Mudahnya Memantau Seleksi Siswa Baru SMP dan SMA

Bulan Juli ini tak hanya indentik dengan bulan berlibur, tapi juga bulan pendaftaran anak sekolah. Bulan di mana anak-anak harus daftar ulang untuk yang naik kelas, juga daftar dan cari sekolah baru untuk yang sudah lulus.

Kalau sudah urusan daftar sekolah baru, nggak cuma anak-anak yang sibuk. Orangtuanya pun ikut repot. Mulai mengambil berkas pendaftaran di sekolah asal, menemani anak-anak mendaftar di sekolah baru, termasuk menanti dengan harap-harap cemas hasil seleksi dan penerimaan murid baru.

Seperti yang dialami oleh ibunya Nadia dan Aysha awal bulan Juli ini. Karena ada dua anak yang lulus sekolah dan melanjutkan ke SMP dan SMA. Kesibukan pun dimulai tanggal 1 Juli yang lalu. Setelah menyiapkan berkas milik Nadia dan menyerahkan ke panitia di SMA 1, besoknya dilanjutkan lagi menyerahkan berkas ke SMP 3 untuk mendaftarkan Aysha.

Itu belum termasuk daftar ulang dua anak cowok, Andra dan Nabil yang naik kelas tiga dan kelas dua. Saya memang harus banyak-banyak berterima kasih sama istri. Dari tempat kerja, saya cuma bisa diskusi via telepon dengannya dan memantau hasil seleksi penerimaan siswa baru via internet.

Meski jauh di mata, tiap hari perkembangan hasil seleksi siswa baru tetap bisa saya monitor lewat komputer. Kok bisa? Inilah manfaat teknologi informasi. Dengan fasilitas internet, Dinas Pendidikan Kota Pontianak selama tiga tahun ajaran ini telah menerapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, klik di sini.

Sistem online ini membantu siswa dalam proses pendaftaran dan pemantauan hasil seleksi. Karena lokasinya jauh dari rumah, siswa tak harus datang dan mendaftar di sekolah yang menjadi pilihan pertama. Dia bisa mendaftar di sekolah terdekat, meskipun sekolah tersebut dicantumkan sebagai pilihan kedua atau ketiga. Setiap siswa diberikan kesempatan mengisi nama SMP atau SMA yang diinginkan, mulai pilihan pertama sampai pilihan kelima.

Waktu itu, dengan NEM 33,2, Nadia coba-coba untuk memilih SMA 1 sebagai pilihan pertama. Pilihan keduanya SMA 3, dilanjutkan dengan SMA 7 sebagai pilihan ketiga, pilihan keempat SMA 2 dan terakhir SMA 8.

Pertimbangannya, lokasi SMA 1 ini tetanggaan dengan SMP 3, sekolah tempat Aysha mendaftar. Jadi harapannya, kalau Nadia diterima di SMA 1 dan Aysha masuk SMP 3, waktu antar jemput nggak perlu mutar-mutar.

Hari pertama sampai keempat, posisi Nadia masih bertahan di daftar siswa yang diterima di SMA 1. Namun pada hari kelima, namanya terlempar ke pilihan kedua di SMA 3, karena NEM terendah yang diterima di SMA 1 adalah 33,3. Bedanya tipis banget dengan NEM Nadia, cuma 0,1. Itu pun di SMA 3 posisinya sudah berada di urutan 157 dari 213 siswa yang diterima.

Selidik punya selidik, rupanya beberapa siswa yang NEMnya di atas Nadia baru mendaftar dan memilih SMA 1 sebagai pilihan pertama pada hari-hari terakhir.

Beda dengan adiknya, Aysha. Karena NEMnya termasuk lumayan, 28,2, peluang diterima di sekolah pilihan pertama besar. Terbukti, meski baru mendaftar pada hari kedua, sampai hari ini jam 09:37:48 namanya sementara masih tercantum di urutan 31 dari 252 siswa yang diterima SMP 3. Kemungkinan untuk terlempar ke sekolah yang menjadi pilihan kedua kecil, karena hari ini adalah hari terakhir seleksi penerimaan murid baru.

Dari internet, saya juga tahu kalau pengumuman resmi penerimaan siswa baru akan diumumkan pada hari Senin (8/7) jam 10.00, di sekolah di mana siswa tersebut diterima. Pengumuman tersebut ditandatangani Kepala Sekolah dan ditandai dengan cap basah sekolah.

Penerimaan siswa secara online ini sangat membantu orangtua. Saya dan istri nggak perlu datang ke sekolah untuk tahu posisi terakhir Nadia dan Aysha. Cukup buka komputer dan internet di kantor atau di rumah.

Meski saya nggak ikut menemani waktu pendaftaran, tapi setiap hari pergerakan nomor urut anak-anak saya amati, khususnya Nadia. Apakah hari ini posisinya masih di SMA pilihan pertama ataukah sudah melorot ke pilihan kedua? begitu seterusnya sampai hari terakhir.

Ternyata, nggak cuma anak-anak yang penasaran, apakah dia diterima di sekolah yang diinginkan. Orangtua pun ikut berharap-harap cemas menunggu hasil seleksi tersebut.

15 pemikiran pada “Mudahnya Memantau Seleksi Siswa Baru SMP dan SMA

  1. Assalamualaikum….. senengnya bisa silaturrahim lagi.
    iya mas, saya juga pernah tahu rasanya mantau urutan online PPDB-nya ponakan pas SMP, beneran rasanya sruttt sruuut cepat kegesernya. tiap menit rasanya pengen melototi kompi buat cek urutan.
    ternyata udah pada gede nih anaknya…

    1. Wa ‘alaikum salam
      Sama-sama… semoga keluarga sehat-sehat ya, mbak.
      sebagai orangtua emang perlu mbak ngikutin perkembangan PPDB online, juga perlu banyak tanya sama anak-anak. Biar nyambung kalau diajak ngomong🙂 Sistemnya beda banget dengan jaman kita dulu.

    1. Ya, Mas Hindi. itulah salah satu manfaat kemajuan teknologi internet untuk pendidikan.

      dengan sistem online, emang sangat membantu orangtua. kita jadi tau berapa NEM tertinggi dan terendah siswa yg diterima di semua sekolah.

    1. sistem ini memang bagus, karena fair, transparan dan mudah dipantau.
      setau saya sih, kalau di Pontianak jumlah sekolah yang mengikuti sistem PPDB online ini semakin bertambah.
      kalau diterapkan di semua sekolah kayaknya belum, karena tergantung jaringan internet juga.

  2. jadi, akhirnya si sulung ketrima dimana?
    klo ortu yang dikantornya ada koneksi internet memang memudahkan. bagi yang nggak punya koneksi mungkin merepotkan, karena harus bolak-balik ke warnet buat ngecek

    1. alhamdulillah, diterima di sma 3, mbak. ini juga mantaunya dari tengah hutan. karena di sini nggak ada warnet. senjata andalan untuk koneksi internet ya pakai modem.:-)

  3. iya Mas, sekarang gampang banget mulai dari SMP sampai kuliahpun informasi nya cepet banget, terus udah mulai user-friendly gitu, jadi gak susah lagi kalau mau liat pengumuman passing grade yaa..🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s