Rp 500 yang Amat Berarti

Bagai sebagian dari kita, uang 500 rupiah saat ini mungkin nggak ada artinya. Untuk ongkos parkir atau buang air kecil di toilet umum saja nggak cukup.

Namun tidak demikian hanya bagi seorang ibu penjaja koran di traffic light di daerah Kleringan Jogja. Sampai saat ini, meskipun sudah seminggu lewat, kejadian itu masih sering saya ingat.

Ceritanya, ketika saya mengajak anak-anak ke Malioboro dan melihat Museum Benteng Vredeburg. Dari kampus UGM, kami berempat naik bus Kopata jalur 4. Setelah melewati jalan Pangeran Mangkubumi, bus belok kiri dan berhenti ketika lampu lalu lintas menyala merah.

Pada saat itulah seorang ibu penjaja koran menawarkan dagangannya dari satu kendaraan ke kendaraan lain. Tak terkecuali kepada penumpang bus. Karena ingin tahu berita terbaru Jogja, saya langsung membeli koran Kedaulatan Rakyat (KR) edisi 28 Agustus 2013.

Sang ibu penjaja koran itu pun menyodorkan selembar KR lewat jendela sebelah kanan bis. Karena lampu lalu lintas nggak lama lagi menyala hijau, saya terburu-buru mengambil uang dari kocek dan menyerahkan uang melebihi harga koran. Kelebihannya Rp 500.

Dan pada saat itu, saya di dalam bis terbengong-bengong dengan apa yang dilakukan sang ibu penjaja koran itu.

Masih di samping bis, ibu itu dengan mata berkaca-kaca begitu mensyukuri pemberian uang Rp 500, “Matur Sembah Nuwun”. Masih dalam bahasa jawa halus, ibu itu juga mendoakan semoga kami diberikan kemurahan rezeki.

Sulit dipercaya. Telinga saya seperti dijewer. Wajah saya seperti ditonjok oleh kejadian itu. Betapa tidak, ibu itu bisa bersyukur kepada Tuhan karena uang Rp 500. Juga mendoakan bagi kebaikan dan keselamatan orang lain.

Sementara itu, saya yang diberikan kemurahan rezeki dari Tuhan, yang nilainya beberapa kali lipat dari uang Rp 500, terkadang masih ngomel. Masih mengeluh, nggak merasa cukup dengan uang yang dimiliki. Juga dengan nikmat-nikmat lainnya yang selama ini diberikan Tuhan. Astaghfirullah al ‘azhiim.

8 pemikiran pada “Rp 500 yang Amat Berarti

  1. memang mas… yang tidak ada arti untuk kita mungkin akan menjadi berkah melimpah bagi yang lain. misalnya aja kayak baju. mungkin menurut kita dah gak pantas. tapi masih banyak yang akan menganggap baju itu masih sangat layak untuk dipakai.

  2. Banyak cara bagi Alloh untuk mengingatkan kita akan nikmatNya yang sering kita lupakan. Namun hal itu tak akan terjadi terhadap hati yang kotor. Terima kasih atas “ibroh”nya Mas🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s