Teguran sang Khalik

Cara sang Khalik menegur kita bisa melalui berbagai cara. Salah satunya pada saat kita membaca. Ini yang saya alami ketika membaca Kompas Minggu edisi cetak 15 September 2013. Beritanya cukup menarik. Obesitas mewabah di Amerika dan kini melanda Indonesia.

Pelan tapi pasti obesitas mulai menjangkiti negeri kita. Pada tahun 2010, diperkirakan 27,7 juta penduduk Indonesia berumur di atas 18 tahun mengalami obesitas. Kebanyakan di daerah perkotaan. Penyebabnya adalah perubahan gaya hidup. Kurang olahraga, konsumsi makanan yang banyak mengandung gula dan karbohidrat, tinggi minyak/lemak, rendah sayur dan buah-buahan adalah contohnya.

Seseorang dikatakan obesitas bila memiliki Bodi Mass Index (BMI) > 40. BMI adalah berat badan (kg) dibagi  kuadrat tinggi badan (m).

Bagi penderita obesitas, bukan perkara mudah untuk mengurangi berat badan. Salah satu contoh, seseorang yang berumur 38 tahun dengan berat badan 106 kg dan tinggi 154 cm.

Berbagai usaha pun ditempuh, mulai olahraga rutin hingga diet karbohidrat alias tidak makan nasi. Setiap jadwal makan, sayuran dan buah-buahan adalah menu utamanya. Itupun porsinya juga harus diperhatikan. Tidak bisa terlalu banyak.

Cara lain untuk menurunkan berat badan adalah menggunakan terapi sinar inframerah, penyedotan lemak dan bedah memperkecil lambung. Namun biayanya memang tidak murah untuk ukuran kantong saya. Satu paket penyedotan lemak supaya badan kelihatan proporsional ongkosnya 25 juta rupiah. Wow, betapa mahalnya.

Beda sekali dengan saya. Dengan tinggi 172 cm dan berat badan 60-62 kg, kata teman-teman di kantor, saya masih tergolong kurus. Upaya untuk menambah berat badan agar ideal mencapai 66-67 kg sudah dilakukan. Salah satunya menambah porsi makan dan ngemil.

Namun, jangankan menambah berat 6 kg, untuk tambah 1-2 kg saja susahnya minta ampun. Berbanding terbaik dengan penderita obesitas tadi yang mati-matian berusaha menurunkan berat badan hingga mencapai ideal.

Membaca artikel itu, telinga saya seperti dijewer Sang Khalik. Nurani pun memprotes dan bertanya-tanya. Mengapa tidak ikhlas menerima kondisi yang justru diinginkan orang lain. Kenapa karena dibilang kurus terus terpengaruh dan ingin menambah berat badan? Bukankah selama ini sehat-sehat saja meski memiliki tubuh kerempeng seperti Jokowi?

Pertanyaan-pertanyaan itu pun menari-nari di dalam hati. Setelah menarik nafas dalam-dalam dan merenung sejenak, ternyata benar. Mungkin itu salah satu cara sang Khalik menegur diri saya. Melalui koran, dengan cerita orang-orang yang menderita obesitas dan berjuang untuk menurunkan berat badannya.

Sebuah teguran halus dari sang Khalik mengena di hati setelah membaca koran itu. Teguran untuk mengingatkan agar selalu bersyukur dengan kondisi badan yang kurus. Dan ikhlas menerima berat badan yang susah bertambah.

Iklan

4 pemikiran pada “Teguran sang Khalik

  1. Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman: “Berdoalah kepadaKu niscaya akan Aku kabulkan” (QS Al-Ghafir: 60). Jadi, gak mungkin Allah mengingkari janjinya.

    Suatu saat ketika Mas Yudhi berdoa menginginkan harta sekian juta untuk suatu keperluan, sepertinya belum terwujud. Padahal Allah telah mengabulkan permohonan itu, yaitu dengan cara menyelamatkan mas Yudhi dari musibah yg semisalnya. Mas Yudhi telah diselamatkan dari biaya recovery akibat obesitas yg menghabiskan dana Rp 25 Juta.
    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Tidak ada seorang muslim di dunia berdoa memohon suatu permohonan melainkan Allah pasti mengabulkannya atau menghilangkan daripadanya keburukan yang semisalnya“. [Fathul Bari 11/98].

    1. saya baru sadar, ternyata “…….menghilangkan daripada keburukan yang semisalnya” adalah bentuk lain dari dikabulkannya doa-doa kita…makasih sekali pencerahannya, pak Iwan

  2. BELUM pernah tahu potona mas yud full. jadi nggak ngerti apa mas yudi kekurusan kah….
    tapi yg penting emang sehat aja koq. klo mau minum aja temulawak mas, dijamin lahap hap

    1. benar, yg ada cuma foto close up, mbak…resep temulawaknya belum pernah dicoba sih… kalau untuk kesehatan hal-hal yg bikin kita sehat memang perlu dilakukan..kalau sudah sakit mahal biaya berobatnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s