Wabah Akronim Melanda Kita

“Lauknya pagi ini Darmi” kata teman kerja memulai obrolan di ruang makan kantor. “Darmi? Apa itu?” celetuk teman lain. “Darmi itu singkatan Dadar Mie” jawabnya.  “Oo, saya kira Darmi itu nama orang” ungkapnya sambil tersenyum.

Dadar mie, lauk yang dibuat dari mie yang digoreng dan dicampur dengan telur dadar. Kalau masih hangat, rasanya kriuk-kriuk seperti makan krupuk. Pikir-pikir, kreatif juga nih teman, bisa bikin singkatan baru.

Menu di meja makan pun hampir semuanya disingkat. Terkadang bikin orang mengerutkan dahi dan akhirnya tersenyum simpul setelah tahu artinya. Hampir tiap hari di meja makan tersedia internet alias indomie telur kornet.

Kalau di tempat lain teroris diuber-uber sama Densus 88, disini teroris malah dijadikan bulan-bulanan. Dipecahkan, dikocok, digoreng dan dihidangkan jadi santapan favorit. Karena teroris disini singkatan dari telur diiris-iris.

Musim singkat menyingkat beberapa kata atau kalimat sudah jadi fenomena di negeri kita. Kata-kata akronim sudah jadi menu sehari-hari yang sering dipakai dalam obrolan maupun tulisan di media.

Kenapa sering dipakai? Pengucapan dan penulisannya lebih pendek dan praktis. Lama-kelamaan, bahasa akronim ini malah digunakan sebagai bahasa pergaulan dan menjadi kebiasaan.

Hampir tiap generasi ada saja istilah baru akronim yang lagi tren. Dulu waktu masih SMA, agar bisa kuliah di PTN harus ikut Sipenmaru. Bisa juga masuk lewat jalur PMDK bagi yang nilai rapornya bagus dan tak pernah anjlok selama lima semester. Setelah diterima, kemudian mahasiswa baru disuruh ikut OPSPEK. Selagi belajar di kampus, juga ada bantuan beasiswa dari pemerintah yang namanya Supersemar.

Waktu itu juga, setelah film Ghost terkenal, banyak cewek yang jadi KDM alias Korban Demi Moore, gara-gara potongan rambutnya yang mirip artis pujaannya.

Fenomena singkat-menyingkat nampaknya selalu ada di tiap generasi, tak kenal musim dan mewabah di mana-mana. Di pemerintahan sipil, militer, swasta, wirausaha, anak muda, orangtua semuanya nggak bisa lepas dari kata-kata akronim.

Bentuk dan pola akronimnya pun tak beraturan. Ada yang cuma menyebut huruf pertama tiap kata seperti CLBK, KDRT, KPK atau LDR. Khusus LDR ini malah punya dua versi, Indonesia dan Inggris. Versi Indonesianya Letih Dilanda Rindu, sedangkan versi Inggrisnya Long Distance Relationship.

Di dunia politik, lebih khusus nama partai, bisa dipastikan 90% lebih pakai akronim. Nggak perlu disebutin ya nama partainya, karena yang nulis ini non partisan alias nggak jadi anggota apalagi pengurus salah satu partai🙂.

Di dunia blogging juga ada model singkatan seperti ini, BW (Blog Walking), WP (WordPress), TKP (Tempat Kejadian Perkara). Kalau yang terakhir itu mengadopsi akronim di dunia kriminal.

Pola ini juga sering dipakai sebagai inisial nama yang akhirnya jadi trend. Mulai dari nama pimpinan negara, menteri, pimpinan partai politik, klub bola, pelatih sampai pemain bola, semuanya pakai singkatan. SBY, JK, DI, ArB, MU, PSIS, RD, NM, AF, RvP, CR7 dan masih banyak lagi. Inisial nama ini juga dipakai untuk seseorang yang diduga berbuat kriminal atau menjadi tersangka sebuah kasus.

Akronim yang lainnya beda lagi polanya. Menggunakan singkatan suku kata pertama sebuah kata, seperti Malming, Mupeng, Kamseupay, Curhat, Pemilukada, Asbun atau nama pemain bola Bepe dan Tibo. Termasuk gubernur yang suka blusukan Jokowi.

Satu lagi, ini berkaitan dengan dunia tulis-menulis. Untuk yang memulai membuat skripsi atau ingin membuat buku, perlu juga mencoba istilah baru yang bernama Hapsari. Ini bukan sebuah metode menulis yang ditemukan oleh wanita bernama Hapsari, tetapi akronim dari Hanya perlu selembar sehari🙂.

Salam Blogger

20 pemikiran pada “Wabah Akronim Melanda Kita

  1. Hahaha. .
    Bisa aja nih, Mas.
    Tapi kalau Darmie, aku baru dengar.

    Apalagi LDR versi Indonesia.😆
    Ya, kalau lagi serius akronim ini jangan dibawa2 lah, ya. Takut digebuk masa.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s