosen yang pertama kali diterima.

Menyiapkan praktikum, menggantikan dosen saat berhalangan mengajar, membantu mengorganisir acara seminar atau simposium, membantu riset sang dosen adalah beberapa tugas yang dikejakan sang asisten.

Alternatif lainnya, di beberapa perguruan tinggi, staf pengajar juga dapat direkrut dari lulusan yang sebelumnya pernah bekerja. Bisa jadi karena kondisi tempat kerja sedang gonjang-ganjing dan karyawannya melihat kalau prospeknya madesu alias masa depannya suram, sehingga dia harus hijrah. Selanjutnya, dia mencari informasi lowongan kerja dan melamar menjadi staf pengajar di kampus.

Bisa juga dosen senior di almamaternya memang tertarik dengan kemampuannya, namun formasi untuk staf pengajar saat itu belum tersedia. Hingga saat yang tepat, akhirnya si dosen senior menghubunginya untuk bergabung di almamaternya. Staf pengajar yang seperti ini biasanya kenyang dengan pengalaman lapangan dan tidak hanya pandai berteori. Ini salah satu kelebihan yang dimiliki dibandingkan rekannya yang belum pernah mencicipi dunia kerja.

Dia juga lebih lihai dan luwes dalam menjalin relasi dengan pihak instansi lain untuk menjajagi kerjasama bagi kepentingan almamaternya, seperti menjadi lokasi penelitian atau tempat praktek kerja bagi mahasiswa.

Perkembangan dan permasalahan di lapangan serta dunia kerja juga menjadi materi perkuliahan yang lebih menarik bagi mahasiswa dibandingkan dosen yang hanya mengandalkan diktat kuliah yang setiap tahun nggak pernah berubah.

Jadi, setelah lulus nanti mau terus kerja atau kuliah lagi?

Iklan

12 pemikiran pada “Selesai Kuliah, Terus Kerja atau Kuliah Lagi?

  1. wah .. ini yang berhak jawab yang msh sekolah atau kuliah ya mas ? πŸ˜›

    kl aku dulu masuk semester 3 sdh kerja mas, akhirnya jadi profesi

  2. saya selesai kuliah alhamdulillah langsung kerja, dan kuliah lagi dan sekarang sudah selesai pasca sarjana. tinggal menabung untuk sekolah anak.

  3. dulu lulus d3 terus kerja.
    lalu diminta ortu buat berhenti kerja, dan kuliah lagi. Nurut deh apa kata ortu
    lulus s1, alhamdulillah nggak kesulitan cari kerja
    udah kerja dapat tawaran beasiswa buat kuliah lagi, sambar aja mumpung masih single
    lulus s2 balik lagi ke tempat kerja, nikah dan “bikin” anak πŸ™‚
    sekarang lagi ngajuin beasiswa buat kuliah lagi.
    ntar tanggal 15 mei harus presentasi proposal disertasi
    doain ya…… semoga kali ini bisa lolos lagi dapat beasiswa

    1. Wow, pengalaman yang langka mbak nanik. Mulai D3 – Kerja – Kuliah S1 – Kerja Lagi – Kuliah S2 – Balik kerja lagi…. dan mau ambil S3. Luar biasa semangat belajarnya, mbak. Semoga sukses deh dan aku doain bisa dapat tuh beasiswa S3nya πŸ™‚

  4. wah siiip nih tulisannya,.. memang setiap pilihan pasti lah ada konsekuensinya,. semangat muda yang membara harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,. yang terpenting realisasi nya setelah lulus s1 dulu. nah ini lain cerita nya, klu setelah lulus kuliah pilihannya nikah, kerja, dan s2, akan sangat sulit memfokuskan ketiganya,..ini menjadi kebingungan tersendiri, disamping mempertimbangkan faktor agama,. dimana seorang wanita memiliki tanggung jawab yang lebih, terlebih mengurus anak dan keluarga,..

    1. Makasih, Aya. Setiap orang yang sudah lulus kuliah, punya pilihan dan pertimbangan yang berbeda dengan orang lain. Ada yang lulus kuliah langsung ambil s2, ada juga yang kerja dulu. ada juga bagi wanita, yang langsung nikah dan fokus mengurus keluarga….
      tidak ada yang keliru dengan setiap pilihan yg diambil, sepanjang dijalani dengan konsisten….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s