He’s The Boss

IMG01020-20130608-1622

Mantap, salut dan hebat.
Itulah tiga kata yang pantas saya ucapkan untuk pak Abbay, supir sekaligus pemilik kendaraan umum yang tiap bulan mengantar kami dari Logpond ke Nanga Pinoh.

Minggu lalu, saya cukup kaget ketika kendaraan sewaan yang biasa dibawanya dari Logpond ke Nanga Pinoh beralih rupa. Tampak kinclong, plat sementara warna putih dan speedometernya baru 7.000 km.

Bulan sebelumnya dia masih bawa Strada warna merah untuk mengantar penumpang, tapi bulan ini sudah ganti kendaraan, hilux double cabin plus double gardan. Dia jual mobilnya yang lama kemudian beli hilux yang masih kinyis-kinyis.

Benar-benar nyaman naik mobil baru itu di kondisi jalan bergelombang dan berlumpur. Suspensinya lembut, lebih stabil dan goncangannya halus. Nggak seperti mobil yang dia bawa sebelumnya. Kena jalan berlubang, goncangannya terasa sampai ke tulang.

Waktu saya browsing untuk cari tahu harga mobil barunya …wow bukan main, sekitar 300 juta lebih. Sebanding dengan kenyamanan dan ketangguhannya menghadapi kondisi jalan berlubang.

Pak Abbay ini termasuk warga masyarakat yang tinggal di sekitar perusahaan dan jeli melihat peluang bisnis. Dia beli mobil pick up double gardan dan digunakan melayani penumpang, termasuk karyawan dari Logpond-Nanga Pinoh PP. Dia juga terima tawaran kalau ada yang carter dan minta diantar ke Sintang atau Pontianak.

Dia juga cerdas, memilih membeli kendaraan pick up dan bukan minibus atau van yang bisa memuat penumpang lebih banyak. Kebanyakan warga lainnya yang punya usaha transportasi, membeli kendaraan jenis ini.

Dia sudah melihat ada pasar, yaitu penumpang dan barang. Penumpangnya karyawan, tamu-tamu perusahaan, keluarga karyawan dan warga masyarakat yang memerlukan transportasi yang nyaman. Pasar yang lain pemilik toko yang makin menjamur dan memerlukan angkutan barang. Pasarnya ada,  penumpang dan barang, jalannya juga sudah tersedia, tinggal menyediakan kendaraaannya.

Meski orangnya pendiam, dia termasuk rajin membantu tetangganya yang nitip beli barang atau BBM ke Nanga Pinoh. Tetangganya yang punya toko adalah peluang menambah pendapatan, karena sering minta tolong beli BBM atau barang-barang lainnya.

IMG01022-20130608-1623

Dia dititipi beli minyak di Nanga Pinoh. Sekali angkut bisa 2 drum, isinya sekitar 200 liter per drum. Sekali mendayung dua tiga pula terlampaui. Sekali bawa mobil, selain dapat penumpang juga orderan barang. Dia juga pulang tidak dengan mobil kosong alias nggak ada penumpangnya.

Terbukti ketika sampai di Pinoh, dia baru saja terima telepon dan bilang ada empat penumpang yang mau ikut ke Logpond. Bukan dia yang cari penumpang, tapi penumpang yang telepon dia dan minta supaya bisa ikut. Apalagi kalau yang namanya habis gajian, menjelang lebaran atau natal. Pasti banyak karyawan yang cari dia.

Nah, sekarang  iseng-iseng coba kita hitung pendapatannya.

Kalau sekali jalan dari Logpond ke Pinoh, dia bisa dapat 300-350 ribu. Waktu tempuhnya 1 jam 15 menit. Bisa dibandingkan dengan waktu saya carter taksi dari Jogja ke Semarang dengan waktu tempuh normal 3 jam, ongkosnya 350 ribu.

Pergi pulang bisa dapat 600-700 ribu. Sebulan dia kerja, hitung saja 25 hari, seminggu sekali libur. Paling minim pendapatannya sudah 15 juta rupiah. Itu belum termasuk upah atau komisi karena membelikan dan mengangkut BBM dan barang-barang lainnya untuk tetangganya yang punya toko.

So, kalau dihitung-hitung, total pendapatannya bisa mencapai 20 jutaan per bulan. Katakanlah untuk membayar cicilan kendaraan 5-6 juta per bulan dan biaya operasional (BBM, Pelumas, Ban, Spare Part) sekitar 3-4 juta per bulan. Jadi, perbulan pendapatan bersihnya sekitar 10-12 juta. Nggak kalah dengan gaji  karyawan yang memiliki jabatan sebagai manager, supervisor atau kepala bagian.

So, he’s not only the driver, but also the boss…

Iklan

16 pemikiran pada “He’s The Boss

      1. semangat berwirausaha seperti berani mencoba, pantang menyerah dan berpikir kreatif juga bisa digunakan dalam posisi sebagau karyawan, bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s