Pendidikan Berlalu Lintas, Penting dan Mendesak

Pernah mengemudikan kendaraan di jalan raya? Atau menumpang kendaraan umum atau teman dalam perjalanan. Bagaimana suasana berlalu lintas di jalan raya? Macet sudah pasti. Selain disesaki kendaraan roda empat, hampir semua kota di negeri ini juga diserbu kendaraan roda dua alias sepeda motor.

Dan lihatlah bagaimana perilaku pengendara motor itu ketika berada di jalan raya. Semau gue, sak karepe dewe. Jalan raya ibarat sirkuit MotoGP. Meliuk-liuk sambil menyalip kendaraan di sampingnya. Terkadang bikin jantung berdetak lebih kencang dan bikin was-was. Syukur-syukur kalau cuma mengelus dada dan nggak sampai memaki-maki.

Masih banyak perilaku lainnya yang bisa dicatat. Meluncur mendadak dari jalan kecil ke jalan raya tanpa memberi tanda, berbelok ke kanan secara mendadak, melawan arus untuk memasuki jalan kecil. Tancap gas dan maju terus sewaktu ada kendaraan roda empat akan berbelok ke kiri. Berkendara di jalan raya sepertinya bisa dilakukan sesuka hati.

Belum lagi ditambah dengan perilaku pengendara yang sambil berSMS atau beriringan berdua sambil ngobrol. Semua kejadian di jalan raya itu pertanda para pengendara itu tidak mengetahui aturan berlalu lintas. Dan ketika terjadi kecelakaan, siapa yang bertanggungjawab? Bisa dipastikan yang sering dipersalahkan adalah pengemudi roda empat.

Membeli kendaraan roda dua atau roda empat adalah hak setiap orang. Namun ketika berada di jalan raya, dengan sendiri hak-hak  tersebut tidak bisa digunakan sesuka hati. Ada hak orang lain yang harus dihargai. Karena jalan raya adalah jalan umum yang digunakan bersama-sama dengan penmakai jalan lainnya.

Di sinilah letak permasalahannya. Kemampuan yang tinggi dalam memiliki kendaraan bermotor tak diimbangi dengan kemauan untuk mengetahui aturan berlalu lintas. Kemampuan untuk mengemudikan kendaraan tak dibarengi dengan tingkat pemahaman tentang keselamatan di jalan raya.

Razia oleh polisi telah dilakukan. Namun dalam kegiatan ini, aparat penegak hukum sebatas mempertanyakan kelengkapan surat kendaraan dan SIM. Jika kedapatan tidak membawa, denda sudah pasti akan dijatuhkan kepada sang pengendara. Demikian juga terhadap para pelanggar aturan lalu lintas. Setelah membayar denda, apakah pemahaman berlalu lintas pengendara akan bertambah? Belum tentu.

Tak mudah memang untuk mengedukasi para pengendara tentang aturan berlalu lintas yang benar. Selain sosialisasi di media cetak dan elektronik, ada upaya lainnya yang bisa dilakukan, yaitu :

1. Penayangan di kantor-kantor layanan publik.
Penayangan cara berkendaraan yang benar juga dapat dilakukan di kantor-kantor layanan publik, seperti kantor Samsat, PLN, PDAM atau bank-bank milik pemerintah. Sambil menunggu giliran, masyarakat diedukasi tentang bagaimana ketika berkendaraan di jalan raya. Juga akibat-akibat yang terjadi karena tidak tertib berlalu lintas.

2. Datang ke sekolah dan kampus
Pihak kepolisian juga dituntut aktif. Selain melakukan razia, aparat juga perlu proaktif. Bekerjasama dengan kantor dinas pendidikan dan kebudayaan, mereka perlu menjadwalkan sosialisasi dan dialog di sekolah atau kampus di lingkungan kerjanya. Setiap Polres dapat menyusun rencana dalam setahun, berapa kali dalam sebulan mereka datang ke sekolah dan kampus untuk mengedukasi mahasiswa dan pelajar, juga para dosennya.

Ini juga bagian dari tugas aparat keamanan untuk memberikan bimbingan masyarakat. Materi sosialisasi dapat diperluas, tak hanya mengenai berlalu lintas. Namun juga permasalahan lain, seperti Narkoba. Dengan demikian, interaksi aparat keamanan dan mahasiswa tak hanya terjadi saat peristiwa unjuk rasa.

Cara ini memang belum tentu efektif. Tak ada jaminan masyarakat dan pelajar akan berubah perilakunya dalam berlalu lintas di jalan raya. Namun setidaknya, mereka tahu apa yang diperbolehkan dan dilarang ketika berkendaraan di jalan. Selain itu, semua upaya yang dilakukan itu demi keselamatan diri mereka sendiri dan pengendara lainnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s