200.000-138.000 = Pakai Kalkulator Dulu

Kelebihan salah satu teman kerja untuk kemampuan berhitung bikin saya tertarik. Beberapa hari lalu, waktu dia bayar belanja kebutuhan lebaran ke petugas Koperasi Karyawan (Kopkar), dia tanya :

“Berapa belanjaan kemarin?”katanya

Petugas Kopkar mengambil bon pembelian barang dan memisahkan belanjaan teman saya tadi.

“Apel 2 kg, minuman cincau 1 krat dan telur ayam 10 butir semuanya 138 ribu ”jawabnya sambil menstabilo bon pembelian tersebut.

Terus teman saya tadi mengeluarkan 2 lembar uang 100 ribuan dari dompetnya dan menyerahkan ke petugas Kopkar tersebut. Sebelum menyerahkan uang kembaliannya, dia ambil kalkulator dan mengurangkan angka 138 ribu dari 200 ribu rupiah.

Di sinilah saya perhatikan dan kagum dengan kecepatan berhitungnya. Sebelum petugas Kopkar tadi mendapatkan hasil hitungan kalkulatornya, teman tersebut langsung menjawab,” Sisanya 62 ribu”.

Dan ternyata hitungannya betul, sama dengan hitungan kalkulator.

“Wah kalau untuk hitungan kayak gini, kalau nggak pakai kalkulator bisa lama, kata petugas Kopkar sambil menyerahkan uang kembaliannya.

Di lain waktu, saya melihat dia membayar uang tiket bis untuk ke Pontianak. Dia pesan 6 tiket dan harganya 145 ribu per buah. Waktu agen tiket bis tersebut meminta kawannya yang pegang kalkulator untuk menghitung, teman saya tadi duluan menjawab,”Total 6 tiket 870 ribu”.

“Benar, semuanya 870 ribu” kata agen tiket bis tadi sambil tersenyum menerima delapan lembar seratus ribuan, selembar lima puluh ribuan dan dua lembar sepuluh ribuan.

Kalkulator, tanpa kita sadari telah menggantikan kemampuan otak kita dalam hal berhitung. Kita sangat tergantung dengan alat tersebut, bahkan untuk hitungan  yang sederhana seperti pengurangan, penjumlahan dan perkalian.

Saat ini, ketika hampir semua perhitungan dan transaksi jual beli sangat tergantung dengan kalkulator, kemampuan berhitung teman tadi termasuk jarang dimiliki orang banyak.

Teman yang berumur 40 tahunan itu lalu bercerita, hingga sekarang dia masih sedikit mengingat pelajaran waktu sekolah dulu yang namanya mencongak. Sebuah pelajaran untuk mengasah kemampuan berhitung tanpa bantuan kalkulator atau coretan di kertas.

Cara berhitung yang lebih mengandalkan kemampuan berpikir dan mengingat dalam otak. Pelajaran seperti itu mungkin sudah nggak diajarkan lagi saat ini.

Pada saat pelajaran ini, guru biasanya bertanya kepada muridnya dengan memberikan soal-soal berhitung. Kemudian siapa yang paling cepat berpikir, dia akan angkat tangan dan menjawab pertanyaannya.

Saya jadi ingat waktu waktu nonton film Laskar Pelangi. Di antara murid-murid bu Muslimah di SD Gentong, ada satu anak yang punya kemampuan seperti itu, Lintang namanya. Dia bahkan bisa menjawab hitungan-hitungan matematika yang rumit tanpa bantuan kalkulator. Tapi mengandalkan kemampuan otak berpikir secara cepat.

Biasanya, ada jurus-jurus shortcut yang dipakai dan dimiliki untuk memudahkan proses perhitungan. Seperti yang dilakukan teman tadi. Waktu menghitung sisa kembalian uang belanja, dia hilangkan dulu angka ribuan dalam kepalanya sehingga menjadi angka 200 – 138. Dengan hanya angka ratusan, hitungan menjadi lebih mudah dan simpel.

Untuk hitungan yang kedua, dia bulatkan dulu 145 ke 150 (ribuan dihilangkan) dan dikalikan 6 hasilnya 900. Kemudian dia kalikan angka 5 (selisih 150-145) dengan 6 hasilnya 30. Terakhir, dia kurangkan angka 30 dari 900, hasilnya 870. Semua hitungan tadi  di dalam kepala dan tanpa bantuan kalkulator.

Pelajaran mencongak memang menarik dan bermanfaat dalam urusan sehari-hari. Minimal, biar kita nggak mudah ditipu.

4 pemikiran pada “200.000-138.000 = Pakai Kalkulator Dulu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s