Vredeburg, Benteng Perdamaian di Jogjakarta

IMG01470-20130828-1057

Waktu sekolah di Jogja tahun 1989 sampai 1994, nggak pernah terpikir untuk melihat-lihat museum benteng Vredeburg. Paling hanya lewat di depannya saat melintas di jalan Malioboro. Namun saat jalan-jalan membawa anak-anak, lokasi ini termasuk salah satu yang nggak terlewatkan untuk dikunjungi.

Vredeburg adalah salah satu bangunan bersejarah yang masih berdiri kokoh dan terawat dengan baik di kota pelajar.

Menurut Wikipedia, benteng ini dibangun dalam waktu yang cukup lama, yaitu 27 tahun (1760-1787). Pada awalnya benteng ini bernama Rustenburg atau tempat peristirahatan. Dinamakan seperti itu karena pada masa kolonial Belanda, tempat ini sering digunakan sebagai peristirahatan tentara-tentara Belanda yang bertugas di Jogja. Selain itu, tempat ini juga digunakan sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan residen Belanda.

IMG01472-20130828-1100

Pada saat terjadi gempa bumi besar di Jogja pada tahun 1867 dan setelah dilakukan perbaikan, namanya diubah menjadi Vredeburg atau benteng perdamaian.

Karena memiliki nilai sejarah yang tinggi,Β  oleh pemerintah RI benteng ini selanjutnya dilakukan renovasi dan ditetapkan sebagai museum cagar budaya.

Lokasi museum benteng Vredeburg mudah dijangkau karena berada di pusat kota. Berada di titik nol kota Jogja. Di sekitar Vredeburg juga terdapat beberapa obyek wisata terkenal lainnya, seperti Jalan Malioboro, Pasar Beringharjo, Taman Pintar dan Keraton Ngayogyokarto Hadiningrat.

Tiket masuk ke lokasi museum benteng Vredeburg cukup murah. Hanya 2 ribu rupiah per orang. Bagi yang membawa kendaraan roda empat, juga tersedia halaman parkir yang memadai.

Terkadang para wisatawan atau pengunjung memarkir mobilnya di tempat ini dan tidak masuk benteng. Tapi selanjutnya berjalan kaki menyusuri pasar Beringharjo dan jalan Malioboro untuk berbelanja.

Setelah memasuki bagian dalam benteng, terlihat lingkungan yang bersih dan tertata rapi. Tampak bahwa obyek wisata sejarah ini benar-benar dikelola dengan baik. Di depan ruang diorama 1 dan 2 disediakan bangku bagi pengunjung yang ingin beristirahat.

IMG01483-20130828-1141

Ada rombongan mahasiswa yang duduk lesehan di halaman sambil berdiskusi. Beberapa wisatawan manca negara juga terlihat memasuki lokasi ini sambil menenteng kamera.

Bagi pengunjung yang memiliki hobi fotografi, jangan lupa untuk membawa kamera. Karena banyak point of interest yang begitu sayang untuk dilewatkan.

Ada dua ruangan utama yang berada di sebelah kiri dan kanan pintu masuk. Ruangan diorama 1 dan diorama 2. Di kedua diorama itu, suasananya cukup sejuk, karena dilengkapi pendingin udara.

Setiap peristiwa yang bernilai sejarah dibuatkan diorama yang cukup informatif. Juga ada penjelasan di bagian depannya yang disampaikan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

IMG01480-20130828-1135

Seperti peristiwa kedatangan Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta di stasiun Tugu, pada saat pusat pemerintahan untuk sementara pindah ke Jogja.

IMG01473-20130828-1110

IMG01476-20130828-1113

Koleksi seragam wanita anggota palang merah pada masa-masa perjuangan merebut kemerdekaan, juga bisa dilihat di diorama ini. Semuanya ditampilkan lengkap, mulai rok, tas, penutup kepala hingga kotak obat-obatannya.

Ada juga peristiwa lain yang membuat saya tertegun cukup lama. Melihat diorama yang menggambarkan puing-puing pesawat Dakota VT-CLA yang ditembak jatuh pesawat Belanda P-40 Kitty Hawk, saat hendak mendarat di pangkalan udara Maguwo. Pesawat milik warga India itu terbang dari Singapura dan membawa bantuan obat-obatan dari palang merah Malaya. Dalam peristiwa itu, Komodor Agustinus Adisucipto dan Komodor Abdul Rahman Saleh gugur.

Berada di lokasi Vredeburg jauh dari kesan membosankan. Selain mempelajari peristiwa sejarah, mengamati arsitektur bangunan jaman dulu juga sangat mengasyikkan. Ciri khasnya seperti jendela dan pintu yang besar.

IMG01479-20130828-1131

Arsitek Belanda sudah memperhitungkan, bahwa membuat bangunan di daerah tropis seperti di Indonesia, harus memiliki pintu dan jendela serta ventilasi yang besar. Agar sirkulasi udara lancar dan tidak terasa panas serta pengap. Dan juga tidak perlu lagi pendingin udara.

Di bagian belakang benteng, di atas pintu keluar terdapat jalan yang bisa kita lewati. Jalan ini sepertinya digunakan untuk pertahanan pada saat benteng diserang.

IMG01485-20130828-1143

Baru saya ketahui, pintu keluar dari benteng rupanya tersambung ke lokasi taman Pintar. Saat hendak keluar dari benteng, seorang petugas satpam mengingatkan kami, apakah sudah melihat-lihat diorama 1,2 dan ruang informasi.

Sebuah kepedulian dan perhatian yang tidak kami duga sebelumnya. Ternyata petugas pengamanan pun tidak ingin ada lokasi yang terlewati oleh pengunjung yang sudah membayar tiket masuk.

Iklan

10 pemikiran pada “Vredeburg, Benteng Perdamaian di Jogjakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s