Blusukan Indra Sjafri Terbukti

Tak hanya Jokowi saja yang punya hobi blusukan. Pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, juga punya kegemaran blusukan. Bedanya, kalau Jokowi blusukan untuk mengetahui permasalahan secara langsung di lapangan di wilayah DKI, sedangkan Indra Sjafri untuk mencari bibit pemain potensial di seluruh pelosok negeri. Selain itu, proses blusukan Jokowi sering diliput media massa, tidak demikian dengan Indra Sjafri.

Tak banyak media cetak maupun elektronik yang meliput blusukan Indra Sjafri untuk menjaring bibit pemain yang diinginkannya. Jarang pelatih timnas yang melakukan seperti itu untuk menjaring pemain potensial untuk menghuni skuad Garuda. Biasanya, tim pelatih lebih memilih pemain-pemain yang diinginkan dengan cara mengamati permainannya di beberapa turnamen atau kejuaraan.

Cara ini memang lebih mudah karena cukup mengetahui kapan jadwal turnamen atau kejuaraan diadakan, dimana tempat diselenggarakan dan selanjutnya datang ke stadion. Pelatih cukup mengamati pertandingan selama 2 x 45 menit untuk menilai kualitas pemain yang ingin direkrut.

Namun Indra Sjafri menempuh jalan yang berbeda dengan pelatih timnas lainnya. Dia datangi langsung ke tempat di mana pemain tersebut bergabung dengan klub di daerah atau sekolah sepakbola. Jadi tak hanya berdasarkan pengamatan selama mengikuti turnamen.

Empat standar harus dimiliki oleh pemain ideal yang diimpikan Indra Sjafri: skill, strategi, fisik dan mental. Tak cukup hanya menetapkan standar, dia juga yang turun tangan dan blusukan menjelajah daerah-daerah dari Sabang sampai Merauke.

Melihat langsung bakat dan potensi pemain, berdialog dengan beberapa pengurus sepakbola dan kemudian memilih mereka yang memenuhi kriteria yang diinginkan. Sebuah pencarian bibit pemain yang memerlukan proses panjang dan melelahkan.

Namun semua upaya blusukan Indra Sjafri tersebut yang sepi dari publikasi menghasilkan prestasi yang membanggakan. Dari hasil proses yang panjang dan terjun langsung ke daerah-daerah, banyak bibit pemain potensial didapat. Mulai dari gelandang Zulfiandi dari Bireuen Aceh, kapten tim Evan Dimas dari Surabaya, penyerang sayap Ilham Udin Armayn dari Ternate Maluku Utara dan Maldini Pali dari Sulawesi Barat, hingga Yabes Roni Malaifani dari Alor.

Pemilihan pemain hasil blusukan Indra Sjafri itu terbukti setelah mereka mengikuti turnamen. Di dua turnamen dalam waktu tiga minggu ini, para pemain asuhannya menampilkan permainan yang sangat memikat. Penuh determinasi, pantang menyerah dan kemampuan skill yang hampir menyamai skill pemain-pemain Eropa. Demikian juga dengan staminanya yang tak mjudah merosot meski bermain menyerang.

Juara piala AFF U-19 dan lolos ke putaran final piala AFC U-19 sebagai pemuncak grup G babak kualifikasi adalah bukti hasil blusukan dan polesan Indra Sjafri yang perlu diapresiasi. Tak banyak diliput di media massa di awal proses pembentukan tim, namun setelah bermain di dua turnamen, mereka menjelma menjadi kesebelasan yang tangguh dan patut diperhitungkan lawan-lawannya. Termasuk ketika menggilas raksasa Asia, Korea Selatan sekaligus juara bertahan piala Asia U-19 tahun 2012.

Dari hasil blusukan dan tangan dingin Indra Sjafri, menyadarkan kita bahwa begitu banyak bibit pemain berbakat yang tersebar di penjuru tanah air. Ternyata negeri ini tak kekurangan pemain-pemain sepakbola potensial yang siap untuk mengharumkan nama bangsa dan negara. Pemain-pemain usia muda yang sudah selayaknya mendapat tempat di timnas semua level.

Jika saja setiap klub sepakbola, tim pelatihnya mau berinisiatif dan blusukan untuk menjaring bibit-bibit pemain unggul di daerahnya, tentu mereka tak akan kekurangan pemain. Dan untuk mengisi kekurangannya, tak harus selalu menggunakan pemain asing untuk mengisi posisi penyerang, gelandang ataupun pemain bertahan.

Indra Sjafri telah melakukan proses itu dan membuktikannya. Memilih pemain-pemain kelas dunia yang berasal dari berbagai daerah di penjuru negeri ini.

 

22 pemikiran pada “Blusukan Indra Sjafri Terbukti

  1. Terimakasih pencerahannya, mas Yudhi.
    Bagi saya Indra Sjafri itu betul-betul pelatih ideal, rela berkorban blusukan ke pelosok untuk menemukan pemain bola berbakat dengan menggunakan biaya sendiri. Di timnas Indra juga menjaga dan memelihara sikap militansi seluruh pemain.
    Semoga mulus melaju di Piala Dunia 2015.

    1. Terima kasih, pak Iwan.
      Postingan ini memang muncul karena kekaguman saya thd pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri..
      Benar, pak. Dia menanamkan rasa percaya diri dan disiplin yg tinggi bagi pemain.
      Aamiin, semoga kita bisa melihat permainan Evan Dimas cs di Piala Dunia 2015 melawan Perancis, Brasil atau Argentina

      1. wah, baru tahu kalau mbak Ika juga suka nonton sepakbola. di Timnas U-19 pemainnya juga ganteng2, mbak…seperti kipernya, Ravi Murdianto🙂

  2. “Dan untuk mengisi kekurangannya, tak harus selalu menggunakan pemain asing untuk mengisi posisi penyerang, gelandang ataupun pemain bertahan.”

    setuju. Saya diceritakan kakak kelas, siang hari setelah semalam menonton pertandingan Indonesia – Korsel: bahwa sebelum bertanding, Indra Sjafri mengatakan kepada wartawan, “Tolong sampaikan ke korsel, Indonesia akan mengalahkan mereka” (redaksi tepatnya lupa). Dan beliau membuktikan kata-katanya. Padahal saat beliau mengatakan itu, mantan pelatih timnas sebelumnya menganggap Indra Sjafri sudah gila.😀

    Mereka tidak PD (Percaya Diri), tapi PA (Percaya Allah). Respon dari 3 gol itu cantik sekali, pak Yudhi🙂

    1. sip.. pelatih Indra Sjafri memang menyuntikkan kata-kata motivasi agar pemain asuhannya tak merasa minder berhadapan dgn raksasa Asia, Korsel.
      Dan itu terbukti dgn permainan yg cantik dan gol-gol kelas dunia yg menghunjam ke gawang Korsel🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s