Kapankah Anakku Pulang?

Ya, itulah sebuah pertanyaan yang senantiasa muncul di benak orangtua yang anaknya pergi merantau.

Jauh di lubuk hati ayah dan ibu kita, tak dipungkiri ada sebersit keinginan. Bahwa diantara anak-anaknya yang merantau, orangtua tetap berharap satu di antara mereka akan pulang. Dan biasanya yang diharap adalah anak perempuannya.

Beberapa kali bertemu dengan teman perantau, topik pulang dan menetap di kampung halaman sering jadi obrolan.

Terbaru, ada salah seorang teman yg sudah pindah kerja jadi PNS. Istrinya juga berprofesi yang sama, tapi beda instansi.

Orangtua sang istri minta supaya mereka bisa pindah tugas sekaligus tinggal satu kota dgn orangtuanya. Sang istri yang anak bungsu dan memiliki dua saudara itu yang diharapkan pulang.

Padahal orangtua, sang anak serta menantunya itu masih tinggal dalam satu pulau, cuma beda kota.

“Terus gimana rumah yg sudah dibangun dan ditempati?”kata teman yang lain

“Ya dijual”jawabnya

Dalam kasus lain, ada juga teman yang merantau memutuskan memulangkan istri dan anak-anaknya ke Jawa. Bukan karena orangtuanya yang meminta, tapi karena sang istri yg nggak berani tinggal di Pontianak atau Nanga Pinoh, tanpa ada keluarga atau saudara.

Ada juga kasus lainnya, orangtua yang khawatir anak-anaknya yang sekolah di luar negeri nggak pulang ke Indonesia.

Karena sang anak setelah lulus, nggak kembali ke Indonesia. Tapi bekerja di negara dimana dia tinggal. Ditambah lagi, sang anak juga sudah mendapat permanen resident dari pemerintah setempat.

Memang pilihan yang  serba dilematis. Sebagai anak, kita juga ingin berbakti buat orangtua. Bisa tinggal berdekatan dan membantu di saat beliau menjalani hari-harinya di usia lanjut.

Namun di sisi lain, sebagai suami atau istri, bekerja mencari nafkah bagi dirinya dan keluarganya juga suatu hal yang tak bisa dihindari.

Perlu keputusan yg bijaksana menyikapi hal tersebut. Apakah memenuhi permintaan orangtua agar pulang atau tetap bertahan di tempat mencari nafkah dan tinggal berjauhan dari orangtua?

Menurut saya, tiap keluarga punya pilihan yang berbeda untuk menjalaninya.

Bagaimana sahabat blogger jika menghadapi kondisi seperti itu?

Iklan

4 pemikiran pada “Kapankah Anakku Pulang?

  1. Saya suka kagum dengan orang-orang yang pulang kampung demi orang tua. Di tempat saya banyak saya temui orang-orang yang meninggalkan karier cemerlang di jakarta, pulang untuk merawat orang tua yang sudah sepuh dengan kondisi ekonomi yang tak menentu.
    Kagum dengan komitmen birrul waliwalidaini-nya 🙂

  2. Menurut saya kalau ada kemungkinan mendapat kerja di tempat dimana orang tua memangggil gak ada salahnya pulang, Mas Yudhi. Kalau tidak orang tuanyasaja yg diajak tinggak bersama

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s